Queen Of Life

Queen Of Life
SatusLimo


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


Hening.


Tidak tahu mengapa, Ana memakan banyak makanan malam ini. Meskipun ia selalu makan banyak, akan tetapi jika malam hari, biasanya nafsu makannya akan berkurang. Berbeda dengan malam ini.


"Woah! Ana kau dapat menghabiskan 7 porsi? Hebat!!" Jiao bertepuk tangan seperti anak kecil.


"Ya! Bahkan jika aku makan 3 porsi saja perut ku sudah akan meledak!" Sahut Jingmi.


"Aku tidak tahu jika kau suka masakan ku." Ucap Shilin.


"Hei!! Jangan mengejek ku!!" Ana menatap malas kearah teman teman nya.


Semua tertawa melihat ekspresi malas Ana. Itu terlihat seperti anak kucing yang malas.


Mereka membersihkan meja dan mulai berjalan menuju tempat tidur. Tidak sama seperti rumah es. Gubuk ini cukup luas dan memiliki 4 tempat tidur, yang minimalis.


****


Keesokan harinya~


Mereka bangun pagi dan berolahraga di sekeliling gubuk. Kemudian sarapan bersama dan mengembalikan semua alat ke ruang latihan.

__ADS_1


Tak lupa mereka juga menghancurkan gubuk itu tanpa sisa.


"Kemana kita pergi?"


"Ke Utara." Jawab Ana singkat.


Ia hampir lupa untuk menyerap energi di batu itu.


Namun setelah dipikir-pikir, ia akan lebih leluasa jika dalam keadaan tenang dan sandirian.


Mereka berjalan dengan arahan Ana. Ya Ana memang dijadikan kompas dan peta oleh kelompok nya.


Ana hanya mampu memutar bola mata nya malas ketika Jiao dan Jingmi membual, karena telah mengalahkan sekelompok pendekar saat Ana pergi.


Mereka terus membual dan meminta untuk di sanjung oleh Ana. Namun tidak Ana hanya berkata, "Oh? Itu bagus!" Atau "Hebat!"


Akan tetapi saat ia mengatakan itu, ekspresi nya di buat buat.


Groarrr


Langkah mereka terhenti ketika suara geraman datang dari arah sebelah kiri.


Muncul sekelompok serigala salju dengan bulu yang sangat lembut dan halus. Ana yang melihat itu malah ingin menguliti mereka dan di jadikan jaket musim dingin.


"Ini.. mengapa semua nya terlihat sama? Dan hanya satu yang berbeda? Hei!! Yang berbeda sendiri itu adalah hewan level legenda!!" Ucap Jiao berbinar.


"Hmm."


Segerombolan serigala itu mulai menyerang. Keempatnya tidak tinggal diam dan melawan hingga satu per satu dari segerombolan serigala itu mati.

__ADS_1


Hanya tersisa 1 dan itu adalah pemimpin kelompok serigala itu.


Serigala dengan tanda rintik salju di dahinya melangkah mundur dengan takut.


"Jangan takut! Kau ini telah level legenda! Tapi dengan ini saja kau sudah takut?" Tanya Jingmi mengejek.


Serigala itu terkejut karena mereka telah melihat level nya. Dia telah menyembunyikan tingkatan level nya dan memilih untuk memimpin sekelompok serigala.


"Aku--" ucapan serigala itu terpotong.


"Jadilah hewan kontrak ku dan kau akan dapat meningkatkan kekuatan mu!" Ucap Jingmi.


Memang benar, serigala itu telah sampai level legenda tapi itu hanya di tingkat awal.


Sudah seratus tahun dia tidak bisa naik ke tingkat selanjutnya.


Setelah cukup berpikir, ia menyetujui perkataan Jingmi. Dan saat itulah ia membuat kontrak darah dengan Jingmi.


***


"Oke! Kita akan pergi sekarang! Jangan banyak omong kosong!" Ucap Ana.


Pasalnya, mereka telah mengobrol dan saling berkenalan dengan serigala salju itu tidak terkecuali Shilin. 30 menit omong kosong.


Ana jengah sendiri melihatnya.


Dia menjitak Shilin dan dua lainnya.


"Aww! Ana apa yang kau lakukan?" Tanya Jiao cemberut.

__ADS_1


Ana menghela nafas dan meninggalkan mereka yang mengusap bekas jitakan Ana. Benar benar menyebalkan!! pikir Ana dalam hati.


__ADS_2