Queen Of Life

Queen Of Life
Songolikur


__ADS_3

Happy reading**


.


.


.


.


"Ya tidak apa" ucap Pangeran ketiga singkat dan menahan amarah.


"Terimakasih Yang Mulia" ucap Tasya.


______________________________________________________________》》》》


Keluarga Jenderal Bao pulang menuju kediaman lalu Tasya meminta Ayah dan Kakak nya untuk ke paviliun miliknya.


"Ayah kakak sebenarnya Tasya bukan lah Tasya yang asli" ucap Tasya Ambigu.


"Maksud kamu apa?" tanya Jenderal Bao bingung.


"Sebenarnya aku bukanlah keluarga kalian, Tasya keluarga kalian telah tiada saat berada di hutan Roh saat itu. Kalian tidak pernah tahu kan jika Tasya dulu diculik lalu dibawa ke hutan Roh dan dibunuh oleh seseorang.


Aku yang saat ini bersama kalian bukanlah Tasya keluarga kalian, aku adalah roh yang memasuki raga dari Tasya" ucap Tasya dengan nada datar.


"Tapi bagaimana mungkin itu terjadi" ucap Jenderal Bao tidak percaya.


"itu mustahil" gumam Shen.


"Itu karena kalian tidak pernah tahu akan keadaannya. Kau bahkan tidak tahu jika anakmu diculik beberapa hari. Terserah kalian jika tidak percaya, besok aku akan pergi dari sini" ucap Tasya datar.


Setelah Shen dan Jenderal Bao berpikir panjang, mereka berpikir apa yang dikatakan oleh Tasya memang benar. Tasya telah berubah dengan sangat cepat dan Tasya yang sekarang telah benar benar berbeda dari yang dulu.


"Tidak walaupun kau bukan Tasya yang asli tapi kami tidak mau kehilangan lagi" ucap Jenderal Bao meneteskan air matanya.


"Ayah benar kau tidak boleh pergi. Sudah cukup kami kehilangan Tasya yang dulu" ucap Shen yang juga meneteskan air matanya dengan perasaan campur aduk.


Shen merasa menyesal karena tidak bisa menjaga adiknya dan selalu acuh pada adiknya dulu. Shen juga marah karena kebodohannya adik nya tiada.


"Aku harus pergi karena tugasku juga sangat banyak. Dan bukankah Tasya mempunyai saudara kembar yang sangat kalian sayangi itu?" ucap Tasya. Memang pemilik tubuh sebelumnya mempunyai saudara kembar laki laki.


Dia saat ini sedang mengembara bersama gurunya. Diingatan pemilik tubuh sebelumnya tidak ada ingatan tentang kembaran nya karena kembaran nya disembunyikan oleh Jenderal Bao dan keluarga karena dia memiliki kekuatan yang sangat besar walaupun tak sebesar Tasya. Oleh karena itu pemilik tubuh sebelumnya tidak tahu jika dia punya saudara kembar.

__ADS_1


Back to topik**


"Bagaimana bisa kau tahu?" ucap Jenderal Bao yang masih menangis.


"Tidak ada yang tidak kuketahui tentang kalian" ucap Tasya santai.


"Dia akan kembali 1 minggu lagi, jadi jangan pergi atau dia akan sangat marah karena dia tidak melihat mu" ucap Jenderal Bao.


"Tapi jika dia tau aku bukan Tasya yang asli?" tanya Tasya.


"Dia tidak akan marah karena kau telah menempati tubuh adik nya. Walaupun dia akan marah pada kami karena telah kehilangan Tasya yang asli" ucap Shen dengan wajah sedih nya.


"Fyuuhh aku akan tetap pergi karena ini adalah tugasku. Jika dia bertanya kemana aku pergi jawab saja kalau aku adalah salah satu yang terpilih" ucap Tasya seraya menghilang dengan perlahan.


Jenderal Bao dan Shen sangat sedih kehilangan Tasya lagi. Sekaligus bingung dengan kata salah satu yang terpilih.


Ditempat Tasya


Tasya berteleport ke Istana Awan karena dia akan berlatih di Istana Awan. Tasya langsung pergi ke kamarnya dan tertidur dengan lelap.


Keesokan harinya》》


Cahaya Matahari mulai mengintip dari sela sela jendela yang disertai oleh suara burung burung di luar kamar. Tasya mulai terbangun dan mengerjap pelan. Ia bangun lalu bersiap untuk berolahraga, mengelilingi Istana Awan 500×, push up, shit up, back up dll. Tasya juga berenang di kolam pribadinya.


"Queen kau ingin berlatih apalagi? bukankah kau tidak punya kekurangan?" ucap Gold penasaran.


"Aku masih punya banyak kekurangan tau, misalnya ya aku belum bisa mengendalikan element kehidupan, tidak bisa memanah walaupun bisa memakai pistol, tidak bisa menulis dengan tangan kanan, tidak bisa menggunakan sumpit dan masih banyak lagi" ucap Tasya seraya memakan makanan yang telah tersaji.


"Baiklah terserahmu saja queen" ucap mereka kompak.


"Hm" dehemTasya seraya makan.


1 Minggu kemudian~


Tasya dan hewan kontraknya saat ini sedang berlatih pedang di lapangan tempat prajurit berlatih.


"huh.. huh.. Queen huhh saudara kembarmu akan pulang hari ini huhh.." ucap Black tersenggal senggal karena sudah 5 jam berlatih pedang dengan Tasya.


"Biarkan saja, walaupun begitu aku juga masih mengawasi mereka. Aku memerintahkan beberapa dari anggota organisasi Black Dragon untuk mengawasi dan menjaga mereka. Karena tubuh ini telah menjadi milikku dan secara tidak langsung mereka juga keluargaku"ucap Tasya yang masih menyerang Black menggunakan pedang nya.


"Huh hatimu mulai tergerak rupanya" ucap Black.


"Bukan begitu... Aku ini dulu tidak punya keluarga dan tidak pernah merasakan apa itu kasih sayang. Dan sekarang aku punya banyak orang yang menyayangi ku jadi aku akan berbuat baik pada mereka.

__ADS_1


Dan aku juga memiliki kalian yang sudah kuanggap kakak ku sendiri"ucap Tasya yang membuat hati para hewan kontraknya menghangat dengannya kalimat terakhirnya.


"Kalian berdua istirahatlah dulu, aku sudah membuatkan es serut" teriak Yuan yang berada di meja samping lapangan.


Jika ada yang bertanya dari mana Yuan tahu es serut itu karena Tasya sangat sering membuatnya dan diperhatikan oleh Yuan dan teman temannya.


"Woaahh Yuan sejak kapan kau bisa membuatnya" ucap Tasya seraya membuang pedang nya dan berlari menuju Yuan.


"Yuan telah mempelajarinya dari malam tadi hingga tidak tidur queen" ucap Felix santai.


"Felix kau mau ku pukul hah!?" seru Yuan lalu mengejar Felix yang telah berlari menjauh.


"Bwahaahaha" tawa semua orang yang berada disana kecuali para pelayan dan prajurit yang hanya menahan tawanya.


"Mereka seperti kucing dan tikus" ucap Tasya seraya memakan es serut. Es serut itu dimakan apa di minum??😂


Disisi lain


Seorang pemuda sedang menahan emosi di dalam aula dan secara tidak sengaja mengeluarkan aura nya yang membuat semua orang disana terjatuh dan tidak bisa bernafas.


Ya pemuda itu adalah saudara kembar Tasya yang bernama ANANTA REYNALDI FLORENCE yang biasa dipanggil dengan REY.


"Cepat katakan dimana dia!!" serunya dengan wajah memerah menahan amarah. Jenderal Bao dan Shen telah menceritakan semuanya tentang Tasya.


"Di.. Dia sebelum pergi pernah berkata jika dia adalah salah satu yang terpilih" ucap Jenderal Bao yang terduduk di lantai.


"Yang terpilih?" gumamnya lalu pergi ke paviliunnya. Seketika yang berada di sana pun menghela nafas lega. Di aula ada keluarga besar Jenderal Bao yang bertujuan untuk merayakan kedatangan dari Rey.


Ditempat Rey


"Guru pernah berkata tentang yang terpilih tetapi apakah aku juga menjadi yang terpilih?" gumamnya.


"Dan apakah Tasya juga menjadi yang terpilih?" ucap Rey frustasi.


.


.


.


**Eps 29 selesai ~


Jangan lupa like komen dan Vote yoo~

__ADS_1


See youuu👋😉**


__ADS_2