
" Cepat, tangkap dan penjarakan mereka. Penjarakan mereka di penjara bawah tanah." Perintah Raja Yu Re.
" Apakah raja sudah gila. Bahkan baru maju satu meter saja, mungkin kami sudah mati menjadi abu" Bantah salah seorang jenderal.
" Tangkap mereka atau kalian aku bunuh." Perintah raja Yu Re lagi.
" Kami tetap tidak akan mengorbankan diri, hanya demi putra anda yang mesum itu." Bantah salah seorang komandan.
" Kalian berani membantah. Hidup dan mati kalian adalah ururusanku. Kalian tidak memiliki hak untuk membantah perintahku." Ucap Yu Re.
"Tentu saja kami memiliki hak atas diri kami sendiri." ucap seorang prajurit biasa yang angkat bicara.
" Kau hanya raja kota, tidak berhak mengatur hidup kami." Ucap Jenderal Du.
" Beraninya prajurit rendahan membantah perintahku. Matilah." Ucap Yu Re,
menembakkan panah energi kearah prajurit tersebut.
Booomm
" Apa kau sudah gila. Hanya karena putra sampahmu, kau rela mengorbankan orang yang tidak bersalah." Ucap Guang Yiang.
" Sampah kau bilang. Seharusnya kau lah yang mati, menggantikan nyawa putraku." Ucapnya lalu seluruh tubuhnya di selimuti oleh energi berwarna biru.
" Oh api biru ya. Baiklah, api melawan api." Ucap Guang yiang lalu mengeluarkan api surgawinya.
" Lidah api"
" Phoenix api surgawi"
Boomm
" Tidak mungkin. Tidak mungkin aku kalah dari seorang bocah." Ucapnya.
Lalu, tiba-tiba Yu Re menelan sebuah pil berwarna merah darah.
Beberapa saat kemudian, tiba-tiba terjadi ledakan beruntun dari dalam tubuh Yu Re.
Kultivasi Yu Re yang awalnya berada di ranah Maha Raja tahap Delapan Tingkat perak, meningkat ke ranah maha dewa tahap pertama.
" Ha..ha..ha..ha. Sekarang aku akan membunuhmu." Ucap Yu Re.
" Oh, kau ingin membunuhku menggunakan waktu selama lima menit. Kau jangan berharap." Ucap Guang Yiang.
" Lima menit sudah cukup untuk membalaskan dendam anakku." Ucapnya lalu melesat kearah Guang Yiang.
Guang Yiang hanya menghindari serangan Yu Re terus menerus, bahkan Yu Re sudah tampak kewalahan dan sisa waktunya hanya tinggal tiga menit.
" Sialan. Jangan hanya menghindar." Ucap Yu Re.
" Jadi aku harus menerima seranganmu dangan sukarela begitu?" Tanya Guang Yiang, yang terus saja menghindar, tujuannya hanya mengulur waktu.
" Kalau begitu, kau akan mati bersamaku." Ucapnya.
Perlahan-lahan, tubuh Yu Re membesar, semakin lama, tubuh Yu Re semakin membesar.
Booomm
Darah berceceran dimana-mana dan tampak Guang Yiang berdiri dan nafas tersengal-sengal.
" Untung saja, aku menyimpan energiku untuk meminimalisirkan ledakannya." Batin Guang Yiang.
" Bagi kalian yang masih ingin melawan majulah. Aku dengan senang hati meladeni kalian." Ucap Guang Yiang.
Tapi tidak ada yang bergerak dari tempat mereka sama sekali.
__ADS_1
" Baiklah, kalau begitu, bersihkan puing-puing istana ini. Aku akan membantu kalian membangun istana kota. Untuk Yang akan menjadi raja kota kalian sendiri yang menentukannya." Ucap Guang Yiang.
" Ba..baik tuan" Ucap Para prajurit kota ketakutan.
Mereka semua lalu bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan istana yang sudah hancur lebur.
Tiga hari kemudian, puing-puing istana sudah di bersihkan. Kini Guang Yiang lalu membayar arsitek untuk membangun kembali istana kota.
Satu bulan kemudian, Istana kota sudah jadi kini para penduduk berbondong-bondong kedepan istana kota untuk menyaksikan peresmian istana dan pengangkatan raja kota yang baru.
" Baiklah, para warga kota, mulai sekarang Raja kota Yu Re akan digantikan oleh raja kota yang baru. Untuk itu, aku akan menunjuk Jenderal Du untuk menjadi raja kota." Ucap Guang Yiang.
" Tuan, aku tidak memiliki keahlian dalam hal pemerintahan. " Ucap Jenderal Du.
" Kaulah yang layak menjadi raja kota, karena kau memiliki sifat yang bijaksana dan berani membela kebenaran." Ucap Guang Yiang.
" Kalau begitu, ambillah cincin ruang ini. Ingat gunakan isinya dengan baik." Ucap Guang Yiang
" Baik tuan muda." Jawab Jenderal Du.
" Baiklah kalau begitu, aku pamit undur diri." Ucap Guang Yiang.
Guang Yiang, Zang Yiang, Xin Hua, Xu Lia, dan Guang Ruis melesat meninggalkan kota bukit biru.
Wuuss
Wuss
Wuss
Beberapa kilometer dari kota Bukit biru, sekelompok orang menghadang jalan mereka.
" Berhenti. Serahkan seluruh harta benda kalian dan dua orang wanita itu kepada kami, baru kalian bisa melewati hutan ini." Cegat salah satu pria tersebut.
Slass
Slass
" Ciihh, sialan. Matilah kau." Ucap pria tersebut lalu melesat ke arah Guang Yiang.
" Tebasan bulan purnama."
Boooomm
" Coba ulangi perkataan kalian tadi.!"perintah Guang Yiang.
Kini pemimpin perampok tersebut bermandikan keringat. Dia tidak menyangka jika yang menjadi mangsanya hari ini justru menjadi pembunuhnya.
" Pergilah dari hadapanku, kalau tidak aku akan memenggal kepala kalian." Ucap Guang Yiang.
" Lariiiiii"
Kini semua perampok tersebut berhamburan keberbagai arah.
" Huh, dasar pengacau." Ucap Guang Yiang.
" Kau benar ang gege. Selalu saja ada yang menjadi penghambat perjalanan kita." Ucap Xin Hua dengan kesal.
Wuuss
Kini mereka melanjutkan perjalanan mereka.
Dua hari sudah mereka terbang, tapi tidak ada satu pun kota yang di temukan oleh mereka
" Mengapa tidak ada satu pun kota yang di lewati gege.?" Tanya Xin Hua.
__ADS_1
" Iya kak. Tidak ada satu pun kota yang di lewati dua hari terakhir." Ucap Zang Yuwan.
Guang Yiang lalu membuka peta.
" Kalau menurut peta, hutan ini adalah hutan roh, dan satu hari perjalanan dari sini adalah padang tornado." Jelas Guang Yiang.
" Baiklah. Aku penasaran apa saja yang ada di padang tornado, ayo kita berangkat sekarang." Ucap Guang Ruis dengan semangat.
" Aku juga penasaran." Ucap Zang Yuwan.
" Baiklah, ayo kita berangkat." Ucap Guang Yiang.
Wuss
Wuss
Mereka melanjutkan perjalanan mereka. Tapi, baru beberapa ratus meter, mereka di hadang oleh segerombolan hewan tingkat maha dewa.
Auuuuuuuu
Seekor serigala ungu melolong dan seketika ratusan serigala muncul entah dari mana.
" Bersiaplah untuk bertarung." Ucap Guang Yiang mengeluarkan pedang cahaya miliknya.
" Auuuuuuu"
Sekali lagi serigala besar itu melolong panjang dan ratusan serigala itu maju.
Slasss
Guang Yiang dan Xin Hua saling membelakangi dan menebas serigala tersebut satu persatu, begitu juga dengan Zang Yuwan dan Xu Lia. Mereka saling membelakangi dan melawan serigala satu persatu. Hanya Guang Ruis yang sendiri.
" Sial. Andai saja aku juga memiliki seorang istri seperti mereka." Gerutu Guang Ruis sambil menebas serigala yang menyerang satu persatu.
Jedarrr
Jedarrrr
Boomm
Karena kewalahan menggunakan pedang, Zang Yuwan menggunakan halilintar dan mengubah serigala menjadi abu.
Melihat itu, Guang Yiang tidak mau kalah dia membentuk ratusan tombak cahaya.
Grrrrr
Raja serigala itu mengerang kesakitan akibat terkena serangan dari Guang Yiang.
"Teratai cahaya."
Booomm
" Sinar senja"
Booomm
Kembali ledakan terjadi dimana-mana akibat pertarungan mereka.
" Sial aku tidak boleh kalah."
"Pusaran cakram dewa Guang."
Wuuss
Slassshh
__ADS_1
Cakram milik Guang Ruis terus melesat dan memotong tubuh para serigala tersebut.