Queen Of Life

Queen Of Life
Suwidakpapat


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


.


Huhh jangan sampai kembaran nya tahu jika dia membutuhkan waktu cukup lama untuk menyelesaikan seleksi terakhir ini. Sungguh sangat memalukan.


"Apa semua sudah selesai ya?" gumam Rey. Beberapa detik kemudian keluarlah sebuah portal yang hampir sama dengan portal ilusi saat akan menjalani seleksi terakhir.


'Apakah ini portal untuk keluar dari hutan ilusi ini?' batin Rey.


Dengan perlahan ia masuk kedalam portal itu. Tak sampai hitungan ke lima, ia sampai di tempat awal. Di sana begitu banyak orang sama seperti pagi tadi.


Bahkan Rey berfikir jika mereka terlalu antusias mengetahui hasil nya. Karena peserta yang mengikuti seleksi terakhir ini membutuhkan waktu yang lumayan lama. Peserta lain mungkin akan selesai dalam seleksi tersebut minimal 5 hari. Yah pastinya tidak sama seperti Rey yang hanya membutuhkan waktu sehari saja.


Saat Rey muncul di tanah lapang tersebut, orang orang disana menganga tak percaya. Bagaimana bisa seseorang hanya membutuhkan waktu sehari untuk seleksi yang menurut mereka sangat mengerikan.


Yah walaupun sebelum Rey, seorang gadis yang berjubah sama seperti Rey telah muncul dan sekarang sedang bersantai di samping para penonton dengan sesekali menyesap teh yang entah dari mana ia dapatkan.


Siapa lagi jika bukan Tasya. Tasya telah selesai hanya dalam setengah hari, dan itu sangat mengejutkan bagi orang orang disana. Apalagi para tetua Sekte Awan yang dalam hati mereka menginginkan Tasya sebagai murid pribadi.

__ADS_1


Pandangan Rey tertuju pada saudara kembarnya yang bersandar di sofa empuk yang lumayan panjang dengan berbagai cemilan di depan nya. Tanpa sadar Rey menggeleng pasrah atas kelakuan saudara kembarnya itu yang seenak nya.


****


"Haaah mengapa mereka sangat lama? Hanya ilusi seperti itu saja membuat ku menunggu mereka sangat lama. Lalu Kak Rey baru saja selesai dan mengapa ia menatap ku dengan menggeleng kan kepalanya itu. Pasti dia sedang berpikir tentang ku"Gerutu Tasya menghela nafas kesal.


Terlihat bahwa Rey sedang dalam perjalanan menuju kearah nya dengan aura mengagumkan di sekeliling nya. Saat Rey sampai tepat di depan Tasya, ia memberi senyum manis untuk saudara kembarnya itu.


"Lama!"ucap Tasya mengerucut kan bibirnya.


Ah terlihat sangat imut walau kening nya hingga batas hidung tertutup oleh topeng berwarna hitam pekat.


"Kau ini, aku juga manusia jadi wajar aku butuh waktu untuk berfikir dan menyelesaikan seleksi tadi"ucap Rey seraya duduk di sebelah Tasya.


Hampir saja ia percaya jika ilusi tersebut adalah Shan Shan nya yang ia rindukan.


"Apa yang membuat mu kesal Humm?"tanya Rey seraya menuangkan teh kedalam cangkir.


"Ilusi kedua"ucap Tasya mengerucut kan bibirnya lagi.


"Uhukk" Rey tersedak teh yang ia minum saat mendengar ucapan yang mengejutkan dari bibir mungil milik adik nya.


"Ehem hm haaah. Apa kau memiliki seseorang yang kau cintai?"tanya Rey setelah meredakan tenggorokan nya.


"Emm begitulah"jawab Tasya memanglingkan wajah nya yang memerah dibalik topeng nya.

__ADS_1


"Hahhah kau rupanya sudah besar adik ku"ucap Rey dengan tawa geli nya lalu mengelus kepala Tasya lembut.


"Hei! jangan berekspresi seperti itu!! itu membuat ku ingin memukul wajah mu dengan sepatu ku"ucap Tasya saat melihat wajah Rey yang menatap nya geli bercampur dengan ekspresi lembut. Ah entah seperti apa jika ekspresi itu tercampur.


"Hahahah.. kau sangat lucu adik ku"ucap Rey.


"Ehemm.. yuhuuu aku berasa obat nyamuk yang numpang tempat"ucap Amel yang memang sedari tadi telah berada di samping Rey tanpa mereka berdua sadari karena terlalu asik dengan pembicaraan mereka.


"Eh kau sudah selesai? Mengapa kau sangat lama? Kau bertambah lambat sekarang"ucap Tasya santai.


"Apa apaan itu!! aku ini juga butuh waktu tahu!! bukan seperti mu yang memiliki otak encer dan mental baja" ucap Amel lalu duduk bersandar di sofa.


"Kau kan sudah kulatih! jadi sudah pasti otak, kekuatan dan mental mu tak jauh berbeda dari ku"ucap Tasya tak mau kalah.


"Ya!! apa nya yang tak jauh berbeda?!! Level ku, otak ku dan mental ku sangat jauh dari kata 'tak jauh berbeda' "ucap Amel.


"Jika itu jauh maka dekatkan, apa susah nya"ucap Tasya.


"Hei!! sampai kapan pun aku tidak akan pantas jika bersaing dengan dirimu kau tahu. Dan aku sama sekali tidak berniat untuk bersaing karena jika aku dalam masalah maka kau akan membantu ku"ucap Amel santai.


"Kau tida.."


"Hentikan pertengkaran tak bermutu kalian, telinga ku hampir pecah tahu"ucap Rey memotong perkataan Tasya.


Tasya dan Amel mendadak diam, entah mengapa mereka lansung kicep saat Rey angkat bicara. Sungguh sebuah prestasi untuk Rey karena bisa menghentikan perdebatan antar sahabat itu dengan sangat mudah nya.

__ADS_1


__ADS_2