Queen Of Life

Queen Of Life
WolongpulohPitu


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


.


"Merepotkan"gumam Tasya.


"Apa kau ingin ikut?"Tanya Tasya pada Zhuting yang terdiam.


"Emm"Zhuting mengangguk dengan senang dan tersenyum lebar menunjukkan lesung pipinya.


****


Di suatu ruangan VIP restoran yang lumayan mewah, tujuh orang duduk berbincang di depan meja yang panjang dengan kursi yang berhadapan.


Dua diantara nya hanya diam dengan tenang. Mereka adalah Shilin dan Rey. Dalam hati, Rey sangat cemas dengan adik perempuan nya. Tidak ada yang menyadari kecemasan nya kecuali Shilin yang berada di samping nya.


"Dia kenapa? Mengapa kau sangat cemas?"Tanya Shilin pelan saat menyadari kecemasan yang dialami Rey.


"Aku tidak tahu, dia hanya mengatakan jika dia merasa sakit perut"jawab Rey menghela nafas untuk ke sekian kalinya.


"Jangan khawatir, dia akan baik baik saja. Dia juga bersama Amel kan?"Ucap nya menenangkan Rey. Yah itu pertama kali nya ia menenangkan seseorang jadi sedikit kaku.

__ADS_1


"Ya kau ben--"


Ucapan Rey terpotong ketika 3 orang muncul di ruangan VIP itu. 1 orang adalah seorang pria yang sangat tampan yang tak mereka kenali.


Rey merasa lega ketika ia melihat adik perempuan nya yang tengah tersenyum pada nya. Ia melangkah kan kaki nya untuk memeluk Adik perempuan nya yang beberapa jam ini ia cemaskan.


"Apa kau tidak apa? Mengapa kau pergi tadi? Jangan pernah membuat ku khawatir jika tidak ingin aku marah pada mu" ucap Rey cemberut seraya mengelus kepala Tasya dengan lembut.


"Aku baik baik saja Kak, jangan khawatir"ucap nya.


Pelukan kedua nya terlepas. Rey menatap Zhuting yang berada di sebelah adik perempuan nya dengan sikap dingin nya. Amel telah lama duduk di sebelah Jiao dan melihat drama antara adik dan Kakak di depan nya.


"Kau siapa?'Tanya Rey dingin dan datar dengan pandangan menyelidik.


"Kakak, perkenalkan dia ini Zhuting dan dia adalah teman baru ku. Zhuting, ini Kak Rey Kakak kembar ku"ucap Tasya memperkenalkan.


Tasya tak tahan untuk memutar bola mata nya malas melihat nya. Dia kemudian duduk meninggalkan Rey dan Zhuting yang masih beradu pandang seolah ingin menguliti masing masing.


Zhuting sangat kesal saat Pria yang mengaku sebagai Kakak kembar Tasya ini memeluk Tasya dengan erat. Berani berani nya dia menyentuh Ana! Batin Zhuting kesal.


Tidak ada yang bisa menyentuh nya kecuali si tiran itu. Jika ia ketahuan menyentuh Tasya maka sudah dipastikan ia tidak akan bisa bangun dari ranjang selama 1 bulan lama nya.


Sedangkan Rey ragu dengan Zhuting karena terlihat dekat dengan adik perempuan nya. Hei bukankah jika adik perempuan nya dekat dengan lelaki lain selain Liu Yaoshan, akan membuat Liu Yaoshan marah besar? Pikir Rey.


"Apa kalian saling menyukai? Sehingga tidak bisa melepas pandangan mata kalian?"Ucap Amel menggoda.


Keduanya kembali ke akal sehat nya dan mengalihkan pandangan lalu duduk dengan tenang.

__ADS_1


Tak lama kemudian 6 orang pelayan mengantarkan makanan serta minuman. Setelah para Pelayan itu keluar, mereka perlahan menyantap makanan nya. Hari sudah sore tapi mereka bahkan belum makan siang.


Beberapa menit kemudian, makanan yang tersaji telah masuk kedalam perut masing masing orang. Kemudian beberapa Pelayan masuk mengantar cemilan serta teh dan membawa pergi piring kosong.


Mereka bersantai dan berbincang ringan.


"Zhuting, untuk apa kau menginginkan ginseng itu?"Tanya Tasya lalu menyesap teh nya.


"Untuk menyatukan sepenuhnya jiwa dan tubuh"gumam Zhuting pelan sangat pelan yang hanya bisa di dengar oleh Tasya.


"Juga memulihkan kekuatan ku"lanjutnya menunduk berharap tak ada yang mendengar guman nya.


Tasya mengerutkan dahinya. Tidak ada yang tahu tentang apa yang di pikirkan oleh Tasya tapi dari ekspresi nya. Orang dapat mengetahui jika itu tanpa ekspresi:').


"Kau bilang?"Tanya Tasya dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Ah! tidak, tidak ada, aku membutuhkan ginseng itu untuk obat"ucap nya dengan cepat.


Jelas sekali Tasya mendengar apa yang di gumam kan oleh Zhuting, tapi ia malas memikirkan apa yang bukan urusan nya. Jadi dia hanya mengangguk dan ber'oh ria.


Ia mengeluarkan sebuah botol dan menyodorkan nya pada Zhuting. Zhuting menatap botol kaca berisi 5 pil hijau dengan tatapan bingung. Sebelum ia berbicara, Tasya telah menyela nya.


"Itu untuk mu, efek nya lebih baik dari ginseng kecil itu"ucap Tasya meletakkan botol kaca kecil itu di tangan Zhuting.


"Terimakasih"ucap nya tersenyum manis.


Rey yang menatap interaksi antara Adik Perempuan nya dan Pria yang ia anggap nya Bajin*an itu dengan tatapan tajam. Sungguh cari mati!

__ADS_1


__ADS_2