
Happy reading**
.
.
.
.
"Ta kau akan melatih kita dimana?" tanya Amel yang sedang membuntuti Tasya.
"Kau juga akan tahu nanti. Bye byeee" ucap Tasya lalu masuk ke kamar nya. Amel yang kesal pun masuk ke kamarnya yang di sebelah kamar Tasya.
__________________________________________________________________》》》》
Keesokan harinya**
Pagi pun tiba mereka yang terpilih sedang berada di belakang akademi untuk membicarakan tentang keluar dari keluarga mereka masing masing kecuali Tasya, Yihua, Amel dan Shilin. Shilin adalah seorang pengembara yang sudah tidak memiliki Orang tua.
Setelah mereka selesai berbicara tentang keluarga, mereka pun menuju ruang kepala akademi untuk keluar dari akademi.
"Kepala akademi, kami ingin keluar dari akademi ini" ucap Amel.
"Kalian berdua baru berapa hari di akademi ini dan kalian sudah mau keluar dengan membawa mereka?" tanya kepala akademi dengan kebingungan.
"Tujuan ku kemari adalah untuk menjemput mereka. Setelah aku menemukan mereka maka aku akan membawa mereka." ucap Amel mewakili.
"Untuk apa? Ini adalah Akademi terbaik di Kekaisaran ini, Akademi ini juga banyak diminati oleh orang2 tapi kalian menyia-nyiakan kesempatan ini dan keluar dari Akademi?" ucap kepala Akademi dengan heran.
"Sudah lah ini surat pengunduran diri kami, Guru mari kita bergegas" ucap Jiao seraya meletakkan kertas di meja kemudian menghadap kepada Tasya dan keluar diikuti teman teman nya di belakang.
"Siapa gadis itu sebenarnya hingga mereka memanggilnya Guru?" gumam Kepala Akademi.
Saat mereka keluar dari ruang kepala Akademi, mereka menjadi pusat perhatian karena mereka terkenal dengan sebutan lemah dan berjalan bersama murid baru.
Bisikan bisikan menghina dilontarkan kepada Tasya dan teman teman nya.
"Para anjing menggonggong dengan keras" sindir Jiao.
__ADS_1
"Sudahlah anggap saja angin lalu" ucap Tasya.
Setelah mereka keluar dari akademi, mereka pun pergi ke arah hutan kematian yang sangat dekat dengan Akademi.
"Mengapa kita pergi ke hutan ini? Apa kau tak tahu? Hutan ini sangat berbahaya. Kita bisa mati konyol jika masuk ke hutan ini." ucap Jingmi.
"Hmm tidak akan ada hewan yang akan mengganggu kita selama ada Tasya disamping kita" ucap Amel santai.
"Memang Guru bisa mengusir hewan roh kuat yang ada disini?" tanya Quon.
" Haisss kalian kenapa banyak omong sih, ayo cepet masuk kedalam hutan. Tidak akan ada hewan roh yang menyerang kita, percaya saja padaku" ucap Tasya meyakinkan seraya berjalan masuk kehutan.
Mereka pun masuk kedalam hutan dan berjalan lurus hingga dilapisan terakhir hutan kematian.
"Mengapa sedari tadi tak ada hewan yang menyerang kita?" tanya Quon pelan.
"Sudah kubilang tidak akan ada hewan yang akan menyerang kita" jawab Amel.
"Kita sudah sampai" ucap Tasya.
Didepan mereka terlihat air terjun yang sangat jernih.
"Ikuti aku" ucap Tasya seraya berjalan menuju gua dibalik air terjun dan diikuti oleh teman teman nya.
"Woaaahh ternyata dibalik air terjun ada gua" ucap Jiao kagum.
"Disini energi alam sangat berlimpah. Kalian akan kultivasi disini selama 2 Tahun dan akan kuberi pil peningkat kultivasi ini" ucap Tasya seraya memberikan pil kultivasi yang dibuat olehnya.
"Ini.. ini pil dengan kemurnian 100%!!" ucap mereka terkejut kecuali Jiao dan Amel.
"Huhh mengapa orang orang yang melihat pil buatan ku selalu terkejut?" ucap Tasya heran.
"Baiklah kalian berkultivasi lah, Amel kultivasi mu sudah sangat tinggi, apakah kau ingin berkultivasi lagi?" ucap Tasya.
"Tidak, aku sudah berada di level 8 tingkat paling akhir dan untuk ke level berikutnya aku tidak akan sanggup" ucap Amel.
"Amel kau sudah di level 8 tingkat paling akhir? Kau benar benar jenius" ucap Shao kagum.
"Ya kau benar, Orang orang yang ada di daratan ini sangat sulit mencapai level itu bahkan kaisar pun yang paling kuat adalah level 7 tingkat 3" ucap Quon kagum.
__ADS_1
"Berhenti memuji ku" ucap Amel.
"Baiklah kalau begitu Amel akan berjaga di gua ini dan berlatih sendiri dulu" ucap Tasya tenang.
"Kau?" tanya Shilin dengan dingin dan datar.
"Aku akan bersenang senang sambil menunggu kalian dan sebelum peperangan itu terjadi. Setelah kalian berkultivasi aku akan kembali dan melatih kalian. dan Amel kau tak boleh meninggalkan gua ini atau kau akan dimakan oleh hewan roh yang ada disekitar sini." ucap Tasya.
"Kalau aku lapar?"tanya Amel.
"Ini pil makanan untuk mu" ucap Tasya seraya memberikan 1 botol besar berisi pil makanan.
"Itu cukup untuk 2 tahun" lanjut Tasya.
"Kau enak enak kan bersenang senang sedangkan kami sibuk berkultivasi juga berlatih huh" ucap Jingmi.
"Itu salah kalian karena tidak pernah berlatih dengan giat. Sedangkan aku sudah bisa menggunakan element ku dengan sempurna dan kultivasi ku juga sudah lumayan. Jadi kalian nikmati lah hehehe" ucap Tasya lalu terkekeh. Dan membuat mereka semua kesal.
"Jangan kesal terus menerus, berkultivasi lah mulai sekarang. Aku pergi dulu daahhh"ucap Tasya seraya pergi dan melambai kan tangan nya.
Setelah Tasya keluar dari gua, Tasya pun membuat Array di sekitar gua dibalik air terjun.
Saat selesai, Tasya pun pergi keluar hutan dengan senang hati.
"Hohoho aku sudah lama ingin berjalan jalan tanpa beban dan sekarang aku bisa. Aku harus bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik hohoho.." ucap Tasya girang.
.
.
.
.
.
**Eps 22 selesai~~
Jan lupa like komen dan Vote yo**...
__ADS_1
See youuu👋😉