Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 101 Dunia Rahasia Makam Pedang II


__ADS_3

Dan benar saja beberapa saat kemudian, pemuda klan phoenix berhasil mengimbangi serangan tersebut.


" Aku akan mengakhiri riwayat kalian sekarang juga." Ucapnya lalu pemuda yang tak lain adalah Feng Lei lalu melukai tangannya. Seketika itu dua ekor phoenix terbentuk dengan dua mata berbeda warna.


" Phoenix api surgawi"


Kwaaakk


Booomm


Phoenix kembar tersebut melesat dengan cepat dan membuat beberapa murid sekte pedang darah mati terbakar.


" Sial. Aku akan membalas perbuatanmu lain kali." Ucapnya lalu melesat meninggalkan temannya yang sedang sekarat.


" Sialan, tuan muda ke****t. Dia meninggalkan kita untuk keselamatannya sendiri." Umpat salah satu murid.


" Ciihh, kalian hanya digunakan sebagai perlindungan oleh tuan muda kalian. Jika kalian ingin selamat, maka jadilah bawahanku." Ucap Feng Lei memberikan penawaran.


" Daripada mengikutimu, lebih baik kami mati" Jawab mereka lalu bunuh diri.


Sementara itu, Guang Yiang dan Xin Hua melanjutkan perjalanan mereka, dan mereka sampai di sebuah telaga dengan air berwarna abu-abu.


" Air apa ini, mengapa aneh sekali." Ucapnya.


" Gege, air apa ini. Mengapa berwarna abu-abu.?" Tanya Xin Hua.


" Aku tidak tahu. Tapi, jika dilihat dari warnanya, air ini mengandung energi kehampaan dalam jumlah banyak. Tunggu sebentar aku akan memeriksanya." Ucap Guang Yiang lalu mengaktifkan mata surgawi nya.


" Ternyata begitu. Rupanya di dalam telaga ini terdapat dua mutiara. Mungkin air ini sudah berumur ratusan juta tahun sehingga sudah membentuk mutiara, sama seperti air semesta milikku." Ucapnya lalu mengibaskan tangannya, seketika air tersebut berpindah tempat ke samping air semesta. Sementara mutiara yang berwarna abu-abu tersebut diambil oleh Guang Yiang.


" Hua'er, ini kau seraplah. Mungkin ini akan membantumu naik keranah dewa immortal tahap dua atau tiga." Ucap Guang Yiang sambil memberikan satu buah mutiara sementara satu lagi dia ambil.


Guang Yiang lalu mencari tempat aman untuk menyerap mutiara tersebut.


Perlahan-lahan energi berwarna abu-abu berbentuk seperti benang terserap masuk kedalam tubuh mereka berdua.


Lima jam kemudian..


Boomm


Boomm


Boomm


Baik Guang Yiang dan Xin Hua, kultivasi mereka naik sebanyak tiga tahap. Kultivasi Xin Hua naik ke ranah dewa supreme tahap Tiga dan kultivasi Guang Yiang naik ke ranah dewa soveregin tahap enam.


Beberapa saat kemudian, langit yang tadinya cerah tiba mendung.


Melihat itu, Guang Yuang lalu menyelimuti tubuh Xin Hua dengan sebuah perisai.


Jedar..


Jedar..


Jedar...


Jedar..


Jedar...

__ADS_1


Jedarr..


Jedarr ..


Jedar..


Setelah tujuh kali sambaran petir, Akhirnya petir tersebut berhenti dan langit kembali cerah.


Sekarang mutiara energi di tubuh Guang Yiang ada enam, yaitu elemen air, cahaya, api, kegelapan, es,dan energi kehampaan.


Sementara di tubuh Xin Hua hanya memiliki mutiara energi cahaya, walaupun demikian, dia masih bisa menggunakan energi kehampaan.


"Bagaimana Hua'er, apakah kau sudah selesai memperkuat fondasi kultivasimu?" Tanya Guang Yiang.


" Ya, ang gege. " Jawab Xin Hua.


" kalau begitu mari kita melanjutkan perjalanan kita." Ucap Guang Yiang.


" Baik Ang gege."


Wuuss


Mereka berdua kembali melesat kearah selatan. Tak lama kemudian, mereka menemukan sebuah hutan yang memiliki energi api yang sangat tebal, bahkan Guang Yiang dapat merasakan api di hutan itu. Walaupun begitu, api itu tidak dapat melukainya.


" Hua'er, lindungi seluruh tubuhmu dengan elemen cahaya." pintah Guang Yiang


" Baik Ang gege." Jawab Xin Hua lalu dengan segera, dia mengalirkan energi miliknya ke seluruh tubuhnya.


" Hua'er, apakah kau bisa bertransformasi menjadi burung?" Tanya Guang Yiang.


" Ya Ang gege" Jawabnya lalu berubah menjadi seekor burung berwarna putih dengan garis emas di sekujur tubuhnya.


Lalu Guang Yiang juga berubah menjadi seekor burung garuda berwarna emas.


" Baik Ang Gege."


Lalu mereka berdua terbang menuju hutan. Api di hutan itu seakan tidak mau menyentuh mereka, sehingga mereka tidak merasa kepanasan sedikit pun.


Sementara jauh di kedalaman hutan..


" Sialan, bagaimana bisa mereka tidak terbakar oleh api milikku.?" Ucap Burung Rajawali api tersebut.


" Tidak tahu yang mulia. Seakan-akan energi api tersebut menjauhi mereka." Jawab burung walet merah.


" Apakah kita bunuh saja mereka yang mulai.?" Tanya Singa api hijau.


" Jangan bunuh mereka. Apakah kau lihat mereka siapa.?" Tanya Rajawali api.


" Tentu yang mulia. Mereka adalah burung garuda emas dan burung garuda putih." Jawab Singa api.


" Jadi, kau tahu kan burung garuda itu siapa?" Tanya Rajawali lagi.


" Tentu saja, mereka adalah dewa para burung , mereka hanya berada di benua suci dan merupakan keturunan dari putra dewa suci yang lahir dari energi miliknya." Jelasnya.


Sementara Guang Yiang bersama Xin Hua terus terbang hingga mencapai pinggir hutan lalu mereka berubah menjadi manusia lalu melanjutkan perjalanan mereka.


" Sialan, mereka menipu kita. Ternyata mereka hanyalah manusia yang bisa berubah menjadi burung. Cepat kejar dan tangkap mereka." Perintah rajawali.


" Baik yang mulia."

__ADS_1


Wuuss


Wuss


Ratusan pasukan burung melesat mengejar Guang Yiang dan Xin Hua.


" Ang gege, sepertinya ada yang mengejar kita." Ucap Xin Hua.


" Kau tenang saja, mereka hanya akan mengantar nyawa mereka." Ucap Guang Yiang.


Beberapa saat kemudian, prajurit burung tersebut menghadang Guang Yiang dan Xin Hua.


" Ha..ha..ha..ha..ha." Manusia, berani ? Menyeberangi hutan api tanpa izin, maka hukumannya adalah api." Ancam jenderal burung.


" Maju saja jika kalian ingin mati." Ucap Guang Yiang.


" Dasar sombong, prajurit serang dan bawa mereka hidup-hidup ke hadapan raja." perintah jenderal burung.


" Baik jenderal." Jawab Mereka


Hyaaattt


Para pasukan burung mulai mengepung dan menyerang Guang Yiang .


Tapi, Guang Yiang hanya dengan satu serangan tunggal, para pasukan burung terlempar satu persatu.


" Dasar. Bocah lemah saja, kalian tidak bisa mengalahkannya." Kesal jenderal burung.


" Biar aku saja yang mengalahkannya." Ucap Jenderal burung.


" Matilah kau bocah." Ucapnya lalu melayangkan tinjunya kearah Guang Yiang.


Tapi, Guang Yiang menahan tinju tersebut dengan satu tangan, lalu dia melempar jenderal tersebut hingga bekas benturannya membentuk kawah.


" Ciih, menghambat perjalananku saja." Ucapnya lalu membentuk tombak cahaya lalu melemparnya ke arah jantung sang jenderal.


Akhhhh


Seketika itu juga, jenderal burung mati seketika.


" Apakah kalian ingin mati, atau menghancurkan kuktivasi kalian.m" Tanya Guang Yiang memberi penawaran.


" Lalu, para prajurit tersebut, menghancurkan kultivasi mereka dan perlahan-lahan berubah menjadi burung kecil.


" Kalian kembalilah. Bilang kepada raja kalian jangan pernah menggangguku lagi." Ucap Guang Yiang lalu melesat bersama Xin Hua.


Di kedalaman hutan..


Argghh


"Dasar pemuda sialan, dia menghancurkan kultivasi pasukan elitku. Akan ku cincang daging pemuda itu." Ucapnya dengan marah.


Sementara Guang Yiang terus melesat hingga menemukan sebuah kota.


" Heh, kota. Menarik. Mungkin di kota ini ada sesuatu yang menarik." Gumam Guang Yiang.


" Ang gege. Apakah kita masuk, atau tidak.?" Tanya Xin Hua.


" Tentu saja, aku penasaran apa saja yang isi kota ini." Jawab Guang Yiang.

__ADS_1


Lalu mereka berdua melesat masuk kedalam kota. Dan mendapati seluruh kota penuh dengan bangunan yang terawat, tapi dia tidak menemukan satu penduduk pun.


" Ini aneh, apakah kota ini kota mati." Tanya Guang Yiang dalam hati.


__ADS_2