Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 141 Meninggalkan kota Mutiara birufg


__ADS_3

Setengah jam kemudian, Zang Yuwan kembali dengan pedang yang penuh dengan darah.


" Kak, aku sudah menghabisi mereka semua, tapi anak-anak ini kita apakan?" Tanya Zang Yuwan.


" Mereka anak dari siapa?" Tanya Zang Yuwan.


" Aku tidak tahu. Tapi anak-anak ini kutemukan di sebuah gua tak jauh dari kediaman klan Ran." Jawab Guang Yiang.


" Adik kecil namamu siapa?" Tanya Guang Yiang.


Tapi, ketujuh anak yang berumur sekitar tujuh tahun hanya diam tidak menjawab.


" apa Mungkin dia trauma kak." tanya Zang Yuwan.


" Bisa jadi." Jawab Guang Yiang.


Guang Yiang lalu memeriksa keadaan ketujuh bocah tersebut, dan memang benar mereka trauma akan suatu hal.


Guang Yiang lalu mengalirkan energi ilahi miliknya ke tubuh ketujuh anak kecil itu untuk membuat sensi hangat pada ketujuh anak tersebut dan mengurangi rasa trauma.


"Adik kecil. Bisakah kau sebutkan namamu" Ucap Guang Yiang.


" Namaku Hua Duan, dan mereka semua adalah saudaraku." Ucap salah satu anak.


" Mengapa kau bisa berada di tempat ini, dan dimanakah ayah dan ibumu?" Tanya Guang Yiang.


" Mereka sudah di bunuh oleh mereka." Jawab Hua Duan.


" Kak, apakah kita harus membawanya?" Tanya Zang Yuwan.


" Aku juga tidak tahu." Jawab Guang Yiang.


" Apakah kau masih memiliki seorang keluarga?" Tanya Guang Yiang kepada anak tersebut.


" Tidak. Keluarga kami sudah di habisi oleh mereka." Jawab anak tersebut.


" Apakah kalian mau menjadi kuat?" Tanya Guang Yiang.


" Ya, kami ingin menjadi kuat." Jawab Mereka bertujuh.


" Apa tujuan kalian ingin menjadi kuat?" Tanya Guang Yiang lagi.


" Kami ingin membunuh orang jahat" Jawab mereka lagi.


" Baik, kalau begitu ikutlah denganku" Ucap Guang Yiang.


Dia lalu membuat portal uang menghubungkan kota mutiara biru dengan padang tornado.


" Kalian tunggu aku sebentar." Ucapnya lalu membawa ketujuh anak tersebut menuju ke padang tornado.


Dalam sekejap, mereka sampai di depan gerbang klan Xin.

__ADS_1


" Tunggu, apa tujuan tuan muda datang ke sini?" Tanya penjaga.


" Aku ingin bertemu dengan ayah Xin Gui" Ucap Guang Yiang.


" Baik, silahkan masuk." Ucap penjaga gerbang.


Kreeekk


pintu gerbang terbuka, dan dengan cepat Guang Yiang menuju ke aula klan bersama ke tujuh anak tersebut.


" Yiang'er, kapan kau datang?" Tanya Xin Gui.


" Baru saja ayah." Jawab Guang Yiang.


" Kebetulan patriak Gui juga ada di sini."


" Tujuanku ke sini, ingin meminta kalian ayah dan patriak Gui melatih ketujuh anak ini, karena mereka memiliki elemen air api, dan angin." Ucap Guang Yiang.


" Dimana kau menemukan mereka?" Tanya Xin Gui ragu.


" Ayah tidak perlu ragu, mereka adalah korban dari kejahatan klan Ran di kota puncak awan, dan orang tua mereka serta keluarga mereka sudah di bunuh." Jelas Guang Yiang.


" Kalau begitu kami akan melatih mereka" Jawab patriak Gui.


" Kalau begitu aku pamit dulu." Ucap Guang Yiang.


Lalu dia menghilang dari aula klan Xin dan muncul kembali di kota puncak awan.


" Kakak, gawat, pasukan kekaisaran menuju ke kota puncak awan, dan ratu ingin menuntut balas atas kemusnahan klannya." Ucap Zang Yiang.


Tak lama kemudian, portal muncul, dan ratusan pasukan keluar dari portal tersebut.


" Siapa yang berani sekali menghancurkan klan Ran." Teriak Ran Mia.


" Memangnya kau mau apa kalau mengetahui orang yang menghancurkan klan biadabmu itu?" Tanya Zang Yuwan.


" Lancang. Kau berbicara dengan ratu kekaisaran bintang, jadi jaga bicaramu." Bentak salah satu komandan.


" Hanya ratu saja bukan siapa-siapa." Ucap Xin Hua.


" Dasar wanita sialan." Ucap Ran Mia.


Lalu dia membentuk tapak, dan mengarahkannya kepada Xin Hua.


Booommmm


Debu kembali beterbangan, menutupi penglihatan semua orang.


" Ha..ha..ha..ha. Itulah akibatnya kalau berani menghina diriku." Ucap Ran Mia.


" Apakah ini serangan tapakmu.?" Tanya Xin Hua.

__ADS_1


Setelah debu menghilang, terlihat Xin Hua masih berdiri di tempatnya tanpa bergeser sama sekali.


" Aku tidak mau bertarung lagi, jadi silahkan kembali ke kekaisaran. Akan ada waktunya kita bertarung, dan saat waktu itu tiba, seluruh keluarga kaisar akan kami musnahkan." Ucap Guang Yiang.


" Ha..ha..ha..ha. Hanya kalian berempat saja. Mana bisa menghancurkan kekaisaran bintang yang memiliki kekuatan besar." Ucap Ran Mia meremehkan.


" Jika kalian masih ingin hidup, maka silahkan pergi dari tempat ini." Ucap Guang Yiang.


" Ha..ha..ha..ha.. Aku takut sekali" Ucap Ran Jia.


" Aku sudah memberitahu kalian, tapi kalian tidak ingin mendengarku, jadi jangan salahkan aku jika kalian tidak bisa kembali lagi di istana kekaisaran." Ucap Guang Yiang.


Dia lalu membentuk segel tangan, dan tak lama kemudian , lubang hitam muncul dan siap menghisap apa saja yang ada di dekatnya.


" Kalian masih memiliki kesempatan. Pergi atau kalian mati di tempat yang memiliki udara yang sangat dingin, dan kalian akan mati membeku." Ucap Guang Yiang.


" Ha..ha..ha..ha. Paling-paling kau hanya menggertak. Kau berusaha menakutiku dengan lubang hitam palsumu." Ucapnya.


" Baik kalau tidak percaya, maka sekarang kau cari tahu sendiri ini asli atau palsu." Ucap Guang Yiang.


Lalu lubang hitam itu menghisap Ran Mia dan prajurit yang datang bersamanya kedalam lubang hitam tersebut.


" Sekarang ayo kita pergi dari kota ini." Ucap Guang Yiang.


" Baik" Jawab mereka bertiga


Wusss


Wusss


Mereka berdua melesat meninggalkan reruntuhan pavilun milik klan Ran. Tapi mereka melupakan satu hal. Yaitu pedang iblis yang di gunakan oleh Ran Ciu. Mereka tidak menghancurkan pedang itu.


Wunggggg


Pedang itu bergetar, dan melayang di udara, lalu menghilang menuju benua bulan, dan menancap di sebuah bukit.


Sebenarnya pedang itu adalah pedang milik pangeran iblis, yang hilang. Pedang itu di ciptakan menggunakan kekuatan seribu iblis. Hanya saja pedang itu hilang dan rusak saat dia di bunuh oleh pasukan sekte lava, batu hitam dan sekte api, dan nama pedang itu adalah pedang penghisap jiwa.


Kita menuju ke Guang Yiang...


" Kak, apakah kau menghancurkan pedang iblis itu tadi?" Tanya Zang Yuwan.


" Oh tidak aku melupakannya. aku tidak memusnahkan pedang itu." Jawab Guang Yiang.


" Tapi, apakah kita akan mencari pedang itu?" Tanya Zang Yuwan.


" Ku rasa pedang itu sudah hilang dan pergi ke suatu tempat, tak mungkin kita bisa menemukannya." Jawab Guang Yiang.


" Kak, bagaimana kalau pedang itu pergi ke benua bulan?" Tanya Zang Yuwan.


" Kalau masalah itu aku tidak tahu pasti. Yang jelas pedang itu tidak akan bisa di cabut jika dia dalam posisi tertancap kecuali orang yang memiliki kekuatan kegelapan atau pemilik aslinya yang datang mengambilnya." Jelas Guang Yiang.

__ADS_1


" Apa mungkin pedang itu memiliki maksud yang lain?" Tanya Zang Yuwan.


" Aku tidak tahu. Mungkin pedang itu sedang menunggu pemilik barunya" Ucap Guang Yiang.


__ADS_2