
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
Orang yang lainnya terfokus pada apa yang mereka lakukan tanpa melihat Ana. Sungguh gadis kecil yang diabaikan!
Ana menutup matanya dengan tangan yang mengepal.
Dahi berkerut menciptakan garis garis.
Pada suasana yang dingin karena salju dan angin menyapu apapun yang dilewati. Pohon-pohon bergoyang seirama yang membuat Ana seperti Ratu alam yang menyatu dengan alam.
Ana saat ini sedang duduk bersila dan tangan nya disatukan di depan perut.
Tidak ada yang menyadari apa yang dilakukan oleh Ana kecuali Shilin yang sangat peka.
Pada awalnya, Ana merasakan kekuatan nya berada di sekitar sini. Namun tanpa diduga, itu menghilang dan baru sekarang ia mencari 1/3 kekuatan nya melalui aura yang ia sebar secara diam diam.
Sudut mulut nya terangkat sebelum membuka mata nya yang bersinar.
Tepat saat ia membuka matanya, Jiao memanggil untuk makan malam.
Entah sejak kapan mereka bertiga begitu akrab dan berbaur. Di antara para Kakek tua itu, ada 2 hingga 3 pemuda yang seusia mereka.
Dapat dipastikan level kultivasi mereka cukup tinggi karena ikut pergi ke pegunungan salju ini.
Ana mengangguk dan melangkahkan kaki nya yang seputih salju dan selembut sutra ke arah sekumpulan orang yang duduk melingkar di atas tikar.
"Aku tahu itu konyol tapi itulah yang terjadi! Uh aku sangat malu saat itu."Ucap Jingmi yang entah bercerita tentang apa.
__ADS_1
"Hahaha! Aku juga pernah mengalami nya! Bahkan pernah di kejar oleh temanku hanya karena hal yang sepele." Ucap salah satu pemuda.
Ana: "..." Bukankah kau hanya di kejar oleh teman mu? Apa nya yang lucu?
Ana tidak tahu apa yang mereka tertawakan dan lelucon macam apa yang di sampaikan oleh Jingmi dan Jiao.
"Ana! Kemarilah! makanan sudah siap." Seru Jiao saat merasakan kedatangan Ana.
"Ya." Balas Ana duduk di sebelah Jingmi dan Shilin.
Dia diapit oleh Jingmi dan Shilin karena hanya tempat itu lah yang tidak ada orang nya.
"Khemm!" Seorang pemuda di samping Kakek tua yang mereka tanyai untuk pertama kalinya.
Pemuda itu memiliki wajah cukup tampan untuk membuat para gadis melemparkan diri ke sisinya.
Dia adalah Cucu Kakek tua yang pertama kali mereka tanyai saat di pegunungan salju ini. Kakek itu bernama Yun Guang dan Cucunya bernama Yun Yi.
"Ah ini adalah Ketua sekaligus guru kami, Ana." Jiao memperkenalkan seraya tersenyum ramah.
Dia adalah Tuan Muda dari suatu Kekaisaran yang kuat. Ayah nya adalah salah satu Menteri terbaik di Kekaisaran nya dan Ibu nya seorang bos dari rumah lelang.
Ana mengangkat sebelah alisnya dan dengan acuh tak acuh meraih beberapa hidangan di hadapan nya.
Mungkin mereka membawa bekal atau mungkin mereka memasak di sini. Namun tidak ada tanda tanda seseorang memasak di sini. Itu artinya mereka membawa bekal yang di letakkan di cincin ruang.
Yun Yi tersenyum misterius ketika mendapat tanggapan dari Ana yang jauh dari yang ia bayangkan.
Biasanya para gadis akan langsung jatuh hati ketika dia tersenyum. Namun gadis ini benar benar mengabaikan nya. Sungguh menarik!
"Ana, apa kita akan bergabung dengan mereka?" Tanya Jingmi berbisik di telinganya.
"Lakukan, dan kau akan ku tinggalkan!" Ucap Ana dengan dingin.
__ADS_1
"Uh kau begitu kejam Ana."Ucap Jingmi menggeleng keras.
Dia tidak mau terpisah dengan Ana, karena ia menganut paham 'Pergi bersama, pulang bersama'
"Bodoh! Jika kita bergabung dengan mereka, kapan kita akan sampai?!" Bisik Jiao memukul kening Jingmi.
Jingmi mengusap keningnya dan menatap Jiao dengan polos. Jiao memutar bola mata nya malas dan memasukkan makanan ke mulutnya dengan kasar.
"Aku benar benar ingin membunuhnya." Gumam Jiao kesal.
Jingmi terkekeh melihat kekesalan Jiao.
"Kalian tinggallah bersama kami malam ini, atau kalian bisa bergabung dengan kami. Sejujurnya aku khawatir dengan kalian yang tanpa orang tua pergi ke pegunungan salju ini."Ucap Yun Guang tersenyum hangat.
Dia adalah orang baik menurut para tetangga dan orang yang mengenal diri nya, tapi entah itu benar atau tidak.
"Tidak."Ana menjawab dengan singkat dan datar.
"Maksudnya, kami akan pergi malam ini. Dan kami juga tidak akan bergabung dengan kalian. Terimakasih atas tawaran nya dan ke khawatiran nya. Kami memiliki sesuatu untuk di lakukan."Ucap Shilin dengan panjang.
Ekspresi Yun Yi menggelap ketika mendengar penolakan mereka yang di dominasi oleh Ana, gadis menarik itu.
"Bahaya jika kalian berkeliaran tanpa orang kuat yang melindungi kalian, kami semua memiliki level tinggi dan kami dapat melindungi kalian berempat. Jadi, mari bergabung!" Ucap Yun Yi.
Jingmi menatap Yun Yi dengan tatapan penuh ejekan.
Hei bukankah mereka yang perlu di jaga? Bahkan belum lama mereka di pegunungan salju ini, mereka telah kehilangan setidaknya 2 orang.
"Tetap tidak! Kami memiliki hewan kontrak dan itu cukup kuat."Ucap Jiao setengah berbohong.
"Ka--"
"Baiklah tidak apa, tapi jika sesuatu terjadi atau kalian butuh bantuan, kabari kami dan kami akan membantu."Potong Yun Guang tersenyum dengan ramah.
__ADS_1
Tidak tahu apa yang di pikirkan oleh Kakek nya, Kakek nya tahu jika dirinya memiliki ketertarikan pada gadis itu. Entah mengapa Yun Yi merasa kesal dengan Kakek nya.