
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
"Hey kita akan melakukan apa hari ini?"Tanya Shaosheng.
Saat ini mereka sedang berjalan santai tanpa tujuan setelah keluar dari tempat seleksi pagi tadi. Hari yang sangat cerah dan ceria terlihat jelas dari kedua mata semua orang.
"Ntahlah.. Aku berfikir jika kita akan pergi ke rumah lelang. Mungkin ada hal yang menarik disana"ucap Amel dengan santai.
"Aku juga ingin melihat ke rumah lelang. Jarang sekali kita kesana"sahut Jingmi menyetujui.
Semua mengangguk tanda setuju mendengar perkataan Jingmi. Ya mereka memang sangat jarang pergi ke rumah lelang. Tapi untuk Amel dan Tasya, itu adalah hal yang sering mereka datangi saat di zaman modern.
"Nanta, bagaimana denganmu?"Tanya Amel pada Tasya yang sedang sibuk menatap kearah hutan.
"Nanta?"Panggil Amel lagi.
Namun Tasya tetap tidak merespon ucapan Amel. Seperti orang yang sedang melamun.
"Nanta!!"Panggil Amel sekali lagi dengan sedikit mengeraskan suaranya.
Tasya menggeleng pelan lalu menatap kearah Amel dengan pandangan bertanya.
__ADS_1
"Ada apa? Jangan berteriak aku tidak buta"ucap Tasya kesal.
"Kalo telinga itu tuli bukan buta dasar bego" jawab Amel dengan memutar bola matanya malas.
"Serah dong. Mulut mulut siapa coba"ucap Tasya mengalihkan pandangannya.
"Udahlah ada apa sih? Berisik amat"ucap Tasya lagi.
"Kita akan pergi ke rumah lelang, apa kau akan ikut? Lagipula hari ini kita bebas dari latihan kan?" Jawab Rey sekaligus bertanya.
"Oh? Baiklah"ucap Tasya mengangguk.
Dalam hati ia merasa sedikit tertekan dengan aura penindasan yang mengarah padanya. Ia tahu, ia cukup kuat di dunia bawah ini. Lalu siapa yang bisa menekannya hingga seperti ini.
Tasya sedikit kesal dengan aura penindasan ini karena seingatnya ia tak pernah yang namanya menyinggung sosok yang kuat. Tapi dari aura nya, ia teringat dengan orang itu.
Mungkin ini adalah musuh besar kedua setelah Raja Kegelapan. Ah sungguh kepalanya seperti ingin pecah saat memikirkan orang itu.
Kini Tasya dan teman temannya telah berada di rumah lelang, lebih tepatnya lagi mereka didalam ruangan VIP nomor 3 di lantai 2.
"Jika kalian menginginkan sesuatu maka tawarlah, aku akan membayarnya untuk kalian"ucap Tasya dengan datar.
Tekanan yang mengarah padanya menghilang ketika ia duduk. Namun setelah beberapa detik, aura yang menekannya tadi kembali lagi dengan aura yang lebih kuat dari sebelumnya.
Tubuhnya bergetar untuk sesaat sebelum dia berekspresi dingin dan dingin.
Seorang wanita dengan pakaian kurang bahan berjalan menggoda menuju panggung pelelangan. Bisa dipastikan itu adalah pembawa acara kali ini.
Setelah berbasa basi, wanita itu memberi isyarat untuk mengeluarkan barang lelang pertama kali ini. Segeralah seorang pria kurus berjalan membawa kotak dengan ukuran 30 cm.
__ADS_1
"Ini adalah barang pertama yang akan dilelang hari ini!! sebuah ginseng seribu tahun yang sangat langka bla bla bla..."
"Ginseng seperti itu hanyalah kerikil dimata kita"ucap Quon dengan mendongakkan kepalanya bangga.
"Bukan kerikil tapi debu"sahut Yihua tersenyum.
"1300 koin emas!!"Teriak seorang gadis dari ruang VIP nomor 1.
"2000 koin emas!!" Seru seorang pemuda di ruang VIP nomor 4 Sebelah ruangan milik Tasya.
Dengan kenaikan harga yang begitu fantastis membuat semua orang yang berada dilantai 1 tidak ada yang berani menawarkan harga. Selain seorang bangsawan, siapa lagi yang bisa menghabiskan uang sebanyak itu dalam satu kedipan mata.
"2500!"
"2650"
"2800!!"
"2900!!"
Dua orang itu tampaknya tidak ada yang ingin mengalah. Dan pada akhirnya ginseng yang katanya sangat langka itu telah jatuh di tangan gadis diruang VIP nomor 1.
"Sial! aku harus mendapatkannya bagaimana pun cara nya"Gumam pemuda di ruang VIP nomor 4.
Tasya menaikkan sebelah alisnya dengan dingin setelah mendengar gumaman itu. Barang pertama saja sudah begitu diminati dan terjual dengan begitu mahal apalagi nanti ketika barang utama lelang muncul.
'Kurasa aku pernah mendengar suara ini? Aku terkejut dengan level pemuda itu. Tapi yang lebih membuatku terkejut adalah dia memiliki ikatan kuat dengan Liu Changhai dan Shan Shan' batin Tasya dengan alis menyatu.
'Hei pedang jelek! Kau tahu apa artinya ini?' Tanya Tasya pada Sky yang berada di punggung tangannya membentuk tato.
__ADS_1
'Hmm.. Aku tahu tapi aku cukup ragu dengan itu. Jangan terlalu memikirkan dia nanti kau juga akan tahu seiring berjalannya waktu. Yang perlu kau pikirkan adalah orang itu yang telah menekanmu hingga saat ini' Sky sudah mulai memahami Tasya namun tetap saja Sky tidak pernah tahu kemana jalan pikiran Tasya.