Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 144 Menuju Jantung Benua Bintang II


__ADS_3

" Tapi ayah.."


" Tidak ada tapi-tapi. Biarkan kakakmu merasakan karma yang sudah dia lalukan." Ucap Raja Kota yang memotong perkataan Han Bi.


Mendengar ayahnya menolak keinginannya, Han Bi sangat marah hingga elemen es miliknya merembes keluar.


" Hentikan Bi'er, jika kau tidak berhenti, maka kau akan membekukan tempat ini." Ucap Raja kota.


Mendengar perkataan ayahnya, Han Bi menarik kembali aura es miliknya sehingga udara kembali seperti semula.


Lalu tanpa mempedulikan ayahnya, Han Bi berjalan keluar dari istana kota dan menuju ketempat dimana Han Bun bertarung dengan Guang Yiang dan Zang Yuwan.


" Untung saja aku melihat tempat kakak bertarung tadi." Ucapnya.


Tak lama kemudian, dia tiba di gerbang kota dan mulai berteriak.


" Hai kau sialan keluarlah.'' Teriak Han Bi.


" Jika kau tidak keluar, maka akan kubekukan seluruh kota ini." Ucap Han Bi.


" Hah, sepertinya kau sangat marah." Ucap Zang Yuwan.


" Oh tunggu, wajahnya mirip dengan seseorang, tapi siapa yaa?'' Ucap Zang Yuwan.


" Kalian berlagak pikun. Hari ini kalian akan membayar perbuatan yang kalian lakukan pada kakakku." Ucapnya lalu mengeluarkan elemen es miliknya.


" Es pembeku"


Seketika wilayah di sekitar gerbang kota menjadi es dan juga 100 meter ke dalam kota.


" Oh kau pengguna elemen es. Tapi sayangnya kau menyalahgunakan kekuatan es milikmu." Ucap Guang Yiang.


" Jika kau berani lawan aku, jangan menghindar terus." Ucapnya.


" Maaf aku tidak ingin bertarung lagi." Ucap Guang Yiang.


" Bi'er, berhentilah. Kalau kau tidak berhenti, maka kau akan membekukan seluruh kota." Ucap Raja Kota.


Tapi, Han Bi tidak mendengarnya. Dia tetap menghiraukan perkataan ayahnya, malahan dia mengeluarkan elemen esnya lebih kuat lagi.


" Apakah kau Raja kota lampion?" Tanya Guang Yiang.


" Iya tuan muda." Jawab Raj Kota.

__ADS_1


" Apakah aku boleh menyegel elemen es putrimu?" Tanya Guang Yiang.


" Silahkan tuan muda. Dia dan Han Bun hanya membuat masyarakat kota lampion menjadi resah." Ucap Raja Kota.


Guang Yiang lalu membuat segel tangan dengan cepat, lalu segel berbentuk segi delapan melesat ke arah Han Bi.


Setelah segel itu menyegel kekuatan elemen es milik Han Bi, udara kembali menjadi seperti semula.


" Kau memiliki elemen yang terbilang cukup langka, tapi kau menggunakan kekuatanmu secara sembarangan. Segel itu akan terus menyegel elemen es milikmu, sampai kau bisa mengendalikan amarah dan menghilangkan kebencian dalam dirimu." Ucap Guang Yiang.


Han Bi yang melihat elemen es tersegel menjadi marah dan kepada Guang Yiang.


" Ayah, mengapa kau membiarkan dia menyegel kekuatanku?" Tanya Han Bi.


" Karena selama ini kau dan kakakmu selalu membuat masalah dan sering menindas orang-orang yang lemah menggunakan kekuatan dan statusmu, dan sekarang giliran kalian berdua yang merasakan rasanya di tindas oleh orang yang selama kau anggap lemah. Imgatlah, mungkin saja mereka yang selama ini kau tindas memiliki kekuatan yang lebih besar dari mu, hanya saja mereka menghormatimu sebagai putriku." Ucap Raja kota dengan bijak.


" Kalau begitu kami pamit undur diri." Ucap Guang Yiang.


" Oh iya, ambillah cincin ini. Didalamnya ada sumber daya yang bisa kau gunakan untuk meningkatkan kekuatanmu. Dan juga tetaplah menjadi orang seperti ini tanpa pilih kasih walaupun itu anakmu sendiri." Ucap Guang Yiang.


Wusss


Tepat setelah menyelesaikan kalimatnya, Guang Yiang, Xin Hua, Guang Xin, dan Zang Yuwan serta Xu Lia melesat meninggalkan kota lampion.


Sementara Han Bi hanya tertunduk lesu. Karena kekuatan yang selama ini dia banggakan, dan juga jenius kota lampion, kini semuanya hilang bersamaan dengan tersegelnya kekuatan elemennya yang secara tidak langsung menyegel kultivasinya juga.


Sementara saat ini Guang Yiang dan yang lainnya sudah menjauh dari kota lampion dan sekarang mereka sudah berada di hutan bambu, yang merupakan batas antara kota lampion dan kota bambu.


" Xin'er, apakah kau ingin tetap terbang?" Tanya Xin Hua.


" Tidak bu, aku sudah kehabisan energi." Jawab Guang Xin.


" Kalau begitu, beristirahatlah, di dunia jiwa." Ucap Guang Yiang.


Setelah Guang Xin kembali ke dunia jiwa, mereka kemudian melanjutkan perjalanan menembus hutan bambu yang lebat.


Mereka terus terbang selama berjam-jam, tapi mereka tak kunjung menemukan ujung dari hutan bambu.


'' Ini aneh, mengapa kita tidak keluar-keluar dari hutan bambu. Padahal kita sudah terbang berjam-jam dengan kecepatan penuh.?" Tanya Zang Yuwan.


" Apakah kau menyadari sesuatu?" Tanya Guang Yiang.


" Menyadari ap.."

__ADS_1


" Tunggu, bukankah seharusnya tidak ada kabut tadi, mengapa sekarang ada kabut?" Tanya Zang Yuwan, yang mulai menyadari sesuatu.


" Kabut itulah yang membuat kita terus berputar-putar dari tadi." Ucap Guang Yiang.


" Lalu sekarang bagaimana caranya kita keluar dari hutan ini?" Tanya Zang Yuwan.


" Tentu saja menghilangkan formasi kabut ilusi ini." Ucap Guang Yiang.


" Baik, kalau begitu aku akan mencoba teknik pemecah ilusi milikku.'' Ucap Guang Yiang.


Lalu dia membentuk segel tangan yang berulang-ulang sebanyak tiga kali. setelah menyelesaikan segel tangannya, seketika cahaya memancar kesegala penjuru hutan.


Kraakkk


Prankkkk


Tiba-tiba saja, suara retak dan suara kaca pecah terdengar. Bersamaan dengan suara kaca pecah, kabut itu juga menghilang.


" Ha..ha..ha..ha. Tidak kusangka ada yang menyadari formasi hutan ini." Ucap sebuah suara.


" Siapa kau??" tanya Yuwan.


" Ha..ha..ha..ha. Kalian sudah mengetahui rahasia hutan ini, maka jangan harap kalian bisa keluar dari sini." Ucapnya.


" Ku harap kau jangan bermain petak umpet singa hijau sialan, karena aku tahu kalau kau menggunakan teknik ilusi bayangan." Ucap Guang Yiang.


" Iya, teknik mu itu murahan sekali. Sebaiknya kau keluarlah dari dalam ilusimu singa bodoh." Ucap Xin Hua.


" Sialan, bagaimana mereka bisa tahu, kalau aku sedang menggunakan teknik ilusi?" Tanyanya.


" Kau ingin keluar sendiri atau aku sendiri yang menarikmu keluar?" Tanya Guang Yiang.


" Tidak-tidak dia pasti hanya menebak dan menggertak saja, aku tidak boleh terpancing." Batin singa hijau tersebut.


" Baik, karena kau tidak ingin keluar maka aku akan mengeluarkanmu dari ilusimu itu." Ucap Guang Yiang lalu, dia membuat segel tangan. Dan seketika itu juga singa yang memiliki warna hijau seperti bambu terjatuh dari langit.


" Sialan, baru kali ini ada yang mengetahui semua trikku." Ucapnya.


" Kau memang bisa menipu orang lain, tapi tidak dengan orang yang menguasai teknik ilusi." Ucap Guang Yiang.


" Karena kalian sudah mengetahui rencana ku, maka kalian akan mati di sini." Ucapnya.


" Biarkan kami lewat. Jika kau ingin mati silahkan halangi kami." Ucap Zang Yuwan.

__ADS_1


" Ha..ha..ha..ha. Hanya bocah ingusan sepertimu, mana mungkin bisa membunuhku." Ucap Singa itu dengan sombong.


__ADS_2