Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 128 Masih di pulau badai


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Guang Yiang membuka matanya dan mendapati dirinya berada di sebuah tempat yang sangat di kenalnya.


" Kenapa aku berada di tempat ini?" Ucapnya karena tempatnya berdiri tidak lain dan tidak bukan adalah reruntuhan klan Zang tempat dimana dia di besarkan dan juga titik penyesalan terbesarnya karena tidak dapat menyelamatkan paman dan bibinya.


" Aku yang membawamu ke sini" Ucap sebuah suara.


Lalu di depan Guang Yiang muncul seorang pemuda yang sangat mirip dengan dirinya tapi matanya berwarna merah.


" Siapa kau, dan kenapa kau sangat mirip denganku?" Tanya Guang Yiang.


" Oh, aku adalah kau dan kau adalah aku." Jawabnya yang membuat Guang Yiang bingung.


" Katakan dengan jelas siapa kau" Ucap Guang Yiang.


" Simpelnya aku adalah bentuk dari penyesalan, kebencian,ambisi, dirimu selama ini." Jawabnya.


" Bagaimana bisa, aku sudah membalas orang yang membunuh paman dan bibiku, aku sudah tidak punya penyesalan." Ucapnya.


" Walaupun begitu tetap saja, ambisimu yang ingin menjadi kuat berawal dari penyesalan dan kebencian selama ini. Jadi, kalau kau ingin keluar dari sini, maka bergabunglah denganku atau kalahkan aku." Ucap pemuda tersebut.


" Ciih, lebih baik aku mengalahkanmu daripada bergabung denganmu." Ucapnya lalu mengeluarkan pedang cahayanya dan menyerang pemuda yang ada di hadapannya.


" Oh iya satu lagi, aku juga adalah perwujudan dari kegelapan yang ada dalam dirimu dan nafsumu jadi kau tidak bisa mengalahkanku." Ucapnya lalu mengeluarkan pedang yang sama tapi kali ini berwarna hitam.


Triiingg


Triiiinggg


Bomoomm


Suara benturan logam dan ledakan terdengar akibat pertarungan mereka berdua.


" Bagaimana mungkin dia memiliki jurus yang sama denganku.Bahkan jurus yang di gunakan lebih kuat dariku." Batin Guang Yiang.

__ADS_1


" Menyerahlah dan bergabunglah denganku maka kau akan mendapatkan kekuatan yang sangat besar." Tawar sisi gelap Guang Yiang.


" tawaranmu sangat menggiurkan. Tapi maaf saja aku lebih suka mencari sendiri dari pada mendapatkan langsung dari orang lain." Jawab Guang Yiang.


" Kau berkata begitu, tapi nyatanya gurumu memberikan kekuatanya langsung padamu." Ucapnya sambil terus beradu pedang dengan Guang Yiang.


" Dia memang memberikan kekuatannya padaku, tapi dengan maksud dan tujuan yang berbeda. Dia memberikan kekuatannya padaku agar digunakan untuk membasmi iblis dan kejahatan di dunia ini, sementara kau ingin memberiku kekuatan untuk menjadi yang terkuat di dunia, lalu setelah aku mengikuti ambisimu maka kau akan mengambil alih tubuhku." Ucap Guang Yiang.


" Kau memang cerdas, mampu membaca membaca pikiranku, tapi tetap saja kau tidak dapat mengalahkanku." Ucapnya lalu kembali menyerang Guang Yiang.


" Tapak kegelapan" Ucapnya lalu membentuk ratusan tapak dan menghantamkannyabke arah Guang Yiang.


" Tapak cahaya" Tak mau kalah, Guang Yiang juga membentuk ratusan tapak.


Kedua jurus berbeda elemen itusaling membentur satu sama lainnya.


Booomm


" Bagaimana caraku mengalahkannya, jika bertarung dengan kekuatan sudah jelas aku akan kalah." Gumam Guang Yiang.


" Jadi untuk mengalahkannya aku harus menghilangkan semua itu." Ucapnya lalu menjauh dari pertarungan.


" Apakah kau sudah menyerah, dan ingin bergabung denganku?" Tanya sisi gelap Guang Yiang.


" Tentu saja tidak."


" Aku sudah tahu bagaimana cara mengalahkanmu." Jawab Guang Yiang.


" Kau jangan berkhayal, kegelapan tidak akan pernah bisa di kalahkan dan akan terus muncul." Ucapnya


'' Memang kegelapan akan terus muncul, tapi tidak selamanya kegelapan itu akan terus menjadi musuh. Ada kalanya dia akan menjadi kekuatan kuat yang mempu menyelamatkan dunia." Jelas Guang Yiang.


" Bagaimana itu bisa terjadi?" Tanya Sisi gelap Guang Yiang.

__ADS_1


" Hitam tidak selama jahat dan putih tidak selama baik.Semua itu tergantung dari penggunanya apakah dia mampu mengalahkan rasa benci iri hati, dan ambisi dalam dirinya. Dan juga bagaimana dia mendapatkannya. Jika dia mendapatkannya dengan cara yang baik, maka kekuatan itu akan menjadi kekuatan yang baik, sebaliknya jika dia mendapatkannya dengan cara yang tidak baik apakah itu karena dendam, ambisi, atau hal lainnya maka kekuatan itu akan menjadi penghancur." Jelas Guang Yiang.


" Bagaimana dengan dirimu. kau juga mendapat kekuatan karena rasa dendam yang kau miliki karena di tekan oleh pemuda klan Zang walaupun kau menyembunyikannya?" Tanyanya lagi.


" Ku akui aku memang mendapatkan kekuatan karena dendam dan ambisi, tapi aku mendapatkannya dari orang yang baik dan juga rendah hati yang menjadikanku murid dan menghilangkan rasa dendamku, walaupun itu kembali muncul tapi aku berlatih bukan karena dendam tapi ambisi yang baik untuk melindungi orang yang kusayangi." Ucapnya.


Seketika itu sisi gelap Guang Yiang menjadi butiran cahaya dan masuk kedalam tubuh Guang Yiang.


" Ingat, jangan menggunakan kekuatanmu karena ambisimu, tapi gunakanlah kekuatanmu untuk melindungi orang yang kau sayangi dan orang yang pantas untuk kau lindungi." Ucapnya lalu menghilang.


Guang Yiang membuka matanya dan mendapati dirinya sedang berada di sebuah kamar yang terbilang mewah. Dan juga dia mendapati kultivasinya meningkat hingga ke ranah mahadewa tahap tiga tingkat emas.


" Dimana ini?" Tanya Guang Yiang.


" Kau sudah sadar Gege. Kita berada di penginapan Bunga persik dan juga kau sudah tak sadarkan diri selama satu minggu." Jelas Xin Hua.


" Oh iya, patriak sekte batu hitam, sekte api dan sekte lava hitam memberikan ini padamu sebagai ucapan terima kasih karena kau sudah menghancurkan sekte lima elemen." Ucap Xin Hua lalu memberikan sebuah batu sebesar kepalan orang dewasa.


" Bukan aku yang menghancurkan sekte lima elemen, tapi kita berempat. Lagu pula sekte itu memang pantas untuk di hancurkan." Ucapnya.


" Oh iya, ini untukmu saja." Ucap Guang Yiang.


" Itu tidak perlu karena kami bertiga juga di berikan batu yang sama." Ucap Xin Hua


" Oh iya. Sejak kapan kau menerobos ke ranah maharaja tahap tiga.?" Tanya Guang Yiang.


" Sejak lima hari yang lalu. Saat membuka mataku aku mendapati diriku berada di suatu tempat dan di depanku di perlihatkan bagaimana anak-anak dari klan lain mengejekku karena tidak dapat memingkatkan kekuatanku. Tapi karena aku tidak terpengaruh, dia bertanya banyak hal, tapi aku menjawabnya. Kami juga sempat bertarung tapi aku selalu kalah." Jawab Xin Hua.


" Kakak, kau sudah bangun." Ucap Zang Yuwan lalu memeluk Guang Yiang.


" Hei apakah kau tidak malu. Kau itu sudah besar dan sudah menikah mengapa kau tetap saja menangis?"


" Tapi aku tetaplah adik kecilmu yang dulu kau temani bermain." Ucap Zang Yuwan.

__ADS_1


" Oh iya kak. Apakah kita akan akan menuju kebenua bintang setelah ini. Masalah di pulau ini hanya sekte lima elemen. Selain itu ketiga sekte lainnya sudah membersihkan semua sumber masalah yang ada di pulau ini."


" Kerja yang bagus. Kita memang harus berangkat secepatnya, karena kita tidak tahu apakah raja iblis hampir sembuh atau belum. Yang jelas dia akan melakukan apapun untuk menyembuhkan jiwanya dengan cepat." Jelas Guang Yiang


__ADS_2