
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
Mendengar itu Rey dengan ragu ragu menggores ibu jarinya dengan belati milik Tasya lalu menetes kan nya diatas pedang itu. Saat itu juga pedang itu bercahaya sangat terang, membuat Tasya dan Rey menutup matanya.
Membuka mata, mereka melihat pedang yang tadi nya sangat jelek dan berkarat menjadi sangat indah bahkan saking indahnya, Rey menatap dengan tatapan yang sulit diartikan.
Pedang yang tadinya berkarat menjadi sangat indah dengan warna putih yang dipadukan dengan warna hitam dan pada gagang Pedang tersebut dililit oleh ular hitam bermata merah menyala. Sangat cocok dengan Rey yang dingin itu.
"Emm kudengar kau memiliki Spirit Beast ular suci? jadi kurasa pedang itu sangat cocok dengan mu. Dan juga setelah pedang ini telah kau kontrak maka pedang ini akan mengakui mu sebagai Tuan nya"ucap Tasya tersenyum.
"Bagaimana kau tahu jika pedang yang telah berkarat bisa berubah seperti ini"tanya Rey dengan pandangan yang masih terpaku pada pedang yang di pegang oleh Tasya.
"Oh itu hanya insting"ucap Tasya santai lalu memberikan pedang itu pada Rey.
"Itu milikmu sekarang, jadi ayo kita cari yang lainnya"lanjut Tasya dengan tersenyum manis.
__ADS_1
"Baiklah"jawab Rey membalas senyuman Tasya tak kalah manisnya.
Disisi lain
"Dimana Guru dan Rey?"tanya Jiao menoleh kesana kemari.
"Hahh ini sangat menyebalkan, Guru sudah biasa menghilang tanpa alasan tetapi mengapa Rey juga ikut ikutan menghilang?"ucap Amel kesal.
"Yah kau benar, ini sangat menyebalkan. Mengapa kita selalu ditinggal?"ucap Yihua yang tak kalah kesalnya.
"Hei kalian!!"seru seseorang dari kejauhan.
Mereka pun melihat kearah suara yang terdengar sangat keras.
"Kalian ini menghilang kemana? apa kalian tidak tahu, aku dan Kak Rey mencari kalian kemana mana!"ucap Tasya dengan kesal.
"Kan kalian dari awal selalu bersama ku dan juga Rey, tapi kalian saja yang tidak tahu jika kami pergi kemana huh "ucap Tasya lagi.
"Tapi kan..."
"Sudahlah ayo kembali ke penginapan, aku sudah sangat lelah"ucap Amel memotong perkataan Jingmi.
"Baiklah"Ucap Tasya. Jingmi hanya menampilkan wajah kesalnya sedari tadi.
__ADS_1
Sampai di penginapan, mereka berpisah dan menuju kekamar mereka masing masing. Saat Tasya sampai di dekat tempat tidurnya, ia langsung membating tubuh nya ke tempat tidur dan memejamkan matanya.
"Rasanya aku telah melupakan sesuatu"gumam Tasya masih dengan mata terpejam.
Disisi lain
"Ah sudah sangat lama kita mencari Queen tetapi kita masih belum menemukan Queen"ucap Yuan dengan wajah kesal nya.
Mungkin mereka telah lupa jika batin Tasya dan mereka berenam saling terhubung.
"Apakah Queen telah kembali ke penginapan tanpa bertemu kita?"tanya Blue.
"Ah apa mungkin Queen melupakan kita?"tanya Felix cemberut.
"Heiii mengapa kalian saling bertanya? lalu siapa yang akan menjawab pertanyaan kalian hah?"ucap White mendengus sebal.
"Sudahlah kita cari lagi atau kembali ke penginapan saja?"ucap Gold.
"Kita kembali saja lah, aku sudah sangat bosan berjalan jalan sedari tadi"ucap Blue lalu berjalan kearah tempat penginapan berada diikuti oleh yang lain.
Saat mereka sampai dipenginapan, mereka langsung saja masuk kekamar Tasya dan mendapati Tasya sedang berbaring dengan mata yang telah tertutup.
"Wahhh Queen sangat menyebalkan, kami mencari nya sangat lama dan dia malah enak enakan tidur"ucap Black yang lumayan keras.
__ADS_1
Tasya yang mendengar itu pun teringat dan hanya menahan tawanya melihat Spirit Beast miliknya yang terlihat sangat kesal.
"Hehe maaf, aku lupa"ucap Tasya cengengesan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.