
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
"Heh" Tasya yang melihat itu hanya merutuki kebodohan Putri Tang Mayleen. Dirinya sudah memperingati Tuan Putri arogan itu jadi dia tidak akan merasa bersalah apalagi yang menantang nya adalah Putri bodoh itu.
Setelah pengumuman pemenang diantara Putri Tang Mayleen dan Xinxin(Tasya), pertandingan seleksi pertama telah usai dan esok adalah seleksi kedua dan mungkin tempatnya akan berbeda dari seleksi pertama.
Tasya dan teman temannya telah berada di salah satu restoran di dekat tempat mereka seleksi.
"Oh ya kalian kembali lah dulu, aku dan Kak Rey akan menemui Ayah kami. Kalian bisa mulai berkultivasi terlebih dahulu saja"ucap Tasya setelah makan.
"Baiklah"ucap mereka mengangguk.
Rey dan juga Tasya dengan segera menuju penginapan tempat Ayah mereka menginap.
Sampai di depan penginapan, mereka melihat Ayah dan Kakak mereka sedang berjalan masuk ke penginapan. Melihat itu kedua nya langsung berjalan cepat dan menghadang jalan Jendral Bao dan Bao Shen.
"Tunggu!"ucap Tasya tepat dihadapan Jenderal Bao.
"Ya? ada apa Tuan Tuan?"tanya Jenderal Bao bingung karena dihadang oleh dua orang jenius yang lolos seleksi pertama tanpa Kultivasi.
"Ayah apa kalian melupakan kami?"tanya Tasya cemberut.
"Apa?"
__ADS_1
"Hehe sebaiknya kita masuk dulu saja"ucap Tasya terkekeh.
Jendral Bao dan Bao Shen pasrah saja kemana mereka akan dibawa. Saat Tasya dan Rey sampai di restoran, mereka langsung memesan ruang pribadi.
"Ah aku haus sekali"ucap Rey dengan sikap konyol nya.
"Pesanlah sana"ucap Tasya bosan.
"Pelayan!"
Beberapa saat setelah pesan makanan, Tasya hanya duduk dengan santai padahal dua orang yang disayangi oleh nya menatap nya dengan tatapan bingung.
"Ah iya apa Ayah dan Kak Shen masih belum mengenali kami?"tanya Tasya cemberut.
"Kau Tasya?"tanya Jenderal Bao ragu.
"Ya!"ucap Tasya cepat.
Tanpa mereka sadari Tasya telah memberikan Array disekitar ruangan mereka agar tidak ada yang mengetahui pembicaraan mereka.
"Hah baiklah jika kalian masih ragu"ucap Tasya lalu melepaskan topeng yang bertengger di wajah cantik nya. Begitu pula dengan Rey yang juga ikut meletakkan topeng nya.
"Kalian?"tanya Jenderal Bao dan Bao Shen cengo.
"Ya.." ucap Tasya lalu berlari memeluk Jenderal Bao dan Bao Shen.
Melihat hal itu Rey hanya cemberut dengan tangan menopang dagu.
"Kak Rey tidak ikut peluk?"ucap Tasya saat melihat wajah cemberut Rey.
Jadilah mereka melepas rindu dengan saling berpelukan.
__ADS_1
"Jadi kalian ingin memasuki Sekte Awan?"tanya Jenderal Bao setelah acara berpelukan mereka.
"Ya.. Dan kami juga ingin berkata jujur pada kalian"ucap Tasya tersenyum.
"Baiklah katakan"ucap Shen lembut.
"Hahhh.. Sebenarnya kami pergi dari rumah itu bukan hanya untuk berlatih tetapi kami memiliki tugas yang sangat penting. Kalian pasti pernah mendengar tentang beberapa orang yang terpilih dan kami adalah salah satu yang terpilih. Aku juga pernah membawa teman ke kediaman saat kami akan pergi, dan ya mereka juga adalah orang orang terpilih" ucap Tasya yang membuat Jenderal Bao dan Bao Shen terkejut bukan main.
"Dan kami berjumlah 9 orang, tujuan kami masuk ke Sekte Awan adalah untuk mencari tahu tentang portal untuk masuk ke dunia atas. Sebenarnya aku punya plakat untuk memasuki dunia atas namun plakat itu telah hancur. Kami ingin secepatnya sampai ke dunia atas karena satu tahun kemudian akan terjadi peperangan diantara kami dan Raja Kegelapan"lanjut Tasya kemudian menghela nafas.
"Jadi kalian ingin ke dunia atas untuk berperang? lalu bagaimana dengan pasukan kalian dan pasti akan sulit jika melawan Raja kegelapan yang telah hidup ribuan tahun itu juga pasukan nya yang sangat kuat dan kejam"ucap Jenderal Bao khawatir.
"Bagaimana Ayah tahu banyak tentang Raja kegelapan?"tanya Tasya dengan tatapan menyelidik.
"Ah itu.. bukan apa apa, Ayah hanya mendengar nya dari seseorang"ucap Jenderal Bao gugup.
"Hahh kalian tidak perlu khawatir dengan pasukan kami karena kami telah banyak mempunyai pasukan hebat"ucap Tasya. Dia sangat penasaran dengan identitas Ayah nya.
Dia tahu bahwa Ayah nya ini adalah anak angkat dari keluarga Bao. Tetapi dia tidak akan mencari tahu sebelum Ayah nya mengatakan nya sendiri.
"Apakah ada yang kalian sembunyikan lagi dari kami?"tanya Jenderal Bao menatap Rey dan Tasya.
"Emm sedikit"ucap Tasya yang diangguki oleh Rey.
"Baiklah.. Ayah tidak memaksa untuk mengatakan semua nya.. Dan kalian berhati hati lah di Sekte Awan karena latihan disana sangat berat"ucap Jenderal Bao.
"Oh dan kalian juga harus berhati hati dalam hal apapun"ucap Shen yang sedari tadi hanya diam menyimak.
"Kami mengerti"ucap Tasya dan Rey bersamaan.
Setelah pertemuan singkat itu, Rey dan Tasya pamit pergi ke penginapan untuk berkultivasi. Shen juga bertanya sampai mana kultivasi mereka dan mereka hanya menjawab dengan sebutan 'rendah'.
__ADS_1