
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
Tidak tahu apa yang di pikirkan oleh Kakek nya, Kakek nya tahu jika dirinya memiliki ketertarikan pada gadis itu. Entah mengapa Yun Yi merasa kesal dengan Kakek nya.
***
Kini keempatnya mulai berbincang dengan sekelompok orang itu. Lebih tepatnya hanya Jingmi dan Jiao.
Ana tidak tahu harus apa, jadi dia hanya diam. Sedangkan Yun Yi, sejak awal dia selalu memperhatikan dan terus menatap Ana tanpa henti.
Untungnya Ana memakai topeng dan wajahnya tidak terlihat di balik topeng.
Hingga akhirnya, Ana menggerakkan bibirnya dan berbicara dengan dingin. Ia sudah sangat risih dengan tatapan yang di layangkan oleh Yun Yi.
"Apa yang kau lihat?!" Ana menatap datar ke arah Yun Yi.
Yun Yi tersenyum.
"Kau terlihat sangat cantik." Yun Yi memuji dengan senyum lebar memperlihatkan giginya.
"Aku tahu itu. Tapi kau tidak berhak menatap ku seperti itu. Jika kau menatap ku sekali lagi, akan ku pastikan matamu tidak berfungsi lagi!" Ana mengucapkan kata kata dinginnya dengan tajam.
Senyum Yun Yi luntur ketika mendengar apa yang di katakan Ana.
Ini adalah pertama kalinya ada orang yang berbicara seperti itu padanya. Tidak ada yang pernah berbicara kasar padanya, bahkan orang tua nya akan berbicara dengan lembut.
Yun Guang yang tahu bagaimana sifat cucunya pun dengan cepat berbicara, "Hei nak! Ini sudah malam. Mari kita istirahat lebih awal."
__ADS_1
"Kalian akan tinggal bersama kami atau--"
"Kami akan berada di sini malam ini. Dan kami akan membuat gubuk untuk bermalam." Shilin membuat keputusan yang disetujui oleh yang lain.
"Ah biarkan aku membantu kalian," seorang pemuda yang berada di sebelah Yun Yi tersenyum ramah.
"Tidak perlu kami bisa membuatnya sendiri."
Mungkin ini terdengar sombong di telinga sekelompok orang itu. Namun Jiao tidak peduli.
Selama bersama Ana, ia banyak belajar dalam hal apapun. Sifat Ana juga sedikit terbawa olehnya.
Salah satu nya adalah sombong dan percaya diri.
Ana menggeleng pelan dan mulai berjalan tak jauh dari mereka. Dengan satu tangan, ia menciptakan rumah es berbentuk setengah lingkaran yang cukup besar.
Mungkin dapat berisi 5 sampai 10 orang. Itu membuat sekelompok orang yang berdiri tak jauh dari posisi Ana tercengang.
Bukankah dia hanya berusia 18 atau 19 tahun? Mengapa dia bisa dengan mudahnya mengendalikan element es? Element es sangat langka untuk di miliki oleh orang.
Ana juga membuat gumpalan untuk alas tidur. Dapat dilihat itu sangat keras dan di dalam rumah es itu pasti sangat dingin.
Namun itu hanya saat di lihat dari luar, karena yang sebenarnya, Di dalam sangatlah hangat dan alas tidur yang terlihat keras itu juga sangat empuk.
Total ada dua alas tidur cukup besar yang berseberangan.
"Selesai!" Ucap Ana menurunkan tangannya.
Keempatnya masuk ke dalam meninggalkan sekelompok orang yang berdiri dengan kaku.
"Kakek, bukankah itu terlihat sangat nyaman?"Tanya seorang pemuda yang manja.
"Diam!"Kakek tua menjawab dengan kesal.
__ADS_1
Dia sudah tua dan hanya bisa membuat gubuk yang terbuat dari kayu dan dedaunan. Bahkan alas yang ia bawa dari rumah sangat tipis.
Jika bukan karena level kultivasi nya tinggi, dia sudah lama mati kedinginan.
Yun Guang melihat cucu nya yang telah menggelap.
"Sudahlah ayo masuk," Yun Guang menarik tangan Yun Yi ke dalam gubuk.
Yang lainnya segera mengikuti Yun Guang dengan perasaan dangkal.
Sedangkan di dalam rumah es.
"Kalian berdua tidur di sana," Ana menunjuk alas tidur yang berada di sebelah kanan.
Setelahnya dia berbaring di alas yang lain bersama Jiao.
"Ana, Besok kita ke arah mana?"Tanya Jingmi ketika suasana yang hening terjadi.
"Besok kita akan pergi pagi pagi sekali jadi tidur lah dan jangan banyak bicara!" Ucap Ana tanpa menjawab pertanyaan Jingmi.
Ya itulah dirinya ketika Mood nya rusak karena Yun Yi. Ingin rasanya ia membunuh Yun Yi yang berpikiran kotor saat menatapnya.
Jika Shan Shan-nya berada di sini, Yun Yi sudah mati mengenaskan.
*
*
*
Terimakasih untuk para pembaca novel pertama author~
Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa~
__ADS_1
SEE YOUUUUđź‘‹