
Mereka semua masuk kekamar mereka. Hanya Guang Ruis yang terlihat sendiri di kamarnya.
Setelah membersihkan tubuhnya, Guang Ruis langsung merebahkan tubuhnya di kasur dan beristirahat. Sementara Zang Yuwan dan Guang Yiang sebaliknya. Justru mereka berolahraga terlebih dahulu.
Guang Yiang dan Xin Hua terbangun karena sinar matahari menembus celah-celah dinding begitu juga dengan Zang Yuwan, Xu Lia dan Guang Ruis sudah terbangun.
Setelah membersihkan diri, mereka turun kelantai bawah untuk sarapan pagi.
" Tuan muda, nona muda, mau pesan apa?" Tanya pelayan.
" Aku pesan menu biasa saja." Jawab Guang Yiang.
" Aku juga"
" Aku juga."
" Bagaimana dengan minumannya?" Tanya pelayan lagi.
" air putih saja." Ucap Guang Yiang. Lalu diikuti oleh Zang Yuwan yang memang tidak suka minum arak.
" Hei lihat. Saking miskinnya mereka hanya biasa memesan menu biasa dan air putih. " Ucap salah satu pengunjung.
" Hei kau jangan berbicara sembarangan. Lihatlah cincin yang mereka kenakan, kelihatannya mereka adalah anak bangsawan." Timpal pemuda lain.
" Mungkin hanya perhiasan saja. Ingin terlihat sebagai anak seorang bangsawan." Ucap pemuda itu lagi.
" Terserah kau saja." Ucap pemuda tersebut.
Braakk
Seluruh pengunjung yang ada di sini, harap tinggalkan restoran ini karena yang mulia kaisar ingin mengambil restoran ini." Ucap seorang komandan yang menggebrak meja.
Seluruh pengunjung dan orang yang menyewa kamar berlarian keluar karena tidak mau berurusan dengan pihak kerajaan.Sementara Guang Yiang, Zang Yuwan, Xin Hua Xu Lia dan Guang Ruis dengan santainya memakan makanan mereka seakan-akan tidak tahu apa yang terjadi.
" Hei kalian. Apakah kalian tidak mendengarku. Tinggalkan penginapan ini. Karena kaisar sudah menjadi pemilik baru tempat ini." Teriak sang komandan.
" Memangnya kau tidak melihat kami sedang makan. Tunggu sampai kami menghabiskan makanan kami baru kami akan pergi." Ucap Guang Yiang.
" Dasar sialan. Matilah kau pemberontak." Ucap Komandan Kan.
Bruuk
Duarr
Komandan Kan memukul dengan cepat. Tapi bukannya mengenai Guang Yiang, malah menghancurkan meja dan membuat seluruh makanan yang ada di meja tersebut bertebaran di lantai.
" Kau.. Kau tidak memiliki hak untuk menghindar. Karena kau cuma budak kaisar.'' Ucap komandan kan
__ADS_1
" Ciih, apakah kau pikir aku ini budak milik kaisar bodoh itu.?" Tanya Guang Yiamg.
" Tentu saja. Seluruh warga di kekaisaran ini harus tunduk dan patuh kepada setiap perintah kaisar. Jika kaisar memerintahkan kau bunuh diri, maka kau harus melakukannya." Jawab Komandan Kan.
" Atas dasar apa aku harus mematuhi kaisar bodoh itu?" Tanya Guang Yiang.
" Itu karena kaisar adalah penguasa benua ini. Dan juga dia memiliki sumber daya dan harta yang banyak." Jawab Komandan Kan.
" Kau akan terkejut jika suatu saat nanti kekaisaran matahari runtuh dan kepala kaisar di gantung di tengah-tengah kota." Ucap Guang Yiang.
" Maaf aku lagi tidak mau bertarung. Jadi kami permisi dulu." Ucap Guang Yiang lalu.
Mereka berlima lalu menghilang seperti ditelan bumi meninggalkan komandan kan dengan wajah memerah.
" Komandan, baru kali ini ada orang yang berani menyinggung dan membalas semua perkataanmu." Ucap salah satu prajurit.
Wuss
Wuss
Mereka muncul ditempat yang jauh dari penginapan tersebut.
" Gege, mengapa kau membawa kami kesini?" tanya Xin Hua.
" Benar kak. Biasannya kau akan memukul orang yang berani mengganggumu tapi sekarang kau malah pergi." Ucap Zang Yuwan.
" Aku memiliki rencana tersendiri." Jawab Guang Yiang.
" Pavilun matahari." Gumam Zang Yuwan membaca papan yang ada di depan bangunan.
" Kau benar ini adalah pavilun matahari, tempat kediaman para keluarga kaisar." Ucap Guang Yiang.
" Terus mengapa kita berada di sini kak?" Tanya Xu Lia.
" Kalian lihat saja." Ucap Guang Yiang lalu membuat segel tangan dengan cepat.
Wuss
Wuss
Dinding transparan menutupi seluruh bangunan tersebut dan memperlihatkan jenderal kan yang sedang membantai keluarga kekaisaran.
" Kakak. Mengapa hanya gambar komandan sialan itu. Tambahkan juga orang kuat lainnya agar membuat kaisar bodoh itu yakin dengan apa yang di lihatnya." Ucap Zang Yuwan yang sudah tahu rencana kakaknya.
Guang Yiang hanya menganggukkan kepalanya dan menambahkan wajah salah seorang jenderal dan beberapa komandan yang pernah memimpin pasukan kekaisaran menyerang kekaisaran.
" Baiklah sudah selesai. Kaisar bodoh permainan di mulai." Ucap Guang Yiang.
__ADS_1
" Gege, aku tidak paham dengan semua ini." Ucap Xin Hua.
" Ini adalah formasi cermin bumi yang dapat memutar balikkan keadaan sebenarnya. Dan aku sudah memasang ilusi. semua orang yang kalian lihat adalah para keluarga kekaisaran." Jelas Guang Yiang.
" Jadi, jika kaisar bertarung dengan mereka, maka secara tidak langsung dialah yang membantai keluarganya" Ucap Zang Yuwan.
" Dan satu lagi, aku akan membuat ledakan agar mereka lebih yakin." Ucap Zang Yuwan lalu membuat berbagai ledakan besar di seluruh bangunan yang sudah dipasangi formasi.
" Ada yang datang, ayo kita sembunyi." Ucap Guang Yiang.
Di tempat lain..
" Yang mulia gawat." Teriak seorang prajurit.
" Ada apa mengapa kau terlihat sangat serius.?" Tanya Kaisar Sun Guo.
" Itu yang mulia, pavilun matahari di serang dan hampir seluruh orang yang ada di sana sudah mati terbunuh." Ucap prajurit tersebut.
" Kurang ajar. Siapa yang melakukannya.?" Teriak kaisar dengan amarah yang memuncak " Sebaiknya kaisar melihatnya sendiri." Ucap Prajurit tersebut.
Kaisar Sun Guo segera melesat menuju pavilun matahari. Dia khawatir jika putra satu-satunya yang tersisa akan mati dan tidak ada yang meneruskan tahta kekaisaran.
" Kurang ajar aku akan membunuh kalian semua." Ucapnya lalu mengeluarkan serangan terkuatnya. Dan dalam waktu sekejap seluruh pasukan yang hanya ilusi tersebut sudah mati dan kaisar sun guo baru menyadari jika itu hanya sebuah ilusi.
Amarahnya semakin memuncak saat melihat putra ketiganya yang terbaring dengan tubuh bersimbah darah dan tubuh yang tidak utuh.
" Bagaimana rasanya membantai keluarga sendiri kaisar bodoh." Ucap Guang Yiang yang muncul dari kehampaan.
" Oh ternyata kau yang melakukannya, aku akan membunuhmu" Ucapnya.
" Tidak secepat itu. Mungkin jika aku bertarung secara langsung aku akan kalah karena kultivasi kita beda jauh. Tapi karena kau dalam keadaan marah, aku mungkin bisa menang darimu." Ucapnya.
Satu demi satu serangan kaisar Sun di hindari tanpa ada serangan balasan, sehingga membuat kaisar sun semakin marah dan terus menyerang Guang Yiang.
Lalu tiba-tiba saja di sekeliling Kaisar Sun, muncul cahaya yang membentuk pola seperti matahari.
" Formasi dewa matahari."
Wusss
Akhhhhh
Akhhh
Kaisar Sun Guo berteriak kesakitan. Perlahan-lahan jiwanya terbakar menjadi abu begitu juga dengan tubuhnya.
" Aku tidak ingin bertarung lama-lama dengannya karena ini baru permulaan, dan musuh sebenarnya belum muncul." Ucap Guang Yiang.
__ADS_1
" Dan juga entah mengapa peningkatan kultivasiku sangat lambat." Ucapnya lalu menghilang dari tempat tersebut.
...****************...