
Wuuss
Wuss
Wuuss
Mereka berempat terus melesat, sementara Guang Ruis memilih untuk berlatih di dalam dunia jiwa.
Wuus
Wuss
Wuss
Tiba-tiba saja mereka di cegat oleh sekelompok perampok di dalam hutan.
" Berhenti. Serahkan seluruh harta kalian kepada kami baru kalian boleh lewat." Ucap perampok yang berada di barisan paling depan.
" Memangnya kalian siapa berani mencegat kami. Dan juga hutan ini bukan milik siapa-siapa dan hutan ini boleh di lewati oleh siapa saja." Ucap Guang Yiang.
" Ya yang dikatakan kakak memang benar. Hutan ini tidak dimiliki siapa pun, jadi harap kalian minggir." Ucap Zang Yuwan.
" Dan juga kami tidak memiliki apapun jadi harap jangan menghalangi kami." Ucap Xin Hua.
" Oh, rupanya di sini ada gadis cantik. Aku suka gadis itu. Hei kau cepat serahkan gadis itu padaku." Ucap Pemimpin perampok itu.
" Memangnya kau ini siapa. Sampai kapan pun aku tidak akan menyerahkan istriku padamu." Ucap Guang Yiang.
" Rupanya dia istrimu, kalau begitu aku akan merebutnya dengan paksa." Ucapnya lalu bergerak dengan cepat kearah Xin Hua.
Sreeekk
Tangan kanan pria itu terlepas dari tubuhnya saat dia ingin memegang Xin Hua.
" Dasar pria sialan. Gege, pria ini harus di apakan?" Tanya Xin Hua.
" Bunuh dan berikan dia pada hewan buas di hutan ini. Pria sepertinya tidak pantas untuk hidup." Jawab Guang Yiang.
Xin Hua lalu mengangkat dan menerbangkan pria tersebut keatas lalu mengeluarkan pedangnya dan mencincang tubuh pria tersebut.
" Gawat tuan muda sudah mati. Apa yang harus kita katakan pada patriak?" Tanya salah seorang pria.
" Sekte macan kumbang" Ucap Guang Yiang mengambil lencana milik pria yang ternyata adalah seorang tuan muda dari sekte macan kumbang.
__ADS_1
" Kakak ipar. Bukankah sekte macan kumbang yang terlihat tidak setuju dengan pengangkatan kakek Xin Wu menjadi kaisar?" Tanya Xu Lia.
" Ya itu memang sekte yang sama. Dan kurasa dia memang tidak setuju. Tapi semua itu dia sembunyikan dengan pura-pura senang." Ucap Guang Yiang.
" Bagaimana kalau kita berkunjung ke sekte macan kumbang. Aku ingin lihat seberapa kuat mereka sebenarnya." Ucap Guang Yiang.
" Kakak, sebaiknya kita pergi ke pulau yang berada di laut badai saja. Kudengar di sana adalah tempat sekte Dewa api berada. Selain itu, ada juga sekte lima elemen. Kedua sekte ini merupakan sekte yang berada si pulau yang ada di laut badai." Ucap Zang Yuwan.
" Bagaimana kau tahu jika ada laut yang membatasi jantung benua matahari dengan wilayah tengah?" Tanya Guang Yiang.
Dan setahunya satu-satunya laut yang ada di jantung benua matahari adalah perbatasan antara jantung benua dan wilayah tengah atau kekaisaran Phoenix es.
" Ya aku tahu karena saat kakak sibuk membangun istana, aku pergi menjelajah dan mencari informasi. Dan yang aku dengar, kedua sekte itu, terutama sekte lima elemen sangat tertutup dari dunia luar. Dan juga kekuatan mereka sangat kuat." Ucap Zang Yuwan.
" Baiklah, kalau begit kita akan berkunjung ke sekte macan kumbang lain kali."Ucal Guang Yiang
" Tapi, bagaimana kalau sekte macan kumbang menyerang kota awan?" Tanya Zang Yuwan.
Itu akan terjadi jika mereka semua pulang ke sekte macan kumbang." Ucap Guang Yiang menyeringai.
Dia lalu memasukkan seluruh orang yang datang bersama pemuda tersebut ke dalam dimensi kehampaan miliknya.
" Jarak antara laut badai dengan hutan ini adalah lima hari jika kita terbang dengan kecepatan penuh." Ucap Guang Yiang.
" Baik kalau begitu, ayo kita berangkat." Ucap Zang Yuwan lalu melesat duluan.
Wuuss
Wuss
Mereka bertiga menyusul Zang Yuwan yang sudah terbang duluan.
" Gege, apakah kau ingin meninggalkanku?" Tanya Xu Lia.
" Tidak aku hanya bersemangat." Jawab Zang Yuwan.
" Kau itu sudah punya istri masih saja bersifat kekanak-kanakan." Ucap Guang Yiang.
" Maaf kak. Aku hanya sedikit semangat." Sanggah Zang Yuwan.
Wuss
" Paman, bibi, ayah ibu. Kalian mau kemana?" Tanya Guang Xin yang sengaja di keluarkan dari dunia jiwa.
__ADS_1
Guang Xin sudah menerobos ke ranah awan tahap awal. Jika saja Guang Yiang tidak melarangnya berkultivasi menggunakan sumber daya yang ada di dalam dunia jiwa, mungkin dia sudah menerobos ke ranah dewa surga.
" Kami ingin menuju ke sebuah pulau yang sedikit jauh dari sini." Jawab Zang Yuwan.
" Oh kalau begitu aku ikut ya berpetualang." Ucap Guang Xin.
" Aku bosan di dunia jiwa terus, tidak ada yang menemaniku bermain sejak adik Bing tidak ada." Ucapnya.
" Kuharap putraku baik-baik saja." Batin Xin Hua. Karena sudah satu tahun berlalu semenjak pertemuan terakhirnya dengan putranya.
" Waktu berlalu dengan begitu cepat, mungkin Keponakan kecilku sudah pandai berbicara." Ucap Zang Yuwan.
" Kau benar paman. Aku tidak sabar bertemu dengannya. Dan aku ingin melihatnya mengalahkan musuhnya dengan berani." Ucap Guang Xin.
" Sampai saat itu tiba, aku akan berlatih sampai aku bebas berpetualang. Aku ingin berpetualang bersama adik kecilku." Ucap Guang Xin dengan semangat.
" Tapi kau harus sabar menunggu hingga umurmu genap sepuluh tahun, baru ayah mengijinkanmu bertemu dengan adikmu." Ucap Guang Yiang.
" Baik ayah." Jawabnya dengan wajah murung.
Empat hari berlalu, kini mereka sudah sampai di laut badai lebih cepat dari perkiraan.
" Ombaknya sangat besar ditambah badai yang besar pula. Memang tempat yang aman untuk membangun sekte." Ucap Guang Yiang yang menatap di kejauhan menggunakan mata surgawi miliknya.
" Jarak antara tempat kita berdiri dengan pulau badai hanya sekitar 20 km. Badai dan ombak yang besar membuatnya tidak terlihat." Ucap Guang Yiang.
" Bukan hanya itu kak. Ombak di sini kadang mencapai lima puluh meter dan menenggelamkan tempat ini. Itulah mengapa tidak ada yang berani membangun kota ataupun sekte di sini." Jelas Zang Yuwan.
" Gege, lihat disana." Ucap Xin Hua menunjuk ke arah laut.
" Hem badai tsunami. Sebaiknya kalian berdua masuk ke dalam dunia jiwa." Ucap Guang Yiang.
Wuss
Wuss.
Mereka berdua pun masuk kedalam dunia jiwa, sementara Guang Yiang menatap adiknya dengan kesal.
" Sial mengapa yang kau katakan kenyataan." Ucap Guang Yiang.
" Ini bagus kak. Dengan begini kita mempunyai alasan memasuki pulau itu." Ucap Zang Yuwan.
Selesai berkata seperti itu Ombak besar menghantam daratan dan mereka tenggelam dalam ombak. Tapi, mereka kelihatan baik-baik saja.
__ADS_1
" Benar juga. Kita tidak perlu bersusah payah terbang melewati laut ini. cukup berpura-pura hanyut saja." Ucap Guang Yiang.
Mereka berdua hanyut terbawa ombak. Sementara Guang Yiang sudah mengeluarkan Xin Hua dan Xu Lia dari dunia jiwa karena mereka juga ingin berpetualang di pulau tersebut.