Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 146 Kota Bambu


__ADS_3

Baru juga berjalan lima langkah, seorang pemuda menghentikan langkah mereka.


" Berhenti" Teriaknya.


" Ya, ada apa ya? Mengapa tuan muda menghentikan kami?" Tanya Guang Yiang.


" Pake nanya lagi. Sudah jelas kan apa yang aku inginkan?" Tanya pemuda tersebut.


" Apakah kau menginginkan kematianmu?" Tanya Zang Yuwan


" Sialan kau. Serahkan kedua wanita cantik itu padaku, lalu potong kedua tangan kalian dan hancurkan juga kultivasi kalian, maka aku akan mengampuni kalian." Ucapnya.


" Baiklah" Jawab Zang Yuwan.


" Nah begitu dong. Aku jadi tidak repot untuk.."


" Argggggg"


Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, dia berteriak kesakitan dan melihat lengan kanannya sudah jatuh.


" Sialan kau, aku menyuruhmu memotong tanganmu, bukan tanganku" Ucap pemuda tersebut yang tak lain adalah anak dari raja kota Liu Lang.


" Oh salah ya. Aku kira tanganku yang kupotong" Ucap Zang Yuwan lalu mengarahkan pedangnya dan memotong tangan kiri Liu Lang.


" Arggggg sialan kau. Sekarang juga sembuhkan tanganku." Ucapnya.


'' Baik-baik. Aku akan menyembuhkan tanganmu" Ucapnya lalu dia meninju perut Liu Lang dan menghancurkan dantian milik Liu Lang.


" Argggggg"


Kali ini Liu Lang berguling-guling di tanah karena kesakitan, akibat dantiannya di hancurkan.


" Bagaimana apa kedua tangan tuan sudah sembuh?" Tanya Zang Yuwan.


" Sialan kau. Aku menyuruhmu menyembuhkan tanganku bukannya menghancurkan dantianku. Sekarang juga hancurkan kultivasimu sendiri." Ucap Liu Lang.


" Apakah kau bodoh. Tangan yang sudah putus tidak akan bisa di sembuhkan lagi. Kecuali di ganti dengan tangan lain. Dan juga aku akan memberikan hadiah kepadamu tuan muda yang bodoh, sok berkuasa."


Crasss


Crassss


" Argggggg"

__ADS_1


Lagi-lagi, Liu Lang berteriak kencang.


" Nah kalau begini kan kau sudah menjadi sampah yang sesungguhnya. Oh aku melupakan satu hal." Ucapnya lalu memotong sesuatu yang paling berharga milik Liu Kang.


" Arggggggg"


" Sialan, kau ayahku akan membalas perbuatanmu." Ucapnya.


" Nah kalau sekarang kau benar-benar sampah sempurna, dan juga kau sudah tidak bisa lagi bermain wanita." Ucap Zang Yuwan.


" Oh iya. Kalau kau bisa melapor kepada ayahmu silahkan saja aku akan menunggunya di sini." Ucap Zang Yuwan.


" Yuwan, kau ini. Bukankah kau terlalu kejam padanya?" Tanya Guang Yiang dengan wajah berbelas kasih.


" Ini termasuk baik kak, karena aku memberinya kesempatan bertemu dengan ayahnya untuk terakhir kalinya sebelum aku membunuhnya." Jawab Zang Yuwan.


" Ini belum cukup. Aku akan menambahkan sesuatu agar penderitaannya bertambah." Ucap Guang Yiang, lalu dia melempar api jiwa sebesar biji jagung ke arah Liu Lang.


" Argggggg sakit. Tolong ampuni aku." Ucap Liu Kang.


" Mengampunimu? Apakah kau pernah berpikir bagaimana perasaan wanita yang kau jadikan pemuas nafsu bejatmu. Sakit yang kau alami Ini belum seberapa di bandingkan dengan wanita yang kau jadikan pemuas nafsu. Kau memaksa mereka untuk kau jadikan pemuas nafsu dan kau bahkan tidak pernah berpikir bagaimana perasaan mereka jika mereka mengandung anak tanpa seorang ayah. Bagaimana nasib anak yang mereka kandung. Apakah kau pernah memikirkan itu?" Tanya Xin Hua.


" Mereka hanya rakyat jelata. Mereka memang harus patuh kepada orang yang memiliki status yang lebih tinggi." Ucap Liu Lang tanpa rasa bersalah.


Plaaaaaakkkk


" Mereka hanya wanita, tidak perlu di perhatikan apa lagi di pikirkan" Ucapnya.


Plaaaaakkkkk


" Argggggghhh. Mengapa kau menamparku?" Tanya Liu Kang.


" Dasar tidak punya otak. Wanita di ciptakan untuk di hargai, dicintai dan di sayangi, bukan menjadi pemuas nafsu, lalu di buang begitu saja seperti sampah yang tak terpakai." Ucap Xin Hua.


" Kalau tidak ada wanita, maka kau juga tidak akan ada di dunia ini, dasar hati batu." Ucap Xu Lia lalu membentuk tombak cahaya, lalu melesatkan kearah Liu Lang. Dan seketika itu juga, Liu Lang menghembuskan nafas terakhirnya dalam keadaan tanpa anggota tubuh yang utuh.


" Kakak ipar mengapa kau membunuhnya?" Tanya Zang Yuwan.


" Aku membunuhnya karena dia sama sekali tidak menghargai seorang wanita." Jawab Xin Hua.


" Anaknya sudah selesai, sekarang giliran ayahnya." Ucap Guang Yiang.


Dan benar saja. Tak lama kemudian, seorang pria yang tak lain Liu Kang datang bersama pasukannya.

__ADS_1


Dan amarahnya seketika naik saat melihat putra satu-satunya yang sangat di sayanginya mati tanpa anggota tubuh dengan kepala bocor.


" Apakah kalian tidak punya hati hah. Bagaimana bisa kalian membunuh seseorang tanpa anggota tubuh yang utuh?" Tanya Liu Kang.


'' Cih tidak tahu diri. Seharusnya aku bertanya seperti itu padamu."


" Kaulah yang tidak punya hati dan perasaan. Kau begitu tega membiarkan putra sampahmu ini mempermainkan seorang wanita tanpa mencegahnya." Ucap Xin Hua.


" Cih, dia hanya bermain dengan beberapa wanita. Apakah itu kesalahan besar?" Tanya Liu Kang dengan entengnya.


Crassss


dua buah tangan terjatuh ketanah dengan darah yang masih menetes.


" Sialan, apa yang kalian lakukan? Mengapa kalian memotong tanganku?" Tanya Liu Kang.


" Itu hanya tanganmu untuk apa kupikirkan." Jawab Xin Hua.


" Hanya katamu. Kalau tanganku kau potong bagaimana caranya aku berlatih dan melakukan sesuatu, dasar bodoh" Ucap Liu Kang.


" Aku akan menanyakan pertanyaan yang sama seperti yang ku tanyakan pada putramu itu. Bagaimana nasib seorang wanita atau anak gadis yang di ambil secara paksa dan di p*rk*s* lalu di biarkan mengandung anak orang lain tanpa di nikahi? Bagaimana nasib anaknya?" Tanya Xin Hua.


" Itu urusan mereka bukan urusanku. Siapa suruh mereka sangat lemah dan menjadi rakyat jelata." Jawab Liu Kang.


Plaaakkkkk


Satu buah tamparan mendarat di wajah Liu Kang, dan membuat wajah Liu Kang berbekas.


" Bagaimana kalau hal itu terjadi pada putrimu?" Tanya Xin Hua.


" Jawabannya mudah. aku akan membunuhnya dan membuang mayatnya di hutan biar di mangsa oleh bintang buas." Jawab Liu Kang.


Boooomm


Kali ini bukan sebuah tamparan yang mendarat di wajah Liu Kang tapi, sebuah tapak yang membuatnya menghantam tanah.


" Baik sekarang waktumu sudah habis." Ucap Guang Yiang.


Di telapak tangannya api jiwa berkobar, dan dengan cepat Guang Yiang melemparkannya ke arah Liu Kang.


" Arggggg. Leluhur keluarga Liu akan membalas perbuatan kalian." Ucap Liu Kang lalu tubuhnya menjadi abu lalu terbang di bawah angin.


" Sekarang anak gadis kalian sudah boleh bebas dan tidak perlu takut lagi kepada Liu Lang." Ucap Guang Yiang.

__ADS_1


" Bagaimana dengan klan Liu tuan muda. Mereka juga selalu mengambil anak gadis kami." Ucap seorang pria parubaya.


" Jika benar mereka melakukannya, maka kami akan dengan senang hati melakukan hal yang sama pada mereka" Jawab Guang Yiang.,


__ADS_2