
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
"Baiklah"Rey mengangguk dan menopang dagu.
"Aku juga merasakan apa yang kau rasakan"ucap Tasya serius.
Rey menatap Adik nya dengan pandangan aneh yang membuat Tasya mengernyit. Kemudian ia menjitak kepala Rey.
"Aww.. Adik apa yang kau lakukan! sakit tahu?!!"Ucap Rey dengan kesal.
"Kakak sendiri kenapa menatapku dengan pandangan yang aneh itu? Atau Kakak berpikir macam macam tentang ku?"Tanya Tasya mendelik tajam.
Rey dengan cepat menjawab, "Tidak! Hei bukankah kau sendiri yang berpikir macam macam?"
__ADS_1
"Sudahlah! kembali ke topik!"Ucap Tasya.
Tak lama kemudian sesosok bayangan muncul dari jendela kamar Tasya yang tadi nya tertutup. Array yang di buat pun, Tasya melepas nya.
"Queen"ucap bayangan itu berlutut.
"Katakan Rin" ucap Tasya.
Sesosok bayangan itu adalah Rin salah satu dari 5 R. Rin dan beberapa anak buah nya, ia perintahkan untuk selalu mengawasi Ayah nya dan juga Kakak nya.
Rey mengangkat sebelah alis nya. Mengapa Adik nya ini memiliki banyak sekali bawahan? Dulu mereka mencari kartu truf (Kesatria yang dilatih Tasya di Dunia atas) dan menemukan harta yang menggunung.
Rey tak habis fikir, seberapa berkuasa nya Adik nya ini.
"Apa?!!" Bentak Tasya berdiri dari duduk nya.
"Kau dan bawahan mu telah aku tugaskan untuk menjaga mereka!! tapi mengapa kalian tidak bisa menjaga nya dan baru melaporkan nya padaku setelah dua hari!! Pergi dan minta lah hukuman mu pada Amellia!" Bentak Tasya mengepal kan tangan nya dengan kuat.
"Adik!" Panggil Rey setelah Rin keluar menuju ke tempat Amel untuk meminta hukuman nya.
Tasya menoleh kearah Kakak nya. Ia melangkah kan kaki nya ke arah Rey yang menatap nya dengan bingung namun kekhawatiran di mata nya terlihat sangat jelas.
__ADS_1
Dia menepuk pundak sebelah kanan Rey dan menghela nafas kasar. Tasya mencoba untuk menenangkan Kakak nya yang satu ini. Walaupun Rey terlihat bingung tapi ia tahu Rey mengetahui inti dari masalah ini.
"Kau benar.. Ayah menghilang" ucap Tasya menarik tangan nya dari pundak Rey.
Saat mendengar hal itu, Rey menatap Adik nya dengan tatapan khawatir.
"Kakak tenang saja tidak akan terjadi hal buruk pada Ayah. Lebih baik kita menemui Kak shen, Kak Shen lah yang paling dekat dengan Ayah. Pasti Kak Shen merasa terpukul" ucap Tasya mengelus kepala Rey.
Keduanya pun pergi ke penginapan tempat Bao Shen menginap dengan teleport. Sesampai nya di sana, Tasya dan Rey terkejut dengan kondisi kamar penginapan Shen yang seperti kapal pecah.
Terlihat Bao Shen yang sedang duduk di lantai dengan tangan yang berada di kepala nya. Shen beberapa kali menghela nafas untuk memenangkan diri.
"Kak Shen"ucap Tasya dan Rey bersamaan.
Shen menoleh dan mendapati kedua adik kembar nya sedang menatap nya dengan tatapan tak bisa diartikan.
"Adik.. Ayah--"
"Kami tahu" potong Rey berjalan memeluk Shen yang terlihat marah. Dulu Shen telah berjanji pada Ibu nya jika ia akan menjaga Ayah dan kedua Adik nya dari bahaya. Dan sekarang Ayah nya menghilang membuat nya merasa bersalah pada Ibu nya.
"Jangan khawatir, kita akan mencari nya setelah kita kuat"ucap Tasya memeluk Shen.
__ADS_1
"Mengapa tidak sekarang saja?"Tanya Shen.
"Ayah di bawa ke Dunia atas"ucap Tasya menelusupkan kepala nya di dada bidang Shen.