Queen Of Life

Queen Of Life
Telungpuluh


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


.


.


"Guru pernah berkata tentang yang terpilih tetapi apakah aku juga menjadi yang terpilih?" gumamnya.


"Dan apakah Tasya juga menjadi yang terpilih?" ucap Rey frustasi.


______________________________________________________________》》》》


2 tahun kemudian~~


Terlihat seorang gadis yang sedang berjalan santai dengan enam pemuda disisi kanan dan kirinya, ya dia adalah Tasya. Mereka bertujuh akan pergi ke tempat Amel dan yang lain.


"Hei bisakah kalian masuk ruang dimensi ku?" tanya Tasya kesal. Dirinya telah menjadi tontonan masyarakat karena enam pemuda tampan itu.


"Haisss baiklah" ucap mereka bersamaan dan menghilang tanpa jejak (kecuali Felix) ditempat yang sepi.


"Nah gitu dong" ucap Tasya seraya berjalan menuju goa dua tahun lalu.


Mereka berangkat menggunakan kereta kuda satu minggu yang lalu karena Tasya yang ingin melihat kondisi disini. Tasya tidak pernah keluar Istana Awan dari dua tahun lalu.


"Huftt sudahlah mari kita naik kereta lagi"ucap Tasya seraya berjalan menuju kereta nya terparkir. Tasya dan hewan kontraknya memang beristirahat di pasar untuk membeli sesuatu.


"Baiklah mungkin besok kita akan sampai di goa itu"ucap dengan wujud rubahnya yang kecil.


Tasya masuk kedalam kereta dan melanjutkan perjalanan. Jika ada yang bertanya siapa yang mengemudi kan kereta, jawabannya adalah Yuan menyihir pohon menjadi manusia yang hanya bertahan 10 jam.


Disisi lain


Seorang pemuda berjubah ungu sedang duduk diatas salah satu pohon dengan aura yang sangat kuat disekeliling.


"Heh sudah lama aku tidak melihatmu. Kau semakin cantik saja" ucap pemuda itu dengan tersenyum tipis.


"Sebentar lagi kita akan bertemu dengan resmi istri" ucapnya dengan tersenyum miring.


Ditempat Tasya


Sedari tadi Tasya merasa ada yang mengawasinya tetapi ia tidak tahu dimana tepatnya keberadaan orang yang mengawasinya.


'Ah ini pertama kalinya aku tidak bisa mengetahui keberadaan seseorang yang mengawasiku. Apakah orang itu lebih kuat dariku atau kekuatan ku yang menurun?. Membingungkan' batin Tasya bingung tetapi ia juga merasa bahwa orang yang mengawasinya tidak memiliki niat jahat.


"Tau ah bodoamat" ucap Tasya kesal. Hewan kontraknya yang mendengar itu pun kebingungan, apa yang dipikirkan oleh Queen nya itu sampai kesal seperti itu.


Keesokan harinya


Tasya saat ini berada di depan air terjun lalu mulai masuk kedalam goa dibalik air terjun dan mendapati Tujuh orang dengan posisi lotus.


"Heiii kalian mau sampai kapan seperti itu?"tanya Tasya seraya tersenyum tipis. Ia melihat kenaikan level mereka sangat cepat dan merasa bangga.

__ADS_1


Mereka mulai membuka matanya satu persatu. Dan melihat Tasya dengan tatapan kesal karena waktu terakhir kali mereka bertemu.


"Heii kenapa melihatku seperti itu?"tanya Tasya dengan tampang bingung nya.


"Guru apakah kau sudah cukup bersenang senang?"ucap ucap Quon menyindir.


"Eh? heheh aku tidak bersenang senang tapi aku juga berlatih"ucap Tasya seraya tersenyum tipis.


"Begitukah?"tanya Shilin datar.


"Woaahh aku suka kau yang sekarang Shilin"ucap Jingmi.


"Aku bukan gay"ucap Shilin datar.


"Bukan itu maksudku, maksudku itu akhh"ucap Jingmi lalu berteriak frustasi. Tasya dan yang lain pun tertawa. Shilin telah membuka hatinya untuk menerima Tasya dan yang lain keluarga. Dia dulu tidak pernah merasakan hangatnya keluarga jadi ia berfikir untuk menerima mereka menjadi keluarga dan melindungi mereka semua dengan tangannya sendiri.


"Sudah cukup tertawanya, kalian lihat kultivasi kalian sampai dimana" ucap Tasya tersenyum.


Mereka pun melihat kultivasi mereka yang awalnya rendah menjadi naik level dengan sangat pesat.


~Amel berada dilevel 8 tingkat 10.


~Jiao level 8 tingkat 1


~Yihua level 7 tingkat 10


~Jingmi level 8 tingkat 2


~Quon level 8 tingkat 3


~Shaosheng level 8 tingkat 5


Amel ingin menerobos tapi dia tidak dapat melakukan nya karena naik level dan naik tingkat bukanlah mudah tetapi sangat sulit.


Mereka yang melihat kultivasi nya pun sangat terkejut hingga menjatuhkan rahang mereka.


"Ini.. ini apakah benar.. Benar level 8 tingkat 3?"ucap Quon terkejut.


"Ya kalian berhasil jadi beristirahat lah dulu, besok kita akan mulai berlatih."ucap Tasya lalu keluar dari goa dan membuat rumah pohon di sekitar air terjun. Tasya membuat nya menggunakan element tumbuhan. Beberapa menit kemudian jadilah 2 rumah pohon.


"Yang laki laki disebelah kiri dan perempuan sebelah kanan"ucap Tasya.


"Apa kita perlu alas untuk tusur" ucap Yihua.


"Di dalam nya sudah ada 2 tempat tidur serta selimut dan bantal guling"ucap Tasya.


"Aku akan pergi dulu. Kalian jangan khawatir dengan hewan spiritual disini, mereka tidak akan berani mengganggu kalian karena kalian telah mengakuiku sebagai guru"ucap Tasya.


"Dan jika kalian ingin mencari hewan kontrak maka aku mengizinkan tetapi jika hewan itu tidak mau menjadi hewan kontrak, kalian jangan memaksa. Apa kalian faham?" ucap Tasya yang di akhiri dengan kalimat tanya.


"Faham guru"ucap mereka bersamaan kecuali Amel.


"Ta, aku akan ikut denganmu"ucap Amel.


"Oke yok" ucap Tasya lalu menyeret Amel dan memasuki ruang dimensi Tasya.


"Ta aku rasa ada yang kurang gitu" ucap Amel saat sampai dan duduk di ruang makan di mansion utama.

__ADS_1


"Ya aku juga ngerasa kek gitu" ucap Tasya.


"Apa mungkin ada salah satu dari kita yang belum bergabung?"tanya Amel.


"Tapi di buku dan kata hewan kontrak ku kita hanya ada 8" ucap Tasya heran.


"Iya juga ya trus gimana woyyy. Aku ngga nyaman ini" ucap Amel kesal.


"Aku juga aelahh"ucap Tasya yang ikut kesal.


"Tau ah kita cari bukunya aja kali ya di perpustakaan" ucap Tasya seraya memakan makanan nya.


"Yaudah ayok" ucap Amel seraya berdiri.


"Ella be*o kita lagi makan nji*" ucap Tasya kesal.


"Oiya lupa"ucap nya cengengesan seraya duduk kembali.


"Dasar bodoh "umpat Tasya pelan.


"Ta aku denger" ucap Amel melanjutkan makan.


"Iya iya maap"ucap Tasya.


Setelah mereka selesai makan, mereka pun memasuki perpustakaan baru yang didalamnya sangat lengkap.


Tasya dan Amel mulai mencari buku itu dan membacanya dengan sangat teliti dan serius.


1 jam kemudian


"Ta aku capek tau. Ni mata kek kena sambal"ucap Amel.


"Lebay amat dah" ucap Tasya yang masih membaca dengan buku di tangan nya.


"Aelahh akutuh capekkk" ucap Amel seraya meletakan tangan kanannya di dahi.


"Bisa diem ga sih"ucap Tasya kesal.


"Iya diem nih diem "ucap Amel lalu melanjutkan mencari buku.


Mereka membaca dan mencari petunjuknya lagi dengan sesekali bertengkar kecil dan mengeluh. Tak lama kemudian mata Tasya terbuka lebar dengan apa yang dilihatnya dibuku tua yang tebal di tangan nya itu.


"Woyy ini apa apaann" ucapnya Tasya terkejut.


"Apasih" ucap Amel.


"Bener bener dah.. kita bukan hanya ada 8 tetapi kita masih kurang satu orang lagi yang berarti kita ada sembilan" ucap Tasya.


"Lalu siapa dia?" tanya Amel penasaran.


"Dia adalah.."


***Eps 30 selesai~


Maaf kalo lama Up nya, Thor lagi banyak tugas soalnya..


Jangan lupa like komen dan Vote~

__ADS_1


See youuu👋😉***


__ADS_2