
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
Saat ini ia telah berada di Istana milik Kakak nya atau Liu Yaoshan.
Liu Changhai berjalan menuju aula Istana dengan sesekali melangkahi mayat yang berserakan.
Sampai didepan pintu aula, Liu Changhai merasakan aura kejam mendominasi yang sangat ia kenal. Kemudian ia mengangkat kaki sebelah kirinya dan langsung menendang pintu itu hingga terlempar jauh.
Brakkk
Semua orang yang berada di dalam aula Istana menoleh kearah pintu.
Liu Changhai berjalan dengan santai menuju tempat Liu Yaoshan duduk dengan ekspresi buruk. Di sana juga terdapat beberapa orang berlutut di hadapan Liu Yaoshan.
"Hormat untuk Yang Mulia"ucap Liu Changhai membungkuk.
__ADS_1
Liu Yaoshan tak menjawab dan hanya melihat Liu Changhai dengan pandangan membunuh.
"Apa kau lupa sopan santun mu?" Tanya Liu Yaoshan dingin.
"Ah maaf.. tadi kukira ada penyerangan.. jadi aku.."ucap Liu Changhai menelan ludah nya dengan sudah payah.
Sungguh mengerikan. Siapa yang sedang memprovokasi sang Kaisar tiran ini? Sangat berani, pikir Liu Changhai bergidik ngeri.
"Diam dan duduk"sekali lagi Liu Yaoshan berkata dengan dingin.
Liu Changhai segera berjalan kearah tempat duduk nya setelah memberi hormat pada Kakak nya. Ia mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan.
Empat orang berlutut di hadapan Liu Yaoshan. Satu diantara nya adalah seorang wanita cantik dengan banyak perhiasan di kepala nya. Dan semua pejabat Kekaisaran berada di aula utama yang begitu luas.
"Zhen tidak akan menghukum kalian--"ucap Liu Yaoshan menjeda.
Keempat orang itu merasa sangat senang saat mendengar jika mereka tidak di hukum. Satu wanita cantik itu merasa jika diri nya memiliki posisi spesial di hati Liu Yaoshan karena dirinya tidak dihukum saat orang lain akan langsung di hukum penggal. Namun..
"Tapi yang berhak menghukum kalian adalah Istriku"lanjut Liu Yaoshan.
Segera setelah itu ekspresi keempat nya menjadi jelek. Terutama wanita cantik itu, tangan nya mengepal kuat. Namun wajah nya dibuat sehalus mungkin dan sepolos mungkin.
"Yang Mulia maafkan hamba, hamba tidak bermaksud untuk membuat anda dan Yang Mulia Permaisuri bertengkar. Hamba hanya ingin Yang Mulia selalu mengingat hamba karena beberapa bulan lagi Yang Mulia dan hamba akan menikah"ucap wanita itu dengan ekspresi bersalah.
__ADS_1
Bukan nya kasihan, Liu Yaoshan malah merasa jijik dengan wanita itu. Ia tak dapat menyembunyikan rasa jijik saat melihat wanita itu.
"Zhen tidak akan menikah lagi! Istri Zhen hanya satu yaitu Ratu Ana (Tasya). Siapa yang mengizinkan kalian untuk mengatur hidup Zhen?" Ucap Liu Yaoshan menggertakkan gigi nya.
Semua terdiam. Sedangkan wanita itu menggigit bibir bawahnya menahan marah.
"Yang Mulia ini untuk kebaikan anda. Kekaisaran ini membutuhkan pewaris secepat nya agar rakyat tidak memberontak. Anda sudah ratusan tahun tidak memberikan pewaris.."
"..Jika anda menunggu Ratu Ana, kapan anda akan mempunyai pewaris? Kami tahu Ratu Ana akan sibuk dengan urusan nya sendiri walaupun telah menjadi Permaisuri Kekaisaran ini.."
"..Tapi Qian'er akan selalu mematuhi anda dan akan selalu membantu anda dalam segala hal"ucap salah satu Tetua yang duduk bersama para pejabat.
Wajah Liu Yaoshan menghitam saat mendengar penghinaan untuk Istri nya. Aura nya menyebar keseluruh Kekaisaran. Langit mendung dan suasana menjadi sangat dingin.
"Berani nya kau!!"Seru Liu Yaoshan melemparkan Tetua itu dengan lambaian tangan hingga Tetua itu menabrak dinding aula dan memutahkan seteguk darah.
"Zhen peringatkan! Jangan pernah menghina Istri Zhen! Dan kalian semua tidak ada yang bisa mengatur seluruh hidup Zhen!! Tunggu dan lihat! Apa yang akan dilakukan oleh Ratu Ana saat kembali di Kekaisaran ini!! Jangan harap kalian bisa selamat! Dan jangan campuri urusan Zhen atau kalian akan tahu rasa nya neraka dunia"ucap Liu Yaoshan dingin lalu menghilang.
Sejujurnya Liu Yaoshan sangat ingin memenggal kepala mereka. Namun itu terlalu mudah untuk mereka.
Liu Changhai sangat marah saat Tetua itu mengomentari tentang Kakak Ipar nya. Kemudian ia menghajar Tetua itu tanpa memperdulikan sekitarnya.
Setelah nya, Liu Changhai kembali ke dunia untuk mengadu pada Tasya.
__ADS_1