Queen Of Life

Queen Of Life
WolongpulohLoro


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


.


Pagi ini Tasya dan teman-temannya akan pergi ke tempat seleksi diadakan. Sedangkan kakak nya, Bao Shen saat ini berada di dalam ruang dimensi milik Tasya untuk berlatih.


Di lapangan yang begitu luas terdapat banyak sekali orang. Para Kaisar dan raja maupun pejabat-pejabat sedang duduk dengan nyaman dan terlihat dari raut wajahnya yang sangat khawatir.


Setelah Tasya dan yang lain nya berada di sana, mereka duduk dengan santai tanpa menghiraukan banyak pasang mata yang menatap kearah mereka.


Rey dengan santai berbicara, "Adik Bisakah kau memberiku camilan yang kau pegang ditangan mu itu?"


" Tidak"ucap Tasya dengan acuh.


Rey mencebikkan bibirnya kesal, yang membuat Tasya melemparkan sebungkus keripik kentang tanpa mengalihkan pandangan nya dari tengah tengah lapangan.


"Hei lihat! bukankah itu Pangeran ke- tiga dari Kekaisaran Liu? Wahhh dia bisa keluar lebih dulu dari yang lain!" Ucap Yihua kagum.

__ADS_1


"Kau tak tahu saja betapa sombon gnya dia. Lihat wajah nya yang sok dingin dan keren itu. Sungguh! Aku ingin sekali mengukir nama ku di wajah congkak nya itu!" Ucap Amel menatap Tasya.


"Begitukah? Tapi katanya dia adalah orang terkuat di Kekaisaran Liu? Bahkan Putra Mahkota saja kalah dari nya" ujar Jingmi.


"Heh!! kurasa jalan kita tidak akan semulus yang kita rencanakan"ucap Tasya dengan sedikit meremehkan disertai senyum miring nya.


Teman-temannya terdiam saat mendengar perkataan dari Tasya yang seolah-olah meremehkan. Seharusnya mereka tahu jika pangeran ke-3, terobsesi pada Tasya.


Bahkan Pangeran ketiga pernah melamar Tasya saat perjamuan di istana kekaisaran Liu dulu. Yang rakyat tahu dia adalah seorang pahlawan dan suami Impian dari semua para gadis.


Tentu saja kecuali Tasya dan Amel yang telah mengetahui semua sikap buruk yang dimiliki oleh Pangeran ke tiga.


"Aku juga berfikir seperti itu"ucap Shilin dengan tatapan tajam nya.


"Sebenarnya kalian ini bicara tentang apa?"Tanya Quon dengan polos sekaligus bingung yang diangguki oleh Jingmi dan tiga lain nya.


"Tidak apa, kalian masih kecil ga boleh tahu urusan orang dewasa"ucap Amel sekenanya.


"Kita ini seusia tahu!"Ucap Jiao kesal.


"Sudahlah perhatikan saja orang orang di tengah arena yang mulai muncul. Perhatikan siapa yang benar benar perlu kita waspadai. Ingat! Jangan meremehkan lawan"ucap Tasya datar.


Semua mengangguk menyetujui perkataan Tasya. Dari sekian banyak nya peserta, yang lolos hanyalah 600 orang termasuk Tasya dan teman teman nya.

__ADS_1


Jumlah 600 orang yang lulus seleksi ini dianggap sangat sedikit karena orang yang mengikuti seleksi ini lebih dari puluhan, hingga ratusan ribu orang.


Yang lolos di seleksi tahun ini kebanyakan adalah para bangsawan dan Pangeran-Putri. Rakyat biasa hanya sedikit yang bisa masuk di Sekte Awan.


Para tetua dan guru di Sekte Awan saat ini sedang ribut untuk memperebutkan Tasya dan teman teman nya menjadi murid pribadi mereka.


"Sial!! Seharusnya yang diperebutkan adalah aku dan bukan sampah seperti mereka!"Gumam Pangeran ke-3 dengan penuh kebencian.


"Kau kira seseorang yang telah menyelesaikan seleksi dengan sempurna dan di diperebutkan oleh para Tetua dan Guru Sekte Awan adalah seorang sampah? Lalu bagaimana dengan kita yang bahkan sangat jauh lebih lemah dari mereka?"Ucap seorang gadis yang berada di samping Pangeran ke-3.


Mendengar hal itu, Pangeran ke-3 menggeram marah dan hampir saja menyerang gadis itu. Namun sayang sekali salah satu teman Pangeran ke-3 mencegah nya.


"Besok kalian yang telah lolos dari seleksi, pergilah ke Sekte Awan untuk memulai pelatihan disana!"Ucap seorang tetua berambut dan berjenggot putih.


Tetua itu memunculkan giok di tangan semua murid baru Sekte Awan. Diatas giok itu terdapat nama sekte dan dibawah nama Sekte, terdapat nama masing masing peserta.


"Itu adalah tanda pengenal kalian Dan kunci masuk ke Sekte Awan"


Setelah mengucapkan hal itu, tetua yang berada di tengah lautan manusia itu meninggalkan arena.


Semua orang yang menerima giok pengenal dari sekte Awan sangat bangga dan gembira. Bahkan ada yang menangis karena terlalu senang.


Sama seperti mereka yang sangat senang, Tasya dan teman teman nya dalam hati merasa gembira karena ini adalah satu langkah menuju tujuan mereka.

__ADS_1


__ADS_2