
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
Hari sudah mulai petang dan sekarang ke delapan orang masuk ke penginapan sebelum nya untuk makan malam bersama di rumah makan.
Sekarang Tasya masih berada di ruang dimensi dan akan keluar tetapi malah mendengar rengekan dari Spirit Beast milik nya.
"Bisakah kalian diam?"tanya Tasya kesal. Sedari tadi ia ingin keluar dari ruang dimensi nya tapi tidak bisa.
"Ayolah Queen ajak aku keluar"ucap Felix.
"Queen bisakah kau mengajak ku keluar?"tanya Gold.
"Queen"ucap Black dengan wajah memelas.
"No!!"ucap Tasya tegas.
"Queen aku bisa menjadi seperti biasa yaitu perhiasan"ucap White.
"Queen kami sangat bosan disini" ucap Blue memelas.
"Aku sangat bosan queen.. kami ikut keluar ya?"ucap Yuan.
"Tetap tidak"ucap Tasya dengan tegas.
"Queen" ucap mereka kompak seraya mengeluarkan puppy eyes nya.
__ADS_1
Melihat itu Tasya hanya bisa meng iya kan saja. Dengan raut lelahnya Tasya keluar dari ruang dimensi diikuti oleh Spirit Beast nya.
"Kalian keluar saja duluan"perintah Tasya pada keenamnya untuk keluar dari penginapan. Mereka sebenarnya ingin melihat lihat di sekitar Ibu Kota disini.
"Baik" ucap mereka bersemangat lalu berbalik pergi.
"Astaga pasti udah ditunggu di bawah nih sama mereka ber delapan" ucap Tasya teringat.
Dia pun bergegas untuk membersihkan tubuhnya dan segera keluar menggunakan topeng dan jubahnya.
"Hai maaf terlambat"ucap Tasya tersenyum konyol.
"Apa? kami sudah selesai makan dan guru baru sampai?"tanya Jiao kesal.
"Hehehe maaf maaf aku baru saja keluar dari ruang dimensi"ucap Tasya lalu memesan makanan.
"Kalian tunggu aku makan oke"ucap Tasya.
Beberapa waktu kemudian makanan yang telah dipesan oleh Tasya pun datang dan Tasya langsung memakan nya dengan lahap tanpa tahu jika yang lainnya melihat nya dengan rahang kebawah.
"Guru kau tidak makan berapa tahun?"tanya Amel.
"Oh hehe aku tidak makan siang tadi jadi aku sangat lapar"ucap Tasya cengengesan.
"Oh hampir lupa, apa kalian ingin melihat lihat di pasar?"tanya Tasya tersenyum.
Beginilah sifat Tasya jika sedang bersama orang yang telah dianggapnya keluarga, jika dengan orang luar maka dia akan mengeluarkan sifat dingin dan hawa membunuh miliknya.
"Ah aku ingin, pasti sangat indah jika malam hari"ucap Yihua.
"Aku juga pasti nya"ucap mereka kompak kecuali Rey yang sedang melamun.
"Heii kalian ini mengapa seperti ingin paduan suara saja?"ucap Tasya memutar bola matanya malas.
__ADS_1
"Ohya Kak Rey, apa kau ikut? mengapa kau diam saja?"tanya Tasya melihat ketempat Rey.
"Eh? iya aku ikut"ucapnya saat tersadar.
"Kau sedang memikirkan apa?" tanya Tasya saat melihat raut wajah Rey yang seperti ingin berbicara tetapi ditahannya.
"Aku tidak apa apa"ucap Rey tersenyum tipis.
"Hah? baiklah ayo pergi"ucap Tasya lalu berdiri dari duduknya.
Di pasar saat malam hari sangat indah ya mungkin ada beberapa hal yang berbeda dari Kekasiran lain. Tasya dan yang lainnya hanya melihat lihat, jika ada yang cocok maka akan dibeli.
Di cincin ruang mereka juga telah diberi setumpuk koin emas oleh Tasya saat pertama kalinya cincin itu diberikan pada mereka. Tasya masih memiliki banyak harta di ruang dimensi, di Istana Awan maupun di Istana Black Dragon.
Jadi tak perlu khawatir dengan keadaan ekonomi mereka. Yang lainnya hanya ternganga saat Tasya menceritakan seberapa kaya nya dia di dunia bawah ini. Belum lagi hartanya yang berada di Istana Ratu Kehidupan di dunia atas.
"Kak Rey"panggil Tasya tersenyum manis.
"Kenapa?"tanya Rey menghadap kearah Tasya.
"Aku sangat lelah"ucap Tasya berakting.
"Mau Kakak gendong?"tanya Rey yang mengerti maksud Tasya. Sedangkan yang lainnya memutar bola matanya dengan malas melihat Tasya yang bersikap manja pada kembaran nya.
"Mau!"ucap Tasya tersenyum manis.
Rey mengambil posisi untuk menggendong Tasya. Tasya yang melihat itu pun sangat senang, ya dia dari dulu sangat menginginkan kasih sayang dari orang terdekat nya apalagi keluarga. Karena dulu di dunia modern ia hanya bersama Amel saja.
"Ayo aku ingin membeli beberapa belati untuk menambah koleksi ku"ucap Tasya semangat.
"Baiklah ayo tapi kau harus membelikanku sesuatu"ucap Rey. Dia memang belum pernah menerima barang dari adiknya ini.
Yang lainnya dibelakang Tasya dan Rey sangat kesal karena tidak dianggap. Hahhh mereka berdua seperti sepasang kekasih saja, pikir mereka.
__ADS_1
'Serasa dunia milik berdua'batin Amel memutar bola matanya malas.