Queen Of Life

Queen Of Life
Suwidak


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


.


Keesokan harinya~


"Aihhh aku terlambat!"ucap Tasya berlari ke kamar mandi.


Sedangkan para Spirit Beast milik nya malah bersantai dengan duduk di bawah pohon menikmati udara segar bersama Sky yang berwujud Roh.


Tak lama kemudian Tasya keluar dari Mansion nya dan mendapati Spirit Beast nya sedang bersantai.


"Kalian mengapa tidak membangun kan aku!!"ucap Tasya kesal lalu menghilang dan muncul di depan teman temannya yang sedang berjalan menuju Area seleksi.

__ADS_1


"Guru! bisa tidak jangan muncul tiba tiba"ucap Amel kesal.


"Ya maaf tadi aku bangun terlambat jadi ya teleport deh"ucap nya santai.


"Apanya yang bangun terlambat! kami mencari mu di kamar dan kau tidak ada, kami kira kau sudah pergi duluan"ucap Amel.


"Sudahlah.. dan jangan sampai tidak lolos ke seleksi terakhir. Mengingat seleksi terakhir adalah hal yang jarang"ucap Tasya.


"Aku tahu itu, seleksi ini tidak akan sebanding dengan latihan kita saat dihutan kabut. Jadi tenang saja ini sangat mudah"sahut Jingmi percaya diri.


"Yah dia benar, sangat mudah untuk kami lulus seleksi terakhir ini"ucap Shilin membenarkan.


Seleksi terakhir adalah ilusi, bisa dikatakan bahwa pada seleksi terakhir ini paling ditakuti oleh orang orang.


Dan ilusi terakhir adalah melawan diri mereka sendiri atau tiruan diri mereka. Bisa dikatakan jika ilusi terakhir ini hal tersulit bagi mereka, karena ketika mereka menyerang atau melukai tiruan mereka yang lain maka tubuh mereka akan ikut terluka.


Jika mereka tidak berfikir keras dan memikiki pemikiran luas maka mereka akan gagal. Bagaimanapun juga mereka tidak bisa yang namanya melukai diri sendiri.


Tak berselang lama, Tasya dan teman temannya sampai di tanah lapang. Disana terlihat banyak sekali orang, ya mereka adalah orang yang mengikuti seleksi ataupun hanya menonton.

__ADS_1


Disana juga ada beberapa Kaisar, Permaisuri, Raja maupun Pangeran dan Putri.


Tasya dan teman temannya duduk di kursi penonton. Di seleksi terakhir ini banyak dari Tetua Sekte Awan yang menghadiri. Ya Tetua Sekte pasti ingin melihat calon murid mereka yang mungkin akan sangat hebat.


Apalagi mereka tahu jika ada satu kelompok peserta yang menarik perhatian mereka. Siapa lagi jika bukan kelompok Tasya.


Terlihat seorang Pria paruhbaya berjalan menuju tengah tengah lapangan. Dia adalah salah satu dari para Tetua yang ikut. Tetua itu berbicara beberapa patah kata untuk pembuka lalu mengatakan semua peraturan.


"Baiklah silahkan masuk ke portal ini satu persatu"ucap Tetua itu dengan mengeluarkan portal berbentuk lingkaran di sebelah posisi nya.


Para peserta berbaris dan mulai memasuki portal satu persatu. Sedangkan Tasya dan teman teman nya berada di barisan paling belakang.


Banyak orang orang yang mengira jika mereka takut akan seleksi terakhir ini. Tapi itu bukanlah kenyataan nya, karena nyata nya mereka ber sembilan berjalan dengan santai tanpa takut maupun gugup.


Semua peserta telah memasuki portal dan hanya tertinggal para Kaisar Permaisuri, Tetua Sekte Dan para penonton disana. Bingung juga sih, untuk apa mereka kesana tetapi tidak bisa melihat apa yang ada di dalam portal ilusi itu.


Di tempat Tasya


Saat Tasya melangkah kan kaki nya dengan santai. Tekanan disana sangat berat namun itu tak berpengaruh pada Tasya sedikit pun.

__ADS_1


Tiba tiba muncul lah suatu suasana yang membuat hati nya meringis. Tangan nya mulai mengepal dengan sangat erat dan menggertak kan gigi nya. Tapi itu hanya beberapa detik, dengan cepat ia kembali pada ekspresi datar nya.


"Cih.. jika aku bertemu dengan nya lagi, akan aku pastikan kau hancur ditangan ku" gumam Tasya berdecih.


__ADS_2