Queen Of Life

Queen Of Life
SangangpulohLoro


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


Bagaimana tidak terkejut? Di depan mereka terdapat pilar besar yang menjulang tinggi, dan itu ada banyak, menyerupai.. penjara!!


"Ini.."


"Auranya begitu menyeramkan! Aku merinding dibuatnya."Ucap Jiao menggosok bahunya.


Sesuatu yang sangat besar membuka matanya yang menyala. Mata biru dan aura kuat di sekitarnya menekan keempat nya. "Uhuk!" Jingmi mengeluarkan darah dari mulutnya sama seperti Jiao.


Shilin memucat dan menggertakkan giginya. Sedangkan Tasya menahan tekanan itu dengan gelang putih yang melingkar dengan indah di tangannya.


..."Apa yang kalian lakukan di sini!" Suara dingin dan angkuh bergema di ruang bawah tanah itu....


"Menurutmu?"Tasya membalas keangkuhan makhluk di depannya.


Makhluk besar itu menggeram marah ketika mendengar perkataan Tasya. "Kalian manusia rendahan!! Berani sekali menyinggung dan mengganggu ku! Aku adalah Naga Es! Keturunan langsung dari dunia atas! Kemarilah dan berlutut padaku!"

__ADS_1


Tasya tidak bisa tidak mengangkat sebelah alisnya. Kemudian senyum meremehkan terbit di bibirnya.


"Sky, apa kau tahu berapa tingkatan makhluk ini?"Tanya Tasya pada Sky yang menempel di lengannya berbentuk tato.


"Dia hampir sama dengan Blue. Lihat betapa lemahnya kau saat ini! Kau bahkan tidak akan bisa menahan tekanan dari makhluk itu jika gelang yang ku buat tidak bersamamu! Kau adalah sampah di dunia atas!" Sky menjawab dan berlanjut hingga meremehkan Tasya.


"Jika kau tidak diam, maka aku akan membuat mu merasakan di makan oleh ikan piranha!"Ucap Tasya kesal. Tak lama kemudian ia menyadari, ikan piranha memakan pedang? Bukankah itu anti mainstream?


Tasya menggeleng pelan dan kembali terfokus pada makhluk di depannya yang tengah berceloteh seperti anak kecil.


"Hey bisakah kau menunjukkan wujudmu?" Ucap Tasya menatap mata makhluk yang mengaku sebagai Naga Es.


Makhluk itu bergenti berceloteh lalu menoleh dan menatap Tasya dengan tatapan tajam.


"Manusia bodoh!!"Serunya dingin.


Cahaya melintas di mata biru sedingin es makhluk itu setelah mendengar apa yang di katakan oleh Tasya.


Siapa yang tidak ingin bebas? Dia telah terkurung di tempat itu beratus tahun yang lalu. Tidak ada teman bicara, gelap, sunyi dan suasana itu membuat nya bosan setengah mati.


Melihat ada harapan untuknya bebas, ia dalam hati bersorak dan degub jantung nya semakin cepat. Apakah itu yang dinamakan cinta? Canda✌. Berbeda dengan suasana hatinya yang sangat baik, ekspresi nya tetap dingin dan datar.


"Benarkah? Bagaimana Jika kau membohongi ku." Ucap makhluk itu ragu.

__ADS_1


"Kau bisa memakanku jika aku berbohong!" Tasya berkata dengan cemberut.


Ia tak sadar jika bongkahan es dalam dirinya mulai mencair. Itu suatu kemajuan yang membuat teman di sampingnya tersenyum walau keadaan mereka pucat.


Makhluk itu telah menarik kembali auranya yang menekan dan mulai berbicara, bukan! bukan berbicara tetapi berdebat.


"Kapan kita akan keluar dari tempat ini?"Tanya Jiao menopang tubuhnya dengan pedang nya.


"Oh hmm.. aku akan membebaskan mu dan setelah nya, kau harus mengantar kami keluar dari ruang bawah tanah ini." Ucap Tasya melipat tangan nya di depan dada.


"Baiklah. Jika kau benar benar bisa membebaskan aku dari tempat ini" Ucap makhluk itu berhenti berharap. Bagaimana mungkin seorang gadis kecil seperti nya bisa membebaskan nya dari segel terkutuk itu?


Orang yang menyegelnya disini adalah orang yang sangat kuat di dunia atas. Sangat disayangkan hanya 1 atau 2 orang saja yang menemukannya ditempat ini. Itupun puluhan tahun sekali. Dan tidak ada yang dapat membebaskan dirinya.


"Heh!" Tasya memejamkan matanya dan mengucapkan beberapa patah kata. Tangannya menyentuh salah satu pilar dan mengalirkan energi qi nya. Terus menerus energi nya terserap di pilar itu.


Beberapa menit kemudian, wajah nya memucat dan mengalir darah dari mulutnya. Tiga temannya tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran mereka.


Krakk


Pilar pilar yang menjulang tinggi itu mulai retak dan detik berikutnya hancur berkeping keping menyisakan cahaya terang. Tasya menurunkan tangannya dan terhuyung.


"Uhuk!" Tasya memutahkan seteguk darah dan mengalir hingga dagunya.

__ADS_1


Shilin menangkap nya saat tubuhnya akan roboh. Jingmi dan Jiao menghampiri kedua nya kemudian mulai merebahkan tubuh Tasya di tanah dengan bantalan paha Jiao.


"Jika kau tidak berguna! Maka aku akan memburumu hingga mati!!" Seru Shilin pada makhluk itu.


__ADS_2