Queen Of Life

Queen Of Life
SatusTelu


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


"Dasar orang gila! Tidak tahu terimakasih!" Gerutu Ana dengan mengerucut kan bibir nya.


Dia mengembalikan kotak P3K dan kursi ketempat semula sebelum berburu tumbuhan racun lagi.


Jujur saja ia sangat suka mengoleksi tumbuhan obat dan racun. Tapi yang ia tanam di ruang dimensi telah cukup lengkap dan hanya kurang beberapa tumbuhan racun.


Tatapan matanya terpaku pada seseorang yang muncul di balik semak belukar.


Pandangan nya menyipit. Seperti nya ia mengenal orang yang muncul tiba tiba itu. Setelah merasa dugaan nya benar, dia berteriak.


"Kacang!!! Apa yang aku lakukan di sini?!!" Suara Ana menggelegar sehingga orang yang di sebut kacang menoleh ke arah nya.


Orang itu terlihat membulatkan matanya dan tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya.

__ADS_1


Siapa yang tidak terkejut saat seseorang berteriak ketika dia baru saja muncul.


"Eh! Kakak?" Liu Changhai tersenyum canggung dan berjalan ke arah Ana.


"Apa yang kau lakukan di sini? Dan di mana Shan Shan? Jangan katakan kau kabur?!!" Ana memelototi Liu Changhai.


Liu Changhai sudah ia anggap sebagai Adiknya sendiri. Yah meskipun Liu Changhai ini adalah adik ipar nya. Ia menyayangi nya seperti adik kandung sendiri.


Liu Changhai menunjukkan senyum lima jari.


"Hehehe.. Kakak bagaimana kau tahu aku kabur?" Tanya Liu Changhai menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Hei coba katakan siapa yang tidak tahu sikap mu yang nakal ini?" Tanya Ana menatap tajam Liu Changhai.


Ana memutar bola matanya malas. Dia benar benar tidak bisa terlalu keras dengan adik nya ini.


Meskipun dia dan Liu Changhai banyak berdebat, tapi tetap saja mereka saling menyayangi. Apalagi Liu Changhai adalah adik ipar nya sendiri.


Ia menghela nafas sebelum berkata dengan lembut.


"Apa yang kau inginkan?"

__ADS_1


"Rindu kakak." Ucap nya tersenyum.


Ana merentangkan tangan nya dan Liu Changhai mulai memeluk Ana dengan senang.


Jika Liu Yaoshan tahu ini, pasti Liu Changhai akan di kurung di kandang kuda 7 hari 7 malam.


"Sudahlah, apalagi yang kau mau? Aku sedang sibuk." Ucap Ana mengacak rambut panjang Liu Changhai.


"Di mana Istri ku? Aku rindu pada nya. Kau tahu kak? 'Kakak' selalu menyuruh ku ini dan itu. Kami sangat sibuk jadi aku mungkin juga akan sebentar di sini sebelum 'Kakak' menghukum ku karena ketahuan kabur." Liu Changhai memelas.


"Baiklah, Amelia saat ini tidak bersamaku. Dia dengan kelompoknya sedang mencari buronan. Mungkin kau bisa menemukan nya  dengan aura nya yang tertinggal padamu."


"Oh? Baiklah, aku akan mencari nya. Dahhh." Liu Changhai melambaikan tangannya dan mulai menjauh.


"Tunggu!!"


"Kacang!! Katakan pada Shan Shan saat kau bertemu dengan nya lagi. Aku telah memaafkannya dan dia dapat menemuiku saat urusannya selesai. Tapi jika urusannya belum selesai, jangan izin kan dia menemuiku!!" Seru Ana.


"Baik kak!" Teriak Liu Changhai mulai pergi dengan cepat.


Yah meskipun Liu Yaoshan tidak akan menuruti perkataan Liu Changhai, tapi ini adalah pesan dari Ana.

__ADS_1


Sudah pasti jika Liu Yaoshan tidak menuruti Ana, Ana akan menjewer telinga nya dengan mulut yang terus mengomel.


Langkah kaki Ana melambat ketika ia merasakan aura yang sangat familiar. Pandangan nya jatuh pada pohon yang tak jauh dari posisinya. 


__ADS_2