Queen Of Life

Queen Of Life
SatusPapat


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


Langkah kaki Ana melambat ketika ia


merasakan aura yang sangat familiar. Pandangan nya jatuh pada pohon yang tak jauh dari posisinya.


Itu adalah pohon besar biasa jika itu pandangan dari orang lain.


Akan tetapi, Ana merasa ada sesuatu di dalamnya.


"Apa yang aneh dengan pohon ini? Apakah ada sesuatu di dalamnya?"


Ana menggelengkan kepalanya. Karena telah berpikir untuk memotong pohon tersebut.


Ia menghela nafas panjang.


Tidak tahu apa yang dipikirkan olehnya saat ini, dia mendekati pohon itu dan memeriksa apa yang salah.


Setelah mengelilingi pohon besar itu, dia menemukan sebuah gambar bulan sabit dan bintang. Itu diukir seperti coretan biasa.


Namun dia tahu benar tentang gambar itu.  Gambar itu jelas adalah simbol kekuatan nya.

__ADS_1


Jika kekuatan nya kembali seperti dulu, maka tanda itu akan muncul di antara kedua alis nya.


Tangan mungilnya menyentuh simbol itu dan menyalurkan sedikit energi qi nya.


Setelah mengalirkan energi qi nya, coretan yang membentuk sebuah simbol itu bersinar. Di saat yang sama, pohon itu bergetar dan terbentuk sebuah pintu kecil yang hanya dapat di masuki jika membungkuk.


"Siapa yang membuat ini? Aku yakin aura ini berasal dari 1/3 kekuatan ku. Apakah ini terbentuk sendiri?" Ana bermonolog dengan salah satu alis nya terangkat.


Dengan cepat ia membungkuk dan memasuki pohon itu. Begitu dia masuk, pintu itu kembali tertutup.


Tidak di sangka, di dalam pohon besar tersebut terlihat sangat luas dan terang. Dangan berbagai macam bunga dan pohon.


Ada juga bunga yang sangat besar di tengah tengah. Bunga itu berwarna biru muda dan di tengah kelopak nya, ada batu kecil yang mengambang.


"Woww ini sangat indah, aku jadi sangat malas untuk kembali."Ucap Ana menatap sekelilingnya dengan mata berbinar.


Para Spirit Beast Ana menggeleng lemah. Sudah pasti mereka lah yang akan menanam nya sesuai keinginan Ana.


Bahkan ruang dimensi nya terdapat taman bunga mawar biru.


Saat bunga yang berwarna biru tidak lagi ada, dia menuju kearah bunga besar di tengah tengah lautan bunga itu.


Dia mendongak menatap batu kecil yang mengambang.


Di sini dia tidak bisa menggunakan energi qi nya karena telah dilapisi oleh array pelindung.


Bunga itu sangat besar hingga ia bingung, bagaimana ia bisa naik ke atas bunga itu dan mengambil batu kecil berwarna hitam itu?

__ADS_1


"Bukankah ini sangat menyebalkan?" Ana mendengus kesal.


Ia mulai memanjat dan berniat sampai ke atas.


20 detik ia gunakan untuk memanjat dan sesekali melompat. Dan tingginya mencapai 350 meter.


Jangan lupakan jika ia adalah seorang pemimpin Mafia di kehidupan sebelumnya.


Di atas bunga itu, ia menatap kesal pada batu kecil yang seukuran bola pingpong. Ia mengulurkan tangannya untuk meraih batu itu.


"Dasar batu kecil!! Kau membuat aku memanjat seperti monyet!" Ujar Ana mengomel di dengan batu yang berada di genggaman tangan nya.


****


Ana berjalan menghampiri teman teman nya. Sebuah gubuk telah berdiri kokoh di tempat sebelumnya.


"Ngapain?"Tanya Ana ketika melihat teman teman nya duduk melingkar di sebuah meja bundar.


"Kau kembali?" Pertanyaan retoris datang dari mulut Jingmi.


"Memangnya yang kau lihat ini siapa?" Ana memutar bola mata nya malas.


"Duduklah, kami telah memasak beberapa makanan dan membuat coklat panas." Ucap Shilin menunjuk makanan di atas meja.


"Umm," Ana mengangguk dan duduk di salah satu kursi kayu yang kosong.


Sudah pasti mereka mendapat nya dari ruang latihan.

__ADS_1


Hening.


__ADS_2