
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
Saat Tasya sampai tepat di depan pria itu, ia langsung menusuk jantung pria itu dengan belati yang dia ambil dari balik jubah nya. Beberapa saat kemudian tubuh pria itu mulai menghilang.
'Huh hari ini membuat ku kesal saja!'batin Tasya kesal.
Sungguh!! hari ini mood nya rusak karena ilusi menyebalkan itu. Dia sudah lama tidak bertemu dengan Liu Yaoshan. Haaaah dia sangat merindukan pria itu.
'Kapan dia akan menemui ku? mengapa dia sangat lama! apa dia tidak tahu jika aku sedang bersusah payah untuk pergi ke dunia atas, awas saja kau Shan Shan!' batin Tasya cemberut.
"Jangan memikirkan nya terus menerus! lihat lah ke depan sana" ucap Sky.
'Hei jangan mengganggu ku!' batin Tasya membalas.
Dia sangat kesal mendengar suara Sky yang muncul di pikirkan nya. Andai saja dia bisa membuang nya ke laut agar tidak bisa kembali lagi. Sky memang suka banyak bicara, namun itu hanya dengan orang terdekat nya.
"Terserah pada mu saja, aku malas berbicara dengan mu. Aku akan meminum teh bersama teman teman ku"ucap Sky.
'Hm'
Entah sejak kapan Sky dan Spirit Beast milik nya menjadi akrab. Karena setahu nya mereka tidak seakrab itu. Aihhh akan lebih baik jika mereka akrab dari pada bertengkar dan membuat nya repot.
Tasya menghela nafas berat saat menyadari kedatangan seorang gadis memakai hanfu berwarna putih bersih dengan rambut nya yang di ikat satu. Wajah yang seperti barbie itu memandang Tasya dengan datar nya.
__ADS_1
"Secepat itu kau datang?"tanya Tasya pada gadis itu dengan dingin.
"Hmm mari kita bertarung untuk mengetahui siapa yang lebih baik"ucap gadis tersebut datar.
Sungguh!! Tasya merasa sangat kesal sekarang. Apa apaan wajah datar nya itu, Haaah mungkin ini yang dirasakan oleh orang yang biasa berbicara dengannya.
Untuk apa keduanya bertarung jika pada akhir nya tidak akan ada yang menang? Ya gadis cantik di depan Tasya adalah tiruan nya.
Sangat mirip! ditambah lagi dengan sikap acuh tak acuh nya, betapa dingin nya dan wajah datarnya itu. Saat Tasya berhadapan dengan tiruan nya, ia seperti sedang mengaca.
"Itu tidak di perlukan, mari kita diskusikan saja" ucap Tasya santai namun itu tidak cocok dengan wajah datarnya.
Tiruan nya mengangkat sebelah alisnya lalu ia duduk di tanah sama seperti Tasya yang memang sedari tadi duduk tanpa ada niatan untuk berdiri.
"Baiklah apa yang akan kau lakukan"ucap tiruan nya duduk bersila dengan tenang.
Dia sangat tahu bagaimana sifat nya, pasti tiruan nya ini akan tetap tenang sama seperti nya. Haah seharusnya keduanya bertarung dan saling melukai sama seperti peserta lain, namun mereka malah dengan santai nya duduk dan berdiskusi.
Mana ada hal yang seperti ini!! jika ada yang melihat ini, mungkin akan mutah darah. Karena semua peserta akan bermusuhan dengan tiruan nya dan pasti akan saling menyerang.
"Bagaimana jika kau menghilang saja, itu akan lebih cepat selesai" Tasya mengajukan pendapat yang merugikan pihak lain.
"Tidak! jika aku menghilang maka kau akan menang dan aku kalah"ucap tiruan nya datar.
"Lalu apa? Kau hanya lah tiruan ku, Siapapun yang menang sama saja"ucap Tasya malas.
"Jika begitu, kau saja yang mengalah"ucap tiruan nya dengan menyelonjorkan kaki nya.
"Mana bisa begitu!" Tasya memelototi tiruan nya itu.
"Aihhh bisakah kau berpikir! otak mu itu sangat pintar, mengapa tidak menggunakan nya"ucap tiruan nya sinis.
__ADS_1
"Jika tidak menemukan ide juga, kita akan bertarung"lanjut tiruan nya duduk dengan malas.
"Iya!! bisakah kau sabar!"ucap Tasya kesal. Tiruan nya hanya mengangkat pundaknya dengan acuh tak acuh.
Tasya berpikir keras kali ini, karena jika keduanya bertarung sama seperti yang lain, maka dia sendiri yang akan rugi. Bayangkan saja keduanya bertarung lalu Tasya melukai tiruan nya dan diri nya juga akan menderita luka yang sama.
'Aku akan menghilangkan nya saja, sangat merepotkan jika harus bertarung dengan nya. Haah bagaimana cara nya aku menghilangkan nya tanpa melukai?' batin Tasya berpikir keras hingga dahinya mengerut dan tangan nya memijat pelipis nya.
"Ah aku tahu!"ucap Tasya mengagetkan tiruan nya yang sedang memainkan daun kering.
"Apa?"tanya tiruan nya mengangkat sebelah alisnya.
"Kau hanya perlu diam dan juga tutup mata mu" ucap Tasya datar.
"Hm" dehem tiruan nya lalu menutup mata nya dan kembali duduk di posisi bersila.
Tasya mulai memfokus kan pikiran nya lalu menyentuh salah satu pundak tiruan nya. Cahaya terang menyelimuti keduanya, tiruan nya mulai menghilang meninggalkan serpihan serpihan seperti bintang kecil.
Cahaya itu mulai menghilang dan terlihat Tasya yang hanya diam dengan tatapan datar nya.
"Akhir nya selesai juga"gumam Tasya.
.
.
.
.
***Semuanya.. maaf ya up nya lama. Thor usahain untuk up setiap hari setelah ini..
__ADS_1
Tolong dukung Author agar semangat nulisnya dengan cara Like, Komen dan Vote.. Jangan lupa jadikan favorite..
SEE YOUUUU 😉👋***