
Feng Ying menatap salah satu tahanan yang ada di dalam sel. Dia mengamati pria tersebut dari atas ke bawah, dan air matanya menetes saat dia tahu bahwa orang yang dia amati dari adalah ayahnya.
" Ayah." Teriak Feng Ying yang hendak berlari memeluk Feng Bian, tapi Guang Yiang menghentikannya.
" Tunggu Ying'er. Jika kau menyentuh penjara itu, maka kau akan mati membeku." Ucap Guang Yiang.
" Maafkan aku kak. Aku hanya merindukan ayah saja." Ucap Feng Ying.
" Tidak apa. Aku tahu apa yang kau rasakan. Karena, aku juga pernah merasakan hal yang sama seperti yang kau rasakan." Ucap Guang Yiang.
" Tapi, kak. Bagaimana cara melepaskan ayah dan tahanan yang ada di dalam penjara es ini?" Tanya Feng Yang.
" Penjara ini memiliki lima terdiri dari Formasi perlambat waktu, formasi penyembuh, formasi peledak, formasi serangan balik, dan formasi penghisap jiwa. Jika salah satu formasi di buka, maka formasi lainnya akan meledak dan membuat semua tahanan mati." Jelas Guang Yiang.
" Lalu bagaimana cara melepaskan formasi itu kak?" Tanya Feng Yuan.
" Formasi ini bisa di lepaskan dengan dua cara, yaitu membunuh orang yang membuatnya, atau melepaskan formasi ini secara bersamaan." Jawab Guang Yiang.
" Tapi, aku tidak pernah mendengar master formasi yang dapat membuka lima formasi secara bersamaan." Ucap Feng Yuan.
" Aku akan mencobanya." Ucap Guang yiang.
Dia lalu berjalan menuju kearah penjara tersebut. Lalu dia membelah dirinya menjadi sama dengan jumlah penjara yang ada di sana.
Lalu secara bersamaan, seluruh bayangan Guang Yiang menyalurkan elemen cahaya untuk melindungi para tahanan, dan juga menciptakan lubang hitam yang menyelimuti seluruh penjara untuk mengantisipasi ledakan yang terjadi. Selain itu, dia juga membuat sebuah kuba yang dari elemen kehampaan untuk melindungi saudara-saudaranya.
Lalu Guang Yiang dan seluruh bayangannya mulai membuka formasi tersebut.
Satu jam kemudian...
" Buka." Ucap Guang Yiang dan seluruh bayangannya.
Booooommmmm
Seketika terdengar ledakan besar yang membuat seluruh penjara bawah tanah hancur.
" Pembuat formasi ini cerdik juga. Dia membuat formasi yang akan meledak saat kelima formasi bagian luar sudah di buka." Gumam Guang Yiang.
Di tempat lainnn..
Ukhuuuuukkk
Seorang pria parubaya memuntahkan banyak darah. Sebagian besar efek ledakan formasi yang sudah Guang Yiang buka meledak di tempat pembuat formasi tersebut.
" Sialan. Anak itu cerdik juga. Dia tahu jika aku memasang formasi keenam." Ucapnya pria tersebut.
" Aku tidak menyangka jika pemuda itu dapat memindahkan ledakan formasi ke tempatku. Tapi, tidak apa, yang penting mereka semua mati." Ucapnya lalu menghilang.
Kembali ke Guang Yiang..
__ADS_1
Setelah debu menghilang, terlihat semua tahanan selamat tanpa luka sama sekali.
" Ayah." Ucap Feng Ying dan Feng Yang secara bersamaan. Mereka berdua berlari dan memeluk Feng Bian dengan erat sambil menangis.
" Ayah, kami merindukanmu." Ucap mereka.
" Sudah seorang kaisar tidak boleh menangis." Ucap Feng Bian mencoba menenangkan kedua putranya.
" Apakah kalian tidak malu menangis di hadapan kakak dan saudara-saudara kalian?" Tanya Feng Bian.
" Biarkan saja." Jawab mereka.
" Sebaiknya kita bersiap. seseorang akan datang." Ucap Guang Yiang.
Mendengar ucapan Guang Yiang, seketika mereka waspada.
" Ha..ha..ha..ha.. Aku tidak menyangka jika kau dapat menyelamatkan mereka." Ucap sebuah suara.
Lalu perlahan-lahan, seorang pria parubaya muncul di hadapan Guang Yiang dengan tatapan tidak bersahabat.
" Kau sudah berhasil membebaskan mereka, tapi kalian tidak akan bisa selamat dari formasi kematian milikku." Ucap pria tersebut
Lalu pria itu membuat segel tangan yang rumit dengan cepat, lalu sebuah kubah sebuah formasi kematian menyelimuti mereka.
" Ciih, hanya formasi kecil saja." Ucap Guang Yiang.
Boooooommmm
Ledakan besar kembali terjadi dan membuat pria tersebut terpental.
Booooommm
Belum sempat pria itu menyeimbangkan tubuhnya, satu buah tinju yang di lapisi oleh elemen cahaya yang besar mendarat di dadanya, dan membuat pria itu menghantam tanah dengan keras.
" Baik, selamat tinggal" Ucap Guang Yiang. Lalu sebuah peluru dari elemen cahaya menembus dada pria tersebut.
Wusss
Tanpa menunggu lagi, Guang Yiang melemparkan api jiwanya kearah mayat tersebut, dan merubahnya menjadi abu.
" Baik, sekarang saatnya membenahi kekaisaran." Ucap Feng Bian.
" Oh, apakah kau adalah kaisar phoenix?" Tanya Feng Bian kepada Feng Yuan.
" Ya, paman. Dan aku ingin paman memerintah di kekaisaran phoenix es yang dulu lagi." Ucap Feng Yuan.
" Maafkan paman. Paman sudah tidak bisa memerintah lagi." Ucap Feng Bian.
" Kenapa begitu paman?" Tanya Feng Yuan.
__ADS_1
" Itu karena kaisar selanjutnya adalah kedua putraku ini." Jawab Feng Bian.
" Oh iya ayah, ibu dimana?" Tanya Feng Yang.
" Ibumu, dia sudah tiada. Sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya, dia menitipkan kalung ini untuk kalian." Ucap Feng Bian sambil memberikan dua buah kalung kepada Feng Ying dan Feng Yang.
" Kalung apa ini ayah?" Tanya Feng Ying.
" Ayah juga tidak tahu. ibumu hanya menyuruhku untuk memberikan kalung ini jika kalian sudah kembali." Jawab Feng Bian.
Feng Ying dan Feng Yang kemudian memakai kalung tersebut. Dan seketika cahaya memancar dari bandul kalung tersebut dan cahaya itu menutupi mereka berdua.
Bluzzzzzz
Cahaya itu semakin terang, dan cahayanya menyinari seluruh kekaisaran. Bahkan setengah bangunan istana kekaisaran yang sudah hancur terbangun dengan sendirinya.
Perlahan-lahan, cahaya yang sangat terang itu meredup dan akhirnya hilang, dan memperlihatkan seorang pemuda berambut biru, dengan lambang phoenix di dahinya.
" Apakah kau adalah Feng Ying, dan Feng Yang?" Tanya Feng Yuan.
" Iya kak. Ini aku." Jawab Feng Ying.
" Rupanya kalian adalah satu jiwa yang dilahirkan dengan dua raga." Ucap Guang Yiang
" Hm, ada baiknya kau mengganti nama lamamu." Ucap Feng Bian.
" Hm, bagaimana kalau Feng Bianzi?" Tanya Feng Bianzi.
" Hm, nama yang bagus." Ucap Feng Yuan.
" Hm, Zi'er anak kita sudah besar." Ucap Feng Bian.
" Hm, Zi'er, ayah memanggilmu Zi'er saja. Bagaimana?" Tanya Feng Bian.
" Aku setuju saja ayah." Jawab Feng Bianzi.
" Hm, pantas saja, telur yang kuselamatkan berjumlah 71, ternyata ini sebabnya. " Ucap Feng Jiang
" Hm, ada baiknya kita segera membenahi kekaisaran ini dulu. Baru kita berangkat kekaisaran Qilin suci." Ucap Qi San.
" Akhirnya kau bersuara juga saudara San, kukira suaramu sudah hilang" Ucap Feng Bianzi.
" Hah, mungkin lebih baik jika aku tidak bicara saja." Ucap Qi San.
" Sudahlah. kau tidak usah ngambek. Aku hanya bercanda asik San." Ucap Feng Bian Zi.
" Ya, Baiklah. Kalau begitu ayo kita benahi kekaisaranmu dulu baru kita cari makan. Aku sudah sangat lapar." Ucap Qi San.
" Ayolah adik. Apakah di pikiranmu hanya ada makanan saja?" Tanya Gui Sui.
__ADS_1