Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 100 Dunia rahasia makam kehampaan


__ADS_3

" Kalau begitu ayo kita pergi sekarang, dan sepertinya sudah waktunya makam itu akan segera terbuka." Ucap Xin Hua.


Mereka berdua melesat dengan cepat kearah selatan menuju gerbang makam tersebut.


Satu jam kemudian..


Mereka tiba di sana. Dan di sana sudah banyak orang yang berkumpul. Bahkan pangeran Sun Hu juga datang, temperamennya sangat buruk. Bahkan dia menggoda wanita manapun yang menarik baginya untuk di jadikan selir. Beberapa saat matanya melirik kearah Xin Hua.


" Wanita itu sangat cantik." Batin Sun Hu


Lalu dia melesat kearah Xin Hua dan mulai menggodanya tanpa mempedulikan Guang Yiang.


" Hai cantik. Apakah kau mau menikah denganku. Kau akan hidup senang jika kau menikah denganku. Karena aku adalah putra dari kaisar Sun Wuji." Ucapnya.


" Maaf, tapi aku sudah menikah." Jawab Xin Hua.


" Kau tinggalkan saja suamimu dan menikahlah denganku." Ucapnya.


" Aku bilang aku dudah menikah menjauhlah dariku." Bentak Xin Hua.


Karena marah di tolak dan di bentak didepan umum, maka dia ingin memukul Xin Hua tapi serangannya di hadang oleh Guang Yiang.


" Oh, rupanya ada seorang pengawal rendahan yang ingin menjilati tuannya." Ucapnya. Dia mengira kalau Guang Yiang hanya seorang pengawal, karena di lihat dari pakaiannya yang sangat sederhana.


" Apakah kau tuli. Dari tadi istriku menyuruhmu menjauh tapi kau malah menyerangnya." Ucap Guang Yiang lalu menyerang dan melempar Sun Hu ke bukit.


" Dasar bajingan. Ayahku akan memusnahkan seluruh keluargamu." Ancamnya.


" Coba saja jika kau ingin ayahmu mati tanpa tubuh yang utuh." Ucapnya karena ia sudah memperkuat formasi klan Guang dan klan Xin. Dia juga memperkuat formasi pelindung klan Guang dengan menambahkan formasi darah pelindung menggunakan semua kepala keluarga di klan Guang. serta dia melarang semua anggota klan keluar dari klan. Sementara untuk klan Xin dia mengatur formasi mata surga. Hanya yang memiliki mata surga saja yang bisa memasuki klan Xin. Dan juga memasang formasi yang akan membunuh pengkhianat klan.


Sesaat kemudian, bukit tersebut mulai bergetar, dan gerbang dunia tersebut mulai muncul, dan mulai menghisap semua orang yang ada di sana.


Sementara Guang Yiang mengikat Xin Hua menggunakan rantai jiwa agar tidak terpisah.


Wuss


wuss


Mereka terjatuh dari atas di tempat yang terpisah-pisah.


" Sudah ku duga, semua orang akan masuk ke dunia ini akan jatuh di tempat yang berbeda.


" Apa. Ternyata aku bary sadar. Kultivasiku di tekan hingga ke ranah Dewa emperor tahap lima." Ucapnya yang kaget.


"Ang gege, bagaimana mungkin. kultivasiku di tekan. Dan juga di sini energi kehampaan sangat tebal. Apakah tidak apa-apa jika aku menyerapnya?"

__ADS_1


" Tentu saja, dan energi itu akan membantumu menguasai teknik kehampaan jika kau mempelajarinya. Tapi jika orang lain yang menyerapnya maka mereka akan kesakitan" jelas Guang Yiang.


"Oh iya, mengapa tidak kepikiran sih." Ucapnya lalu dia mencoba menggunakan hukum ruang dan benar saja semua tekanan ruang yang menimpanya hilang.


" Baiklah ayo kita lanjutkan perjalanan kita." Ucap Guang Yiang.


Mereka berdua pun lalu melesat dan mulai menjelajahi dunia tersebut.


Tak lama kemudian, mereka menemukan sebuah lembah dan tanpa singgah, mereka meluncur ke dalam lembah tersebut.


Beberapa jam kemudian, mereka mendarat di dasar lembah tersebut dan mendapati di sana ada sebuah pohon dengan dua buah berwarna abu-abu.


Lalu Guang Yiang memetiknya dan memberikannya kepada Xin Hua.


Sesaat setelah mereka memakan habis buah tersebut, tiba-tiba mereka merasa ingin naik tingkat.


Lalu mereka mulai mengontrol energi yang kacau tersebut.


Satu jam kemudian..


Boomm


Mereka berdua naik satu tahap, dimana Guang Yiang naik ke tahap tiga ranah dewa sovereign sementara Xin Hua naik ke tahap sembilan ranah dewa emperor.


Kini kekuatan mereka tidak ditekan lagi oleh hukum ruang di dimensi tersebut.Selain itu, di dantian mereka terbentuk sebuah mutiara berwarna abu-abu yang merupakan mutiara kehampaan.


" Baiklah, Hua'er, mari kita menjelajahi lembah ini." Ucap Guang Yiang.


Xin Hua hanya mengangguk dan mengikuti Guang Yiang saja.


Di lembah itu mereka menemukan hewan yang semuanya berada di ranah emperor tahap lima.jadi mudah saja bagi mereka untuk mengalahkan setiap hewan yang menyerang mereka.


"Hua'er, jangan membunuh mereka semua." Ucap Guang Yiang.


" Memangnya kenapa Ang gege.?" Tanya Xin Hua.


" Mereka juga ingin hidup seperti kita. Kita hanya boleh membunuh hewan yang menyerang kita dulu. Dan jika kita membantai semua hewan di sini, maka itu akan merusak keseimbangan alam di dunia ini." Jelas Guang Yiang.


" Kalau begitu, aku akan menyembuhkannya." Ucapnya lalu menyembuhkan banteng tersebut menggunakan kekuatan cahaya.


" Roargg"


Banteng tersebut maraung pelan untuk berterima kasih kepada Xin Hua karena telah menyembuhkannya.


" Baiklah, kita pergi ke selatan lembah ini." Ucap Guang Yiang.

__ADS_1


Mereka pun melesat ke selatan lembah tersebut dan menemukan beberapa herbal tingkat tinggi yang berumur ribuan hingga jutaan tahun.


" Semua herbal ini dapat membantu kita dan seluruh klan untuk meningkatkan kekuatan untuk itulah aku akan membudidayakan semua herbal ini." Ucap Guang yiang.


" Baiklah mari kita masuk ke dunia jiwa dulu."


Wuuss


Wuss


Mereka muncul di dunia jiwa lebih tepatnya di kebun herbal milik Guang Yiang.


" Baiklah Hua'er, bantu aku menanam semua herbal ini." Pintah Guang Yiang.


" Baik Ang gege." Jawab Xin Hua.


Mereka berdua lalu menanam semua herbal yang berumur puluhan tahun yang di panen oleh mereka. Selain itu semua herbal di tanam berkelompok sesuai jenis dan manfaatnya.


Selesai menanam, Guang Yiang lalu mempercepat waktu menjadi seratus tahun di kebun herbalnya sama dengan satu hari diluar kebun herbal.


Wuss


Wuss


Mereka berdua keluar dari dunia jiwa dan muncul kembali di lembah tersebut.


Kemudian, mereka melanjutkan perjalanan mereka dan mengambil setiap herbal yang sudah siap di panen serta beberapa bibitnya untuk di kembang biakkan.


Dua hari kemudian, mereka sudah selesai menjelajahi semua kawasan di lembah tersebut.


" Hua'er peganglah tanganku karena aku akan keluar menggunakan teknik hukum ruang." Ucap Guang Yiang.


" Baik gege." Jawab Xin Hua.


Wuss


Mereka menghilang dari lembah dan muncul kembali di pinggir lembah tersebut.


" Baiklah kita melesat ke timur saja." Ucap Xin Hua.


Wussss


Mereka berdua terbang secepat kilat dan melewati tempat yang tidak memiliki herbal yang tua.


Lima ratus meter di depan mereka, terdengar suara pertempuran. Karena penasaran, Guang Yiang dan Xin Hua melesat kearah suara pertempuran tersebut dan mendapati sekelompok orang berjubah merah bergambar phoenix.

__ADS_1


" Gege, mereka dari klan phoenix api. Apakah kita harus membantunya?" Tanya Xin Hua.


" Kita tidak perlu membantunya, karena mereka juga akan menang." Ucap Guang Yiang.


__ADS_2