
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
.
Tasya dan yang lain nya hanya menghela nafas panjang. Ya mereka bertujuan untuk menyelesaikan seleksi pertama dihari ini juga agar tidak perlu repot repot bolak balik.
__________
Sampai di penginapan mereka langsung memesan makanan di rumah makan penginapan.
"Oh apakah besok kita mendapat giliran terakhir lagi?"tanya Jiao.
"Tidak, mungkin saja kita akan mendapatkan giliran di pertengahan atau di giliran pertama"ucap Amel memakan makanan yang telah tersaji.
"Untung nya aku sudah mengikuti seleksi hari ini"ucap Sheng bersyukur.
"Hahh masih ad.."
Brakkk
"Heh dasar kalian buruk rupa!! sedang apa kalian disini! disini bukan untuk rakyat jelata seperti kalian!"ucap Fang Yin dengan keras.
"Pergi sana rakyat jelata"ucap Li Hua dengan tatapan mengejek.
"Kalian tidak akan mampu membayar makanan yang ada disini"ejek Fang Yin tersenyum sinis.
Tasya dan teman temannya hanya diam dan melihat aksi pengganggu ini.
"Mengapa diam hah!! apa kalian takut?" ucap Fang Yin lagi.
"Hahah sudah pasti mereka takut, kita adalah Tuan Putri"ucap Li Hua tertawa mengejek.
"Ya kalian bersujud lah dibawah kaki ku dan berikan kemenangan pada kami dipertandingan. Kalian mengakulah jika kalian mencurangi kami saat bertanding dan kami akan memaafkan kalian"ucap Fang Yin tersenyum bangga dengan posisi nya yang sebagai seorang Putri.
"Sudah selesai menggonggong anjing anjing kecil?"tanya Amel tenang.
"Beraninya kau!!!"seru Li Hua geram yang membuat orang disekitarnya melihat kearah nya.
"Sudahlah kami sudah sangat lelah jadi kami izin untuk istirahat dahulu para Tuan Putri SOMBONG"ucap Tasya menekan kata 'sombong' diakhir kalimat.
Tidak menghiraukan kedua Putri sombong itu, mereka ber sembilan berjalan menuju kamar penginapan mereka.
Sedangkan Putri Fang Yin dan Putri Li Hua sangat marah dan langsung pergi untuk mengadu pada Kaisar.
Sekarang ini Tasya dan teman temannya telah berkumpul di ruang dimensi di tempat mereka berlatih yaitu dicincin dimensi yang dibuat oleh Tasya untuk mereka semua berlatih.
Tentunya setelah mereka membersihkan diri dan berganti pakaian.
"Kita akan berkultivasi disini sampai pagi, agar kultivasi kita naik walaupun satu tingkat"ucap Tasya. Jika orang lain mendengar nya mungkin akan mutah darah karena bagaimana bisa seseorang berkultivasi dan dalam satu malam sudah naik satu tingkat.
Biasanya orang untuk mencapai tingkat berikutnya akan membutuhkan waktu lebih dari satu bulan. Dan mereka hanya membutuhkan waktu semalam? itupun dibilang 'Walaupun'.
"Setelah semua seleksi selesai, usahakan kultivasi kalian semua menjadi level 10" lanjut Tasya.
"Baik Guru"ucap mereka percaya diri jika mereka akan bisa menembus level 10 dalam waktu dekat.
Karena di ruang dimensi cincin ini sangat kaya akan energi alam (atau apalah itu thor lupa:'v)
Mereka mulai mengambil posisi lotus untuk berkultivasi termasuk Tasya. Mungkin Tasya dan juga Rey lupa jika mereka berdua ingin menemui Ayahnya dan Kakak mereka.
Ditempat lain~
"Ayah saat di pertandingan tadi aku merasakan kehadiran Rey dan Tasya"ucap Shen pada Jenderal Bao.
"Aku juga merasa jika adik adikmu itu berada sangat dekat dengan kita"ucap Jenderal Bao.
__ADS_1
"Tapi mana mungkin? Tasya dan juga Rey bukan kah mereka sedang berlatih untuk menjadi kuat? bagaimana mungkin mereka hanya akan berlatih 1 bulan saja?"ucap Shen.
"Apakah mereka ingin masuk ke Sekte Awan? tapi mengapa tidak berbicara dengan kita?"ucap Jenderal Bao.
"Sudahlah Ayah mungkin itu hanya perasaan kita saja"ucap Shen.
___________
Keesokan harinya~
Matahari sudah mulai menampakkan wujud nya. Tasya mulai membuka matanya lalu melihat sekelilingnya, kosong!! ya itu karena jarak posisi mereka saat berkultivasi sangat jauh.
"Yuhuuu buka mata kalian"telepati Tasya membangunkan mereka semua yang masih menutup matanya.
Mereka yang telah membuka matanya pun berteleport ke tempat Tasya.
"Guru apa kita akan keluar sekarang?"tanya Sheng.
"Iya.. sebentar lagi pertandingan akan dimulai dan kita jangan terlambat lagi"ucap Tasya.
Setelah mereka bersiap siap untuk pergi, tempat seleksi tidak cukup jauh dari penginapan mereka. Mereka berjalan santai untuk sampai di tempat untuk seleksi murid. Seperti biasa Tasya menggunakan wajah datarnya dan sifat dinginnya. Dirinya sangat malas bertemu banyak orang orang yang sombong karena kekuatan.
Dulu di zaman modern dirinya bahkan menyingkirkan orang orang yang menyombongkan diri tepat di depan matanya dengan cara melemparkan nya sejauh beberapa meter. Akan tetapi jika dia melakukan hal itu disini maka akan menimbulkan keributan yang merepotkan. Dirinya juga tidak ingin mempunyai masalah dulu saat ini.
Setibanya sekelompok orang terpilih itu di tempat seleksi, langsung saja mereka duduk di kursi penonton. Yah bisa dilihat jika pertandingan baru akan dimulai setelah kedatangan para Raja ataupun Kaisar.
Gong di sebelah arena mulai di bunyikan oleh seorang Kasim. Pertandingan pertama tidak ada yang spesial walaupun agak lama untuk itu.
Sekarang adalah giliran dari Jiao yang melawan salah satu Putri dari seorang Jenderal besar dan beberapa lama kemudian Putri Jenderal besar tersebut kalah telak dengan Jiao.
Pertandingan terus berlanjut, semua orang bersorak atas pertandingan yang sedikit menegangkan dan ter kadang yang memiliki kekuatan tinggi dan status tinggi terkalahkan oleh seorang anak dari pedagang biasa.
Di seleksi ini tidak ada yang bisa menggunakan cara kotor ataupun curang. Karena jika terbukti menggunakan cara curang akan di hukum oleh pihak Sekte Awan dan itu adalah perjanjian antar pihak.
Tapi orang yang akan menggunakan cara kotor itu pasti akan sulit karena seleksi ini di urus oleh murid senior terbaik dan juga beberapa tetua Sekte. Tasya dan teman temannya tentu saja tidak memerlukan cara seperti itu. Dan yah memang tujuan mereka masuk ke dalam Sekte Awan adalah untuk menjadi kesayangan para tetua dan kepala Sekte agar di perbolehkan melihat portal menuju dunia atas.
Dengan menjadi kesayangan para tetua dan kepala Sekte maka satu langkah menuju tujuan mereka.
Hari sudah mulai sore namun nama Tasya belum juga di panggil. Bahkan teman temannya telah selesai dan dia hanya menunggu dengan bosan. Ia akui orang orang disini cukup kuat karena banyak dari mereka yang mempunyai Beast Spirit level tinggi.
"Entahlah mungkin ada seseorang yang ingin menantang mu. Karena yang kutahu orang yang bertanding di akhir maka itu adalah sebuah tantangan. Tapi siapa yang mengenalmu dengan rupa yang tertutup?"ucap Shilin.
"Hmm entahlah tapi mungkin kau ada benar nya juga Shilin"ucap Tasya mengangguk anggukan kepalanya.
"Tapi jika itu tantangan maka kau harus berhati hati"ucap Amel.
"Huhhh seingat ku ya aku tidak pernah yang namanya menyinggung seseorang"ucap Tasya menghela nafas.
"Eh? apa kau membuat masalah dengan Putri Tang Mayleen? mengapa dia melihat mu dengan pandangan membunuh?"ucap Yihua saat melihat kearah tempat duduk Kaisar Tang yang dekat dengan Putri Mayleen.
"Tidak, tapi mungkin aku telah menyinggung nya saat dipasar waktu itu. Kak Rey ingat?"ucap Tasya saat teringat dengan kejadian di pasar waktu itu.
"Ya aku mengingat nya"ucap Rey mengangguk.
Flashback~
Di saat Tasya dan Rey berbelanja, mereka melihat seorang Nenek tua dan gadis muda berpakaian mewah usianya mungkin sama dengan Tasya. Mereka berdua yang melihat itu menuju ke arah Nenek tua itu.
"Ada apa ini?"tanya Tasya pada seorang wanita paruhbaya.
"Putri Tang Mayleen membuat keributan.. Nenek tua itu tidak sengaja mendorong nya"ucap Wanita paruhbaya itu.
"Baiklah terimakasih"ucap Tasya seraya berjalan memasuki kerumunan para warga.
Yang pertama dilihat nya adalah Putri Tang Mayleen itu sedang marah dengan suara yang sangat keras. Saat Putri Tang Mayleen ingin memukul Nenek tua itu, Tasya dengan sigap menahan tangan Putri Tang Mayleen yang hampir saja mengenai wajah Nenek tua.
"Apa yang kau lakukan hah!!?"geram Putri Tang Mayleen marah.
"Seharusnya akulah yang bertanya! apa yang kau lakukan? apa kau tidak tahu sopan santun?"ucap Ya lalu menghempaskan tangan Putri Tang Mayleen.
"Kau yang tidak tahu sopan santun!! aku adalah seorang Putri!! kau seharusnya berlutut dihadapan ku!!"seru Putri Tang Mayleen.
"Oh? aku tidak peduli akan hal itu, dan kau tidak pantas menjadi seorang Putri dengan sifat mu yang seperti ini! kau hanya mempermalukan Kekaisaran dan gelar dari seorang Putri"ucap Tasya sinis.
__ADS_1
"Tahu apa kau rakyat jelata!! pengawal!!"seru Putri Tang Mayleen yang membuat pengawal nya menyerang Tasya hingga Tasya dengan cepat menghindar.
Terjadilah baku hantam dengan Prajurit yang mengawal Putri Tang Mayleen dengan Tasya. Tidak sampai 1 menit Tasya telah menghabisi 10 pengawal dengan tangan kosong.
Putri Tang Mayleen pun geram karena Pengawalnya telah dihabisi oleh Tasya dan dia ingin menyerang Tasya dengan kekuatan miliknya namun dihentikan oleh Pelayan pribadinya.
"Tunggu Putri, lebih baik anda menjaga martabat dihadapan rakyat Kekaisaran lain dan membuat Yang Mulia Kaisar Tang marah"ucap Pelayan pribadinya berbisik.
"Maaf kami pergi dulu"ucap Pelayan pribadi Putri Tang Mayleen dan kemudian menarik tangan Tuan nya menjauh dari tempat Tasya.
"Lihat apa?! bubar!!"seru Tasya dingin yang membuat orang orang pergi tanpa sadar.
"Apakah Nenek tidak apa apa?"tanya Tasya dengan membantu berdiri Nenek tua dihadapan nya.
Flashback off
__________
"Hah apa dia ingin membalas dendam?"ucap Tasya kesal.
"Ya dia tidak mungkin membiarkan orang yang mempermalukan nya lolos kan?"ucap Rey tersenyum miring.
"Heh ingin bermain main dengan ku rupanya"ucap Tasya menyeringai dengan tatapan tajam.
Putri Tang Mayleen adalah anak kesayangan dari Selir Agung Kaisar Tang dan dia bersifat kasar dan sombong. Dia sangat di sayangi oleh Sang Kaisar karena kejeniusan nya. Padahal Ibu nya lah yang memberikan obat obatan agar kultivasi Putri Tang Mayleen meningkat tinggi.
Tentunya dengan efek samping yang harus dirasakan saat energi Kultivasi nya habis. Saat energi Kultivasi nya habis maka seluruh badan nya akan membiru dan nafasnya akan sangat sulit. Itu bisa disembuhkan namun membuat nya tidak dapat berkultivasi lagi.
Sangat beresiko! tetapi Ibunya pasti akan dihukum. Dia bahkan mungkin akan sangat kehilangan mukanya. Ingat ini hanya MUNGKIN oke.
"Ini lah yang membuat ku malas untuk menolong seseorang.. Tapi Putri Tang Mayleen ini menarik juga, aku ingin tahu seberapa hebat kekuatan nya"ucap Tasya menyeringai kejam.
"Peserta selanjutnya!! Putri Tang Mayleen menantang seseorang yang bernama Xinxin!"seru Kasim.
Seluruh orang yang berada disana bersorak karena untuk yang ke tiga kalinya ada penantang.
Tasya dengan segera turun ke arena. Kemudian Putri Tang Mayleen melompat dari tempat duduknya lalu ke hadapan Tasya.
"Akan ku permalukan dirimu di sini!!"ucap Putri Tang Mayleen.
"Heh kekuatan palsu mu itu akan hilang jika kau menantang ku Tuan Putri Tang Mayleen"ucap Tasya menekan kata 'Tuan Putri Tang Mayleen'.
"Ba.. bagaimana bisa kau tahu itu"ucap Putri Tang Mayleen dengan gugup.
"Tidak ada yang tidak ku ketahui Tuan Putri"ucap Tasya kembali datar dan semakin dingin.
"Aku akan membunuh mu!!"teriak Putri Tang Mayleen seraya berlari menyerang Tasya dengan pedang yang telah ia aliri energinya.
Tasya yang melihat hal itu pun mengeluarkan pedang biasa nya. Dentingan pedang terdengar sangat cepat dan nyaring. Putri Tang Mayleen tahu jika orang dihadapan nya ini tidak memiliki kultivasi sama sekali.
Saat Tasya dan Putri Tang Mayleen terpental mundur dan dengan cepat Putri Tang Mayleen membuang pedang nya di sembarang tempat lalu mengeluarkan element nya dan mengarahkan nya pada Tasya secara bertubi tubi.
Tasya menghindari serangan serangan itu dan sesekali akan menangkis nya dengan pedang di tangan nya. Putri Tang Mayleen sudah mulai kelelahan dengan nafas tak beraturan. Sedangkan Tasya masih sangat baik.
Kekuatan tenaga dalam dari Putri Tang Mayleen sudah sangat menipis.
"Aku tidak boleh terkalahkan!! jika aku kalah maka Ayah tidak akan memanjakan ku lagi"gumam Putri Tang Mayleen dengan nafasnya yanb lemah.
"Sudah kubilang jangan keras kepala! sekarang menyerah lah jika tidak kau akan menyesal"ucap Tasya santai seraya memakan apel ditangan nya. Entah dari mana datang nya apel itu, mungkin saja dari ruang dimensi nya.
"Aku tidak akan pernah menyesal"ucap Putri Tang Mayleen pelan.
Kemudian Putri Tang Mayleen mengeluarkan element nya dengan ukuran yang sangat besar dan mengarahkan nya pada Tasya.
Tasya tidak menghindari nya dan hanya berdiri dengan santainya. Orang orang disana menebak jika Tasya akan mati dengan serangan terakhir itu.
Booomm
Ledakan terdengar sangat nyaring di arena pertandingan lebih tepat nya di posisi Tasya saat ini. Ledakan itu bisa dibilang lumayan besar karena bisa membuat array pelindung di arena retak. Array itu dibuat sendiri oleh tetua yang bertugas di benua ini.
Asap mengepul sangat tebal, setelah asap tersebut sudah mulai hilang. Terlihat lah seorang gadis dengan jubah nya berkibar terbawa oleh angin. Putri Tang Mayleen yang melihat itu pun sangat terkejut. Bagaimana bisa dia lolos dari serangannya tanpa luka sedikit pun.
"Ba.. bagaimana bisa" ucap Putri Tang Mayleen terbata bata. Lalu tubuhnya ambruk ke tanah dengan tubuhnya yang mulai membiru.
__ADS_1
"Heh" Tasya yang melihat itu hanya merutuki kebodohan Putri Tang Mayleen. Dirinya sudah memperingati Tuan Putri arogan itu jadi dia tidak akan merasa bersalah apalagi yang menantang nya adalah Putri bodoh itu.