Queen Of Life

Queen Of Life
Papatsiji


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


.


.


Mereka yang terpilih saat ini sedang menjalankan pelatihan dengan naik turun bukit tak terkecuali.


"Aneh sekali rasanya, yang membuat rintangan juga ikut serta" gumam Tasya aneh.


Untuk naik turun bukit, mereka tidak diharuskan berpencar sendiri sendiri. Dan Tasya sedang bersama Amel saat ini.


"Woi La napa kemampuan mu menurun huh?"tanya Tasya pada Amel.


Ya walaupun didunia modern Amel lemah tapi dia tidak terlalu lemah karena dia bertarung menggunakan otak bukan hanya menggunakan kekuatan saja.


"Tak tahu" ucap Amel mengedikkan bahu.


"Sudahlah nanti satu tahun kemudian jika kau masih seperti ini maka kau tidak diizinkan mengikuti perang"ucap Tasya meremehkan.


"Hei mana bisa begitu!! aku akan menjadi sangat kuat satu tahun kedepan jika tidak maka aku juga akan tetap ikut berperang karena itu juga tugas ku"ucap Amel yang tak terima di remehkan.


"Ya baiklah berusahalah dan jangan buat malu"Ucap Tasya menggoda.


"Aku tidak pernah membuat malu" ucap Amel mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah baiklah ayo kita lanjutkan latihan ini dan selesaikan secepatnya, aku perlu memeriksa pekerjaan ku yang dikerjakan oleh mereka" ucap Tasya lalu melanjutkan latihannya yang hanya di angguki oleh Amel.


Setelah mereka selesai berlatih, sama seperti biasa mereka makan bersama dan berikutnya mereka tertidur dikamar masing masing. Karena hari juga sudah sangat larut dan mereka menyelesaikan latihan semakin hari semakin lama karena rintangan yang diberikan oleh Tasya.


Sedang Tasya saat ini menuju ruang belajar dengan santai, dia sudah terbiasa hanya tidur beberapa jam saja. Sesampainya Tasya di ruang belajar, ia masuk dan malah mendapati kondisi ruangan yang amat berantakan.


Bagaimana tidak, Gold yang berada di kursi kerja milik Tasya sedang serius, Felix duduk dilantai dengan berkas berkas berserakan, Black dan Blue yang berada di sofa dengan beberapa dokumen lalu juga White dan Yuan sedang tiduran di lantai sebelah pojok dengan dokumen di buat bantal.


Tasya yang melihat itu pun naik pitam hingga..

__ADS_1


"KALIAN BERNIAT MEMBUAT RUANG BELAJAR KU MENJADI BERANTAKAN HAH?!!"teriak Tasya menggelegar yang mengagetkan mereka berenam dan langsung berdiri dari posisi mereka masing masing.


"Queen kami.. kami sudah selesai mengerjakan nya"ucap Yuan tertekan dengan aura Tasya walaupun Tasya hanya mengeluarkan 5% auranya karena marah serta kesal.


"Huhh sabar Tasya sabar" gumam Tasya seraya mengelus dada nya berkali kali.


"Baiklah sekarang bereskan semua ini dan letakkan sesuai tempat nya, aku akan beristirahat" ucap mereka datar lalu pergi kekamar nya tanpa menunggu jawaban.


Mereka berenam yang melihat Tasya marah pun menyesal, mereka berenam tidak bisa jika harus didiami oleh Tasya. Sungguh!! mereka lebih baik memakan cabai dari pada harus didiami oleh Tasya.


Tasya dikamarnya hanya menghela nafas berat lalu pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan. Oke jujur saja Tasya terakhir mandi adalah tadi pagi.


Di kamar mandi, Tasya mulai melepaskan pakaiannya dan memasuki bak mandi yang telah terisi oleh air dan wewangian lavender.


Saat Tasya di memejamkan matanya untuk merilekskan tubuhnya, ada bayangan hitam yang muncul di belakang Tasya tanpa ia sadari karena Tasya berfikir siapa yang akan masuk ke mansion ini tidak akan bisa.


Bayangan itu tersenyum tipis melihat wajah Tasya yang sangat tenang dan cantik itu. bayangan itu mulai terlihat jelas dan dia menggunakan topeng setengah wajah dengan jubah ungunya.


Pria itu mendekat kearah Tasya yang tidak waspada itu dengan pelan tanpa suara. Saat pria itu sampai tepat di samping Tasya, pria itu menunduk dan mendekat kan wajahnya di depan wajah Tasya.


"Sayang kau sangat santai ya" bisiknya.


"Sangat indah" ucap Tasya tanpa sadar.


Pria itu yang mendengar pujian dari Tasya pun sangat senang dan terlintas lah ide jahil dalam otak nya.


"Apa kau suka?" tanya pria itu.


"Suka"ucap Tasya bagai terhipnotis.


"Ingin melihat lebih dekat?" tanya pria itu tersenyum miring.


"Ya"jawab Tasya tanpa sadar lagi.


"Baiklah "ucap pria itu lalu semakin mendekatkan wajah mereka. Sudah semakin dekat dan hanya berjarak beberapa cm saja. Kemudian Tasya tersadar dengan lamunan nya.


"Siapa kau!!! menjauh dariku!!" teriak Tasya seraya mendorong pria itu menjauh dan bersikap waspada.


"Mengapa kau berteriak? kau sendiri yang ingin melihat ku lebih dekat kan?"ucap pria itu.


"Ti... tidak.. mana mungkin?"ucap Tasya tergagap.

__ADS_1


"Begitukah?" ucap pria itu menggoda.


"Kenapa kau bisa masuk ke sini dan mengapa aku tidak tahu kehadirannya mu"ucap seraya menyembunyikan tubuhnya yang telanjang itu kedalam bak mandi yang dipenuhi bunga mawar.


"Entahlah?"ucap pria itu santai.


"Suara itu... bukankah dia adalah orang yang memeluk dan meninggalkan tanda di leherku?" gumam Tasya.


"Kau benar" ucap pria itu saat mendengar gumaman Tasya.


"Kau!!.. beraninya kauu!!"teriak Tasya marah.


"Memang sangat merepotkan jika kau tidak mengingat siapa aku "ucap pria itu pasrah.


"Aku akan membunuh mu!!"teriak Tasya lalu berlari menuju pria itu dengan element ditangan nya tanpa menyadari kondisi tubuhnya yang telanjang itu.


"Hei apa kau akan memperlihatkan tubuhmu itu seenaknya?"tanya pria itu menatap wajah Tasya.


Tasya yang menyadari itu pun menutupi bagian tertentu dengan telapak tangannya.


"Ka.. kau!!"ucap Tasya lalu berbalik dan menyambar handuk di sekitar nya untuk menutupi tubuhnya.


"Fyuhh tak perlu sepanik itu, kau ini adalah istri ku jadi tadi itu juga sudah biasa kulihat"ucap pria itu mendekat ke posisi Tasya.


"Aku.. aku bukan istrimu dan sejak kapan aku kenal dengan mu"ucap Tasya.


"Sudahlah nanti kau juga akan ingat" ucap Pria itu semakin dekat dan Tasya hanya mundur menghindari pria itu sampai dia terpojok kan dengan dinding di belakang nya.


"Apa maumu! cepat pergi dari sini"ucap Tasya.


"Aku ada urusan jadi kita akan bertemu lagi" ucap pria itu.


Cup


Pria itu mengecup kening Tasya lalu berbalik pergi.


"Sampai jumpa lagi sayang"ucap nya lalu menghilang bak ditelan bumi.


"A.. apa?"ucap Tasya termenung.


"Dia.. AKHH DIA MENCIUM KENINGKU LAGI!! DASAR CABUL!!"teriak Tasya meledak ledak.

__ADS_1


__ADS_2