
Happy reading**
.
.
.
.
.
"Queen para anggota telah berkumpul di aula"ucap salah satu anggota seraya berlutut.
"Baiklah aku akan kesana" ucap Tasya lalu berjalan ke arah aula yang masih diikuti oleh Ling Ling dan salah satu anggota yang melapor tadi.
______________________________________________________________》》》》
Sesampainya Tasya di aula, Tasya pun berjalan ketempat duduknya.
"Selamat datang Queen" ucap mereka serempak seraya berlutut.
"Ya bangunlah, aku hanya ingin menyampaikan jika kalian harus berlatih lebih giat lagi. Sebentar lagi akan ada peperangan dan kalian juga akan ikut andil dalam peperangan ini" ucap Tasya datar.
"Queen tetapi kami sudah kuat, jika kita masih perlu berlatih dengan keras lagi bukankah itu berarti musuh kita sangat kuat? Sebenarnya siapa mereka Queen?.. maafkan saya karena saya lancang mohon Queen memberi hukuman" ucap salah satu dari mereka lalu berlutut kembali.
"Tidak apa bangunlah, memang mereka sangat kuat dan kalian akan tahu nanti tentang mereka. Aku tahu kalian sudah sangat kuat tetapi kalian harus tetap menekan level kultivasi kalian dan untuk yang kultivasi nya masih berada di level 7 kebawah harus berkultivasi lagi. Organisasi Black dragon ini level kultivasi nya yang terendah adalah level 7. Jadi yang kultivasi nya kurang dari level 7 akan ku beri waktu 2 tahun untuk naik ke level 7 tanpa meminum pil kultivasi" ucap Tasya dingin.
"Baik Queen" ucap mereka serempak.
"Baiklah itu saja yang kusampaikan dan tolong untuk ketua tim segera setelah dari aula untuk menemui ku di ruangan ku" ucap Tasya seraya berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan aula.
"Huftt aku haus, Pelayan!!" ucap Tasya lalu datang lah salah satu Pelayan.
"Ambilkan aku minuman dan ini adalah Ling Ling teman baru kalian latihlah dia" ucap Tasya.
"Baik Queen " ucap pelayan itu lalu mengajak Ling ling pergi.
Beberapa waktu kemudian pelayan itu kembali dan membawa teh untuk Tasya.
"Hmm pergilah"ucap Tasya saat pelayan itu telah meletakkan teh dimeja dengan beberapa kue kering.
"Kami menghadap pada queen" ucap para ketua tim seraya berlutut.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Istana Black Dragon ini setelah aku pergi" ucap Tasya seraya meminum tehnya.
"Keadaan disini baik Queen, dan organisasi kita telah menjadi yang terkuat. Orang orang di kekaisaran ini pernah ada yang ingin pergi ke Istana Black Dragon ini tetapi mereka mati di lapisan pertama. Ada juga Master kuat yang hampir sampai di istana ini tetapi mereka telah dihabisi oleh hewan roh penjaga di lapisan ke 8" ucap Ray melaporkan.
"Baguslah jika begitu. Kalian juga telah melaporkan masalah masalah itu pada ku. kalian pergi lah aku masih ada urusan" ucap Tasya.
"Baik Queen kami kembali" ucap mereka lalu pergi dari ruangan Tasya.
"Haisss lebih baik aku istirahat dulu deh disini. Mayan kan bisa tidur seharian hehehe" gumamnya lalu pergi ke kediamannya.
Keesokan harinya**
"Eughhh" Tasya mulai membuka matanya.
Tak lama kemudian Tasya ingat jika hari ini ia akan kembali ke kediaman ayah dari pemilik tubuh sebelum nya.
"Haa aku lupa kalo hari ini akan pulang"ucap Tasya seraya berlari ke arah kamar mandi.
Setelah Tasya bersiap, ia pun mengabari para ketua tim jika ia akan pergi dan membawa dua pelayan untuk dibawa nya.
Tasya pun berteleport ke kediaman jenderal Bao. SesampainyaTasya di depan gerbang, Tasya pun masuk menggunakan giok tanda pengenal milik nya.
"AYAH KAKAK AKU PULANG!!" teriak Tasya saat memasuki kediaman jenderal Bao.
"Tasya kau kembali?"tanya jenderal Bao ragu karena Tasya menggunakan cadar dan aura nya semakin kuat walaupun Tasya tidak mengeluarkan aura.
"Ya kenapa? kalian lupa denganku?" tanya Tasya.
"Bukan bukan, kami sangat merindukan mu" ucap jenderal Bao seraya memeluk Tasya.
"Eheem kalian melupakan ku" ucap shen seraya mengerucutkan bibirnya.
"Hehehe sini sini"ucap Tasya seraya berlari memeluk Shen.
"Sudah, sebaiknya kita masuk dulu" ucap jenderal Bao seraya merangkul Tasya dan Shen masuk kedalam.
Sebenarnya Tasya tidak ingin memberi tahu jika ia bukanlah Tasya yang dulu. Tasya tidak ingin karena di dunia modern ia tidak pernah merasakan apa itu yang namanya kasih sayang dari keluarga. Tasya didunia modern hanya memiliki Amel sebagai keluarga satu satunya. Dia berpikir bahwa jika dia memberi tahu yang sebenarnya kepada Jenderal Bao dan Bao Shen maka mereka mungkin akan mengusirnya atau mungkin akan menghukumnya.
Back topik**
Mereka bertiga pun duduk di aula kediaman jenderal Bao dan berbincang bincang.
"Aiya Tasya bulan lalu pangeran ketiga mengajukan pernikahan, bagaimana menurut mu" ucap Jenderal Bao seraya meminum teh dimeja.
__ADS_1
"Oh ayah ingin menikah dengan Pangeran ketiga?"ucap Tasya dengan polos.
tuk
"Aw mengapa kau memukul kepala ku sih Kak? bagaimana jika kepalaku yang cantik ini kehilangan ingatan"ucap Tasya seraya mengusap dahi nya.
"Haisss kau ini mana ada di pukul pakai sendok teh bisa hilang ingatan dan yang akan menikah itu kau bukan Ayah bodoh" ucap Shen dengan kesal.
"Hehehe ya maaf, tapi ayah aku tidak ingin menikah dengan pangeran ketiga TITIK ga pakai KOMA!"ucap Tasya dingin lalu pergi ke paviliun miliknya dulu.
Sedangkan Jenderal Bao dan Bao Shen tercengang karena perubahan ekspresi Tasya yang begitu cepat.
Ditempat Tasya
"Menyebalkan, tujuan ku kesini adalah memberi tahu mereka yang sebenarnya tapi kenapa aku tidak bisa dan malah akan di nikah kan dengan Pangeran ketiga. Huaaa menyebalkan" ucap Tasya seraya berguling guling di atas tempat tidur nya.
Di atas pohon dekat kamar Tasya seorang memperhatikan Tasya dengan pandangan sulit diartikan.
"Ternyata gadis kecil ku akan dijodohkan dengan seseorang yang tidak disukainya. Aku akan tunggu bagaimana gadis kecilku akan menyelesaikan masalah ini" ucapnya dengan tersenyum miring.
Tasya yang merasa diperhatikan pun menoleh kearah pohon itu dan tidak ada siapapun.
"Mungkin hanya perasaan ku saja" ucap Tasya lalu pergi ke alam mimpinya.
.
.
.
.
.
.
**Eps 25 selesai~~
Kalo ada kritik dan saran silahkan komen😊
Jangan lupa like👍dan Vote juga yo..
See youuuuu👋😉**
__ADS_1