
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
Keesokan harinya~
Tasya saat ini sedang berada ruang makan bersama kelima hewan kontraknya dan Yuan si tongkat sihir.
"Queen sejak kapan kau bisa memasak?" tanya Gold penasaran.
"Haihhh aku dari dulu juga bisa masak. Kalian aja yang ga tau" ucap Tasya berdecak kesal.
"Bagaimana bisa kita tau, kau di ruang dimensi tidak pernah memasak" ucap Felix.
"Ya kan ada maid robot" ucap Tasya seraya menata makanan yang telah dimasaknya sedari tadi.
"Sudahlah cobain nih makanan yang ku masak" ucap Tasya.
Mereka berenam mulai mencicipi masakan Tasya.
"Ah ini enak sekali.. kau memang yang terbaik Queen" ucap white lalu memakan makanan nya dengan lahap.
"Ya apa nama makanan ini Queen?" ucap Yuan seraya makan.
"Itu yang kau makan adalah ayam panggang, itu namanya mie goreng, pecel lele, sate dan steak" ucap Tasya yang ikut makan.
》》》
Tasya dan mereka ber enam sekarang berada di taman depan mansion dengan duduk direrumputan.
"Mereka kapan datangnya? ini sudah siang. Lama sekali" ucap Tasya seraya merebahkan kepalanya di pangkuan Black.
"Mungkin sebentar lagi sampai" ucap Black santai.
"Haisss lama" ucap Tasya.
Tak lama kemudian 8 orang datang dengan tiga diantaranya pingsan dan yang lainnya terluka parah.
"Hei mereka sudah datang, kalian ber enam kembalilah ke ruang dimensi" ucap Tasya seraya bangun dari posisi tidur nya dan menghampiri mereka ber 8.
"Akhirnya kalian datang juga" ucap Tasya saat sampai didepan mereka ber 8.
"Gu.. guru aku sudahh.. ti.. dak.. kuat lagi" ucap Quon lalu terjatuh pingsan.
"Kalian yang masih sadar, telanlah pil penyembuh ini. Luka dalam maupun luka luar akan sembuh setelah kalian menelan pil ini"ucap Tasya seraya memberikan pil berwarna hijau itu ke tangan mereka yang terduduk lemas di tanah.
Mereka hanya pasrah dan menelan pil itu. Beberapa detik kemudian keadaan mereka kembali pulih sedangkan yang telah pingsan, Tasya membantu mereka yang pingsan menelan pil itu dengan element airnya.
"Guru aku sudah tidak merasakan sakit lagi" ucap Jingmi senang.
"Ya kalian berhasil membunuh berapa hewan spirit?"tanya Tasya kearah mereka.
__ADS_1
"Mungkin kurang lebih ada 7 level menengah dan 3 level atas. Ada hewan legenda level 19 juga tetapi sekarang telah menjadi hewan kontrak ku"ucap Amel seraya mengeluarkan batu kristal berwarna warni itu dari cincin ruang nya.
"Baiklah Batu ini untuk apa ya?" ucap Tasya.
"Ah bagaimana jika kita menyerapnya saja? level kita sekarang sangat rendah" ucap Sheng berbinar senang.
"Tidak, kita jual saja"ucap Amel tidak setuju.
"Tapi!"
"Sudahlah kemarikan batu itu, akan aku buatkan pedang dari batu kristal itu" ucap Tasya seraya mengadahkan telapak tangannya.
"Baiklah"ucap Sheng lesu. Amel pun menyerahkan batu kristal itu pada Tasya.
Tak lama kemudian mereka yang pingsan pun bangun dengan linglung.
"Ah dimana ini" ucap Jiao yang telah bangun.
"Di depan mansion" jawab Sheng.
"Ayo masuk dulu" ajak Tasya yang melihat mereka semua sudah sadar.
Mereka semua pun masuk kedalam mansion dan heran dengan barang barang yang asing menurut mereka aneh.
Mereka menuju kolam renang di belakang mansion yang disana disediakan sofa panjang dan juga meja kaca bundar. Mereka kecuali Tasya dan Amel sesekali bertanya tentang benda benda asing menurut mereka pada Tasya Dan dijawab oleh Amel.
Sesampainya mereka di kolam renang pribadi di belakang mansion, mereka semua kecuali Tasya dan Amel berdecak kagum dengan apa saja yang ada disana.
"Wahhh ini sangat indah" ucap Yihua kagum.
"Disini udaranya sangat segar" Ucap Sheng.
Sedangkan Rey dan Shilin hanya diam dan mendengarkan saja.
"Sudah cukup mengaguminya, aku sudah sangat lapar" ucap Jingmi seraya mengelus perutnya.
"Baiklah ku masakkan dulu" ucap Tasya lalu pergi kedapur. Ia berencana untuk memasak nasi goreng.
Beberapa waktu kemudian Tasya membawa nasi gorengnya ke kolam renang. Disana ia melihat mereka sedang berbincang bincang si sofa.
"Makan makan" ucap Tasya yang datang membawa nampan yang berisi nasi goreng bersama White.
"Woaahh guru masakan mu sangat harum" ucap Quon.
"Ya makanlah" ucap Tasya lalu membagikan nasi gorengnya pada mereka semua yang masih dibantu oleh White.
"Oiya dia siapa guru?"tanya Jiao seraya melihat White.
"Dia hewan kontrak ku namanya White" ucap Tasya lalu duduk dan disusul oleh White.
"Sudah makanlah" ucap Tasya seraya menyendok nasi dan memakannya dengan santai. Mereka semua pun memakan makanan nya.
"Wahhh makanan ini sangat enak tetapi makanan apa ini?" tanya Sheng berbinar.
"Kau bisa memasak ternyata"ucap Rey lalu memakannya dengan lahap.
__ADS_1
"Jika makan jangan berbicara" ucap Tasya santai.
Setelah mereka makan, Tasya dan teman temannya pun bersantai dengan menonton tv. Awalnya mereka yang tidak tahu benda yang bisa mengeluarkan suara dan mereka mengira ada orang yang terjebak di dalamnya. Tasya dan Amel yang mendengar itu hanya mampu tertawa dengan keras.
"Guru mengapa kultivasi kita bisa menurun dengan pesat? jika begini kami tidak akan bisa melawan 'mereka' dan mengalahkan mereka" ucap Jingmi.
"Tunggu dulu ini apa maksudnya dengan melawan mereka?" tanya Rey dengan kebingungan.
"Oiya aku lupa memberi tahumu jika kau juga salah satu yang terpilih dan bisa dibilang kau adalah wakil pemimpin."ucap Tasya pada Rey.
"A.. apa?! itu artinya semua yang berada disini adalah mereka yang terpilih?" tanya Rey terkejut.
"Ya kau benar.. memang saat kau pertama kali bertemu dengan kita tidak mengetahui kultivasi kita? padahal kultivasimu lebih tinggi dari mereka" ucap Tasya.
"Aku tidak menyadari itu"ucap Rey lagi.
"Tapi kau mengerti tentang apa itu salah satu yang terpilih kan?" tanya Tasya seraya tersenyum tipis.
"Ya aku tahu, guru pernah memberi tahuku tentang itu dan ia juga menebak jika aku adalah salah satunya karena bakatku yang besar tetapi sekarang kultivasi ku seperti ini" ucap Rey sedih.
"Sudahlah tidak apa, besok kita akan mulai berlatih beladiri" ucap Tasya seraya tersenyum manis.
"Perasaanku tidak enak" ucap Sheng pelan.
"Aku juga" sahut Jiao dan Quon bersamaan yang duduk di sebelah Sheng.
"Emmm siapa ketuanya diantara kita? dan kenapa kalian memanggil Tasya guru?" tanya Rey bingung.
"Ketuanya Tasya dan kenapa mereka memanggil Tasya guru itu karena yang akan melatih kita adalah Tasya. " ucap Amel santai.
"Dan aku malas memanggilnya guru jadi aku memanggil namanya" lanjut Amel.
"Ah kau ketuanya?" tanya Rey tersenyum tipis.
" Yaps, udah bahas tak lainnya saja" ucap Tasya malas.
"Ta kau merasa ada yang mengawasi kita ga?" tanya Amel tak nyaman.
"Aku sudah merasakannya dari tadi" ucap Tasya santai.
" Dia siapa?" tanya Amel lagi.
"Nanti juga dia akan menemuiku" ucap Tasya yang masih merasa aura yang sangat berbahaya dan terasa dengan jelas aura kebenciannya yang ada di sekelilingnya.
"Dia mungkin membawa kabar tentang peperangan" ucap Tasya pelan yang masih dapat didengar mereka semua.
"Mengapa tidak sekarang saja dia muncul?" tanya Shilin datar.
"Orang itu akan menemui orang terdekatnya dulu" ucap Tasya seraya tersenyum miring. Yang membuat mereka merinding.
"Sudah jangan membicarakan itu lagi sebaiknya kita lanjut menonton tv saja" ucap Tasya santai lalu mengalihkan pandangannya kearah tv.
Beberapa jam kemudian mereka masuk ke kamarnya masing masing karena sudah cukup malam dan mereka besok pasti akan kelebihan jadi mereka memutuskan untuk tidur lebih awal.
Sedangkan Tasya sekarang berada di kamarnya dan pura pura tertidur. Tak lama setelah Tasya berpura pura tidur, Ada seorang pria berwajah tampan namun usainya mungkin sudah ribuan tahun muncul di kamar Tasya tepatnya berada di samping tempat tidur Tasya, dengan jubah berwarna hitam pekat dan mata semerah darahnya itu mendekati Tasya yang sedang berpura pura tidur itu.
__ADS_1
"Kau muncul juga akhirnya"