
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
Ada 8 topeng dan dia juga mengeluarkan topeng miliknya yang berada di ruang dimensi. Jadi total nya adalah 9, ia menangguk puas dan mulai menyempurnakan topeng mereka dengan panduan buku itu.
****
Setelah topeng yang ia sempurnakan cocok dengan apa yang tertulis dalam buku, mereka menuju jalan keluar dengan menaiki Xixi.
Jalan keluar dari ruang bawah tanah itu berada di atas yang artinya membutuhkan sesuatu untuk terbang menuju jalan keluar.
Sebelum itu, Tasya menyelipkan jarum kristal pada ikat pinggang di balik jubahnya.
Xixi dan Jiao terus berceloteh. Xixi sangat senang bisa keluar dari sana sedangkan Jiao yang cerewet selalu menanggapi cerita yang di buat oleh Xixi.
Tasya menghela nafas. "Kapan kita akan sampai di luar? Xixi jangan banyak bicara dan terbanglah dengan cepat!"
"Jangan terburu-buru. Beberapa menit lagi kita akan sampai." Xixi menjawab dengan santai.
Benar saja, beberapa menit setelah Xixi menjawab, mereka mendarat di kedalaman goa. Mereka keluar dari sebuah portal yang terbentuk.
"Aku heran, mengapa ini terlihat menyebalkan? Kita masuk melalui lubang yang memiliki anak tangga dan keluar dengan sebuah portal?"Jiao mendengus.
Xixi mulai menjelaskan semua yang ia tahu tanpa menyadari jika Tasya, Shilin dan Jingmi telah melangkah pergi menuju kuda mereka.
***
Dengan topeng hitam pekat, jubah biru muda dan sulaman benang yang menyala ketika di kegelapan, mereka memasuki portal yang telah di buat oleh Tasya.
__ADS_1
Portal putih bercahaya itu akan membawa mereka ke pegunungan salju yang berada di benua utara.
Xixi telah menyusut dan berada di gendongan Jiao.
Beberapa detik setelah masuk ke portal, mata mereka di buat melotot saat menatap salju ada di mana-mana.
Sangat dingin dan butiran salju mulai menumpuk di atas kepala mereka.
"Hei ini sangat dingin!"Ucap Jiao menggosok tangannya yang pucat.
"Huhh aku lupa membawa mantel."Ucap Jingmi dengan menepuk kepala nya untuk menyingkirkan salju yang menumpuk di atas kepala nya.
Tasya menggeleng melihat itu. Jujur saja ia tak merasakan betapa dingin nya teman teman nya. Ia sudah terbiasa dengan ini, karena untuk menjadi pemimpin mafia, pelatihan yang ia dapat juga lebih keras.
Dia sudah banyak menghadapi berbagai macam bahaya. Semua misi nya selalu menyangkut hidup dan mati.
Bahkan jika ia tidak tahan dengan pelatihan yang ia dapat, ia bisa mati jutaan kali.
Kemudian ia merogoh beberapa pil dari ruang dimensi dan memberikan nya pada teman teman nya. Namun pil itu tidak akan berefek setelah beberapa hari mereka minum.
"Dimana kita akan mulai mencari nya?"Tanya Jingmi membuat bola salju dan menghias nya bersama Jiao.
Tasya mengangkat bahu nya acuh dan melemparkan bola salju pada Jiao dan Jingmi yang sedang serius menghias bola salju.
"Akh!"Teriak mereka saat sebuah bola bola salju yang berukuran kepala tangan mendarat di tubuh keduanya.
"Hahah! Kalian sama seperti orang gila!"Seru Tasya tertawa terpingkal pingkal ketika bola bola salju yang ia lempar mengenai wajah keduanya.
Jingmi dan Jiao saling memandang. Di detik berikutnya, mereka diam diam membuat banyak bola salju tanpa memperdulikan Tasya yang tertawa seperti orang gila.
Beberapa saat kemudian, tawa Tasya mulai mereda dan ia melihat puluhan bola salju meluncur kearah nya.
Dengan cepat ia menghindari nya dan wajah cemberut nya terlihat sangat imut.
__ADS_1
"Oh kalian ingin berperang denganku huh?!"Seru Tasya memelototi Jiao dan Jingmi.
Sudut bibir nya terangkat membentuk seringaian iblis.
Terjadilah perang diantara mereka dengan senjata bola salju. Shilin yang di abaikan menggelap.
"Hehe!"Ia terkekeh ketika ide jahil melintas di kepala nya.
Jiao dan Jingmi telah penuh dengan warna putih di seluruh tubuhnya. Tapi tidak dengan Tasya, kekuatan melemparnya sangat akurat dan tidak ada yang meleset.
Dia juga menghindari lemparan mereka dengan lincah dan cepat.
Tawa mereka penuh dengan kegembiraan. Namun itu hanya sebentar, Bayangan besar bentuk lingkaran memenuhi penglihatan mereka.
Ya itu adalah bola salju yang sangat besar dan di buat oleh... Shilin.
Brukkk
Bola salju yang sangat besar menimpa Tasya dan dua lainnya.
Setelah ketiganya terkubur dalam bola salju super besar itu, Shilin tersenyum kemenangan.
"Siapa suruh mengabaikan ku!"Ucap Shilin dengan mengangkat bahu nya dan berjalan dengan santai menuju pohon yang terdapat Xixi di atasnya.
*
*
*
Semuanya, maaf ya seminggu ini Thor ga up. Beberapa hari ini Thor banyak banget tanggungan yang membuat Thor pusing. Maaf oke?
Sampai jumpa!!😊👋
__ADS_1