Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 143 Menuju Jantung benua bintang.


__ADS_3

Pagi hari di kota lampion, sang surya mulai menampakkan dirinya perlahan-lahan hingga nampak sepenuhnya dan menyinari seluruh kota..


Guang Yiang terbangun dari tidurnya karena sinar matahari menerpa wajahnya melalui celah-celah dinding dan jendela.


Sementara Xin Hua sudah bangun sebelum matahari terbit, dan langsung ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.


" Gege, kau sudah bangun?" Tanya Xin Hua.


" Cepatlah pergi mandi, Adik yuwan, dan Lia'er sudah menunggumu dari tadi." Ucap Xin Hua.


" Baiklah." Jawab Guang Yiang.


Lima belas menit kemudian, Mereka keluar dari kamar dan melihat Zang Yuwan dan Xu Lia sudah menunggu mereka.


" Apakah kalian sudah lama menunggu?" Tanya Guang Yiang.


" Tidak terlalu lama kak." Jawab Zang Yuwan.


" Kalau begitu ayo kita pergi sarapan." Ajak Guang Yiang.


" Baik."


Mereka berempat kemudian turun dan tak lupa mereka bersama Guang Xin kecil, karena dia kembali ke dunia jiwa dan beristirahat di sana.


Dan seperti biasa, mereka memilih meja paling pojok.


" Pelayan" Panggil Guang Yiang.


" Iya tuan muda." Jawab pelayan.


" kami ingin memesan makanan terbaik yang ada di sini." Pintah Guang Yiang.


" Baik, harganya 1500 kristal awan tuan muda." Ucap pelayan tersebut.


" Baik ini bayarannya" Ucap Guang Yiang.


" Tunggu sebentar pesanan tuan muda akan segera datang." Ucap pelayan.


Lima belas menit kemudian, pesanan Guang Yiang datang. Mereka pun memakan makanan tersebut sambil berbincang-bincang.


" Kak. Kami berencana ingin menjelajah secara terpisah." Ucap Zang Yuwan memulai pembicaraan.


" Ada bagusnya juga. Tapi aku ingin meminta pendapat kalian." Ucap Guang Yiang.


" Apa itu kak?" Tanya Zang Yuwan

__ADS_1


" Bagaimana kalau kita menuju jantung benua bintang terlebih dahulu, baru kemudian menjelajahi wilayah lainnya di benua bintang?" Tanya Guang Yiang.


" Kami setuju sih. Tapi kita tidak tahu seberapa kuat kekaisaran sekarang." Ucap Zang Yuwan.


" Kita tidak akan tahu jika tidak pergi ke jantung benua terlebih dahulu. Karena selain di sana, tidak ada yang tahu kekuatan apa saja yang mereka miliki.'' Jelas Xin Hua.


" Aku setuju dengan kakak ipar. Selama ini tidak ada yang tahu kekuatan yang di miliki oleh kekaisaran, karena mereka jarang keluar dari jantung benua bintang." Jelas Xu Lia.


" Jarak antara kota lampion dengan padang awan adalah dua bulan perjalanan jika kita terbang dengan santai dan singgah di lima kota itu. Tapi, jika kita terbang dengan kecepatan penuh, maka kita akan sampai setelah terbang selama lima hari." Ucap Guang Yiang.


" Kak, ada baiknya kita singgah di setiap kota. Lagi pula kita tidak terlalu terburu-buru." Ucap Zang Yuwan.


" Benar juga." Ucap Guang Yiang.


" Baiklah setelah kota ini, kita akan menuju kota mentari yang berjarak lima hari dari kota lampion." Ucap Guang Yiang.


Tak terasa, makanan yang ada di meja makan tersebut sudah habis mereka makan.


" Kak, apakah kita langsung berangkat saja?" Tanya Zang Yuwan.


" Tentu saja. Lebih cepat lebih bagus." Jawab Guang Yiang.


Mereka berlima berjalan keluar gerbang kota, dan hendak terbang tapi di hentikan oleh seseorang.


Guang Yiang lalu membalikkan tubuhnya dan melihat seorang pemuda, yang berpakaian mewah berjalan kearahnya.


" Ada pa ya? Mengapa kau menghentikan kami?" Tanya Guang Yiang.


" Hei kau. Apakah tahu aturan yang berlaku di kota ini?" Tanya pemuda itu lagi.


" Aturan apa yang kami langgar?" Tanya Gua g Yiang.


" Siapapun yang ingin keluar dari kota lampion haruslah membayar komlensasi terlebih dahulu." Jawab pemuda itu.


" Tapi karena aku lagi berbaik hati, serahkan kedua wanita itu, dan kalian bertiga boleh pergi." Ucapnya dengan angkuh.


Dhuarrrrrr


Tepat setelah dia menyelesaikan ucapannya sebuah ledakan terdengar dan membuat pemuda tersebut jatuh tersungkur di tanah.


" Dasar sialan. Memangnya kau siapa berani meminta istriku dan kakak iparku seperti sebuah barang?'' Tanya Zang Yuwan.


" Cih, sialan. Asal kau tahu, aku adalah putra dari Raja kota Lampion. Dan semua yang kuinginkan harus aku dapatkan." Ucapnya


" Ho, lagi-lagi ada seseorang yang menggunakan statusnya untuk melakukan apapun yang dia mau, Baiklah karena kau menginginkannya aku akan memberikannya padamu" Ucap Guang Yiang sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


" Nah bagus kalau kau mengerti apa yang ak.."


Brukkkkk


Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya sebuah tapak menghantam perutnya dan menghancurkan kultivasi pemuda tersebut.


" Arggggg. Sialan kau, aku akan memberitahu ayahku tentang ini, dan kau akan di beri hukuman berat dasar rakyat rendahan." Ucapnya.


" Tcih, maaf saja, aku bukanlah penduduk kota lampion. Jadi, Raja kota lampion tidak berhak memberiku hukuman." Ucap Guang Yiang


" Tunggu saja setelah ayahku datang dan menghancurkan kalian." Ucap pemuda tersebut.


Pengawal yang datang bersamanya lalu membantu pemuda itu berjalan pulang.


" Maaf saja. Kami tidak punya waktu untuk menunggu ayahmu datang. Dan jika ayahmu orang yang bijak, maka dia akan mengerti mengapa kultivasi putra sampahnya hancur." Ucap Guang Yiang.


Wusss


Mereka berlima lalu melesat keatas langit. Tapi bukannya pergi, mereka malah melayang dan mengawasi sesuatu.


Sementara itu, beberapa menit kemudian, pemuda yang merupakan anak dari Raja kota sudah sampai di kediaman walikota.


" Dasar anak sialan. Memangnya apa yang kau lakukan hingga seseorang melenyapkan kultivasimu?" Tanya Raja kota.


Bukannya marah karena kultivasi anaknya di hancurkan dia malah memarahi anaknya sendiri.


" Izin menjawab Raja Kota Han Duan." Ucap salah satu pengawal.


" Ceritakan mengapa kuktivasi Han Bun sampai di lenyapkan." Ucap Raha kota.


" Mohon maaf raja. Tadi, tuan muda mencegat lima orang yang ingin pergi dari kota dan meminta dua orang wanita yang merupakan istri dari dua orang pemuda yang bersama wanita itu. Karena marah, salah satu pemuda melayangkan sebuah serangan ke arah tuan muda, dan membuatnya tersungkur. Tapi bukannya sadar, tuan muda malah berkata sombong kepada pemuda itu. dan pemuda itupun membalas perbuatan tuan muda dengan menghancurkan kultivasi tuan muda "


Jelas pengawal tersebut.


" Hm, sepertinya pemuda itu memiliki status yang tidak biasa." Ucap Raja kota.


" Dan juga, dia sepertinya tidak suka dengan kelakuan tuan muda sampai dia menghancurkan kultivasi tuan muda Han Bun." Ucap pengawal tersebut.


" Apa yang di lakukan pemuda itu sudah benar. Dengan menghancurkan kultivasi anak bodoh ini, maka dia akan merasakan bagaimana rasanya di tindas oleh orang kuat." Ucapnya sambil mengingat masa lalunya yang dulunya adalah sampah klan Han yang akhirnya menjadi kuat berkat usaha pantang menyerahnya.


" Kalau begitu saya pamit tuan." Ucap pengawal tersebut.


" Ayah, mengapa kau tidak memberi pelajaran kepada orang yang melukai adik Han Bu?" Tanya Seorang gadis yang bernama Han Bi yang merupakan kakak dari Han Bu.


" Biarkan saja dia. Ini merupakan karma untuknya karena selalu menindas orang-orang lemah. Dan sekarang gilirannya yang merasakan di tindas oleh orang yang selalu dia tindas." Jawab Raja Kota.

__ADS_1


__ADS_2