Queen Of Life

Queen Of Life
Seketlimo


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


.


Mereka yang terpilih tidak diperbolehkan dibantu oleh hewan kontrak nya dan tentunya juga kultivasi. Bukan tetua atau siapapun itu yang melarang tetapi yang melarang adalah Tasya. Ya itung itung untuk latihan mereka.


Tasya tertidur dengan nyenyak nya, itu jika dilihat dari luar. Karena saat ini entah dimana dia. Ruangan itu sangat gelap sehingga dia harus meraba sekitar nya.


Jangan tanya mengapa dia tidak menggunakan element cahaya ataupun api karena dia sama sekali tidak bisa mengeluarkan element nya. Ada sesuatu yang menghalangi nya mengeluarkan element nya.


"Sebenarnya dimana ini? mengapa sangat gelap?" tanya nya pada diri sendiri.


"Dan mengapa Kekuatan ku tidak bisa keluar?"monolog nya lagi.


"Akhirnya kau datang juga bocah" suara berat dan keangkuhan itu terdengar di telinga Tasya.


"Siapa kau!"seru Tasya.


"Aku? Hahaha.. aku adalah senjata yang akan mendampingi mu melawan Raja Kegelapan. Jadi berbangga hati lah kau bisa berdampingan dengan ku ini"ucap suara berat itu angkuh.


"Kau?!!"seru Tasya tak bisa berkata kata. Dia hanya mengikuti firasat nya untuk berjalan ke pusat aura menyeramkan itu.


"Air? mengapa disini ada air yang menggenang?"monolog nya yang masih berjalan perlahan.

__ADS_1


"Cepat lah kemari!! kau sangat lambat! bagaimana mungkin bisa Ratu Raina memberikan ku pada mu yang sangat lambat ini!"ucap nya yang lebih ke memerintahkan.


"Diam lah cerewet!!"ucap Tasya kesal.


"Eh? apa kau bilang Raina?"ucap Tasya gemetar.


"Ya Ratu Raina" ucapnya bingung. Mengapa anak ini menjadi gemetar dan ekspresi nya berubah ketika ia mengatakan tentang Ratu Raina?.


"Kau.. kau adalah milik Ratu Raina?"tanya Tasya dengan suara bergetar.


"Dulu aku adalah senjata utama dari Ratu Raina yang agung itu, akan tetapi entah mengapa aku diberikan padamu dan disegel di ruang jiwamu"ucapnya lagi.


Tasya yang telah sampai di depan sebuah pedang berwarna biru terang yang bercahaya itu menatap pedang berukir lambang dari Ratu Kehidupan.


"Bodoh!! Ratu Raina adalah ibuku!!"seru Tasya mengingat dikehidupan nya yang bahagia bersama keluarga nya di Istana Awan dulu.


Dan mulai mengingat jika dirinya memiliki seorang suami saat usia nya 20 tahun. Ia mengingat semua kenangan yang terjadi dulu ketika ia menjabat sebagai Ratu Kehidupan. Memang ingatan nya belum pulih sepenuhnya.


"Shan Shan maafkan aku tidak mengingat mu. Maafkan aku Shan Shan"gumamnya mengingat Pemuda yang mengganggu nya waktu itu.


"Kau.. kau adalah Putri dari Ratu Raina? dan kau reinkarnasi Ratu Kehidupan Anantasya?!"ucap nya terkejut.


"Dasar bodoh!! mengenali ku saja kau tidak bisa?! bagaimana bisa ibunda memilih mu!"ucap Tasya sinis.


"Jangan meremehkan aku!! aku adalah pedang yang akan diturun temurun kan pada keturunan Ratu Kehidupan!! aku tidak mengenalimu karena aku disegel dibatu ini!! aku tidak bisa merasakan aura mu dan mengenali mu jika aku tersegel di batu ini!! aku adalah Pedang Legendaris!!"


"Aku tidak bertanya, dan kau ini sangat banyak bicara!"ucap Tasya.


Ratu Raina dulu belum memberi tahu apapun pada Tasya tentang Pedang Legendaris yang akan otomatis berada di tubuh seorang yang ditakdirkan menjadi Ratu Kehidupan.

__ADS_1


"Huh!! aku akan memaafkan mu jika kau melepaskan segel ini!"ucap nya angkuh.


"Tapi aku tidak mau tuh"ucap Tasya mengangkat bahu nya acuh.


"Kau!! jangan bermain main! jika kau tidak segera melepas segel ini dan tidak kembali ke kesadaran mu secepatnya maka kau akan terkurung disini selamanya!!!"seru nya kesal.


"Eh? sampai melibatkan nyawa? tapi baiklah dengan terpaksa aku akan melepaskan segelmu karena aku masih ingin hidup"ucap Tasya lalu mengucapkan sebuah mantra.


Seketika pedang itu bercahaya sangat terang hingga Tasya memejamkan matanya.


Krekk


Batu yang menyegel pedang itu retak kemudian hancur berkeping keping dan pedang itu melayang di hadapan Tasya yang masih memejamkan matanya.


"Hei bukalah mata mu bodoh!!"ucap roh pedang itu.


"Oh? siapa namamu?"tanya Tasya membuka matanya dan tidak menghiraukan ucapan roh pedang itu.


"Aku belum pernah di beri nama"ucap nya acuh.


"Huhhh baiklah mulai sekarang aku akan memanggil mu Sky!"ucap Tasya.


"Lumayan juga nama itu!"ucap nya dengan nada bicara yang sangat angkuh membuat Tasya kesal.


Pedang itu mulai masuk ke tubuh Tasya dan menyatu dengan nya. Dan saat itu juga Tasya yang tubuhnya tertidur di dahan pohon itu membuka matanya.


"Apa tadi aku bermimpi?"monolog nya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kau tidak bermimpi bocah!"seru Sky dalam pikiran Tasya.

__ADS_1


__ADS_2