
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
"Ya aku tahu semua nya, dan kau juga dari dunia atas kan? kau kemari juga bertujuan untuk mengetahui tentang portal itu, aku tahu Pangeran" ucap Tasya.
"Bagaimana bisa kau tahu"ucap Pangeran ke lima terkejut.
Rahasia nya selama ini yang telah disimpan dengan sangat baik hingga tidak ada yang curiga ataupun tahu. Dan gadis didepan nya ini tahu dengan mudah nya? Sungguh!! dia sangat terkejut.
"Tidak ada yang tidak aku ketahui Pangeran, aku pergi dulu dahh"ucap Tasya kemudian berbalik pergi.
Sedangkan Pangeran kelima masih termenung di posisi nya. Bagaimana gadis itu tahu jika dia dari dunia atas dan semua rahasia nya telah diketahui oleh nya.
"Heh tidak sesederhana yang terlihat rupanya" gumam Pangeran ke lima tersenyum tipis.
'Hei apa kau tahu dimana Spirit Beast ku? mengapa hanya mencari buruan saja sampai selama ini? awas saja mereka'
"Mana ku tahu! jika kau tidak tahu lalu bagaimana bisa aku tahu? aku yang baru saja lepas dari segel dan sekarang sedang bersama mu"ucap Sky sinis.
'Haihhh kau ini kenapa sangat cerewet? aku hanya bertanya jika kau tidak tahu maka bilang tidak! dasar cerewet!' batin Tasya kesal.
"Humm"
"Sungguh! aku akan membuang nya jika dia tidak berguna untuk ku"gumam Tasya.
"Kau membicarakan aku? aku adalah pedang yang sangat mulia harusnya kau bangga! semua orang menginginkan aku kau tahu?"ucap Sky membanggakan diri.
__ADS_1
"Diam!"ucap Tasya.
"Aku kan bisa bertelepati dengan mereka, ah aku lupa"ucap Tasya menepuk kening nya.
'Hei kalian semua dimana?!!"seru Tasya dalam hati.
Tasya mentelepati mereka ber enam namun malah tidak ada sahutan dari pihak lain nya.
"Haihh kemana mereka? aku sangat kesal"ucap Tasya mengerucut kan bibirnya.
Hari sudah semakin petang tetapi tidak ada tanda tanda kedatangan keenam Spirit Beast milik Tasya. Walaupun begitu tetapi Tasya malah menangkap seekor kelinci dan memanggang nya dengan olesan bumbu dari dalam ruang dimensi nya.
"Sky aku sangat merindukan Shan Shan"ucap Tasya.
"Salah sendiri tidak bersikap baik padanya saat kalian. bertemu"ucap Sky. Dia memang sudah tahu semua dari ingatan milik Tasya.
"Kan aku belum mengingat nya"ucap Tasya mengerucut kan bibirnya.
"Bicaralah dalam hati jika kau tidak mau disangka orang gila"ucap Sky mengejek.
"Hanya ada beberapa gadis setiap harinya yang mengaku menjadi dirimu, aku juga merasakan sesuatu terjadi pada Istana suami mu. Tapi suami mu sekarang sedang dalam pelatihan tertutup"
'Hahhh sangat cukup! memang apa yang terjadi dengan Istana miliknya?'
"Oh? aku tidak tahu, aku hanya merasakan itu saja"
'Sudahlah aku makan dulu'
Tasya mulai memakan kelinci panggang nya. Dia sangat lapar sekarang ini. Maklum belum makan:'v
"Hei Sky apa kau mau?"ucap Tasya menawari.
"Tidak!! aku akan tidur saja"ucap Sky.
__ADS_1
Brukkk
Seorang pemuda jatuh tepat di sebelah kaki Tasya dengan tidak elite nya. Entah siapa orang itu, dia seperti telah dilempar oleh seseorang. Tasya yang melihat hal itu hanya menaik kan sebelah alisnya.
"Siapa kau"ucap Tasya datar.
"Ma- maaf, mengganggu mu bisakah kau membantu ku? aku akan dibunuh oleh sekelompok pembunuh bayaran"ucap Pemuda itu.
'Haaah ini acara seleksi apakah berubah menjadi ajang untuk membunuh? sangat merepotkan!' batin Tasya.
"Hmm"
Tak lama kemudian datanglah sekelompok pembunuh bayaran yang berbeda dari orang orang yang menyerang Pangeran ke lima.
"Cepat serahkan pemuda lemah itu!!"seru ketua kelompok.
"Kalian ini seperti seekor semut dimataku kalian tahu? dan aku sekarang sedang malas bermain dengan kalian jadi kita damai saja Oke?"ucap Tasya santai.
"Hei Tuan bertopeng! jangan meremehkan kami!! serang!"seru ketua kelompok mulai melangkah maju untuk menyerang Tasya.
"Tunggu!!"seru Tasya merentang kan tangan nya.
Para pembunuh bayaran berhenti melangkah dan melihat apa yang akan dilakukan oleh Tuan kecil bertopeng di depan mereka ini.
Tasya yang melihat pembunuh bayaran itu patuh pun menyeringai. Kedua tangan Tasya bercahaya dan menghisap semua jiwa para pembunuh bayaran sekaligus dan dengan cepat. Pemuda yang ada di belakang nya terkejut. Bukankah yang bisa menghisap jiwa manusia hanya para iblis? tetapi orang di depannya ini tidak mempunyai aura seorang iblis.
Para pembunuh bayaran mulai berjatuhan dan tak ada tanda tanda kehidupan pada mereka semua.
"Hei mengapa kau melamun?"tanya Tasya pada pemuda itu seraya duduk di salah satu pohon yang tumbang.
Pemuda itu hanya tersenyum kikuk dan berterimakasih pada Tasya. Mereka berdua menikmati kelinci panggang yang telah dibuat oleh Tasya.
"Hei"ucap seorang pemuda yang tadi mengamati pertarungan yang menegangkan:'(
__ADS_1
"Hahh kau keluar juga Pangeran..."