
" Berarti, kita sekarang berada di jantung benua matahari." Ucap Xin Hua.
" Jadi begitu ya. Aku tidak menyangka bisa terdampar di sini. Dan yang kutahu kita harus melewati sebuah padang tornado terlebih dahulu baru sampai di jantung benua matahari." Ucap Guang Yiang.
" Kau benar Ang Gege. Menurut cerita yang kudengar,selama ini tidak ada yang bisa melewati padang tornado itu, hanya keluarga kekaisaran dan prajurit kekaisaran saja yang dapat melewatinya. Aku tidak tahu bagaimana caranya. Bahkan ada sebagian orang yang percaya kalau padang tornado itu terdapat sumber daya yang banyak." Jelas Xin Hua.
" Tentu saja mereka bisa karena mereka menggunakan portal untuk bepergian, serta menggunakan giok teleportasi untuk kembali ke jantung benua bintang." Jelas Guang Yiang.
" Bagaimana bisa Ang gege tahu.?" Tanya Xin Hua.
" Karena, saat masih di benua bulan aku selalu menggunakan metode untuk memindahkan murid sekte ketempat yang jauh dari sekte, dan saat misi selesai, mereka menghancurkan giok teleportasi dan kembali ke sekte dalam sekejap. Sehingga sekte yang kubangun sangat misterius." Jelas Guang Yiang.
" Kalau begitu, ayo kita masuk
Ke kota matahari, aku juga penasaran dengan ibukota kekaisaran." Ucap Xin Hua.
" Baiklah, tapi kita menghilang saja, karena akan terasa aneh jika kita masuk lewat gerbang." Ucap Guang Yiang.
Wuuss
Tap
Tap
Mereka berdua menghilang dan muncul di bawah pohon.
" Ayo kita pergi ke restoran itu." Ucap Guang Yiang.
Lalu mereka memasuki sebuah restoran yang hanya di masuki oleh para bangsawan.
" Pelayan, aku ingin memesan makanan terbaik di sini." Ucap Guang Yiang.
" Baik tuan, pesanan anda akan segera datang." Ucap Pelayan itu.
Semua bangsawan di restoran tersebut kaget, karena harga menu terbaik di restoran tersebut mencapai harga seratus kristal awan.
Tak lama kemudian, pesanan Guang Yiang datang dan pelayan tersebut menjelaskannya kepada Guang Yiang.
" Daging ini adalah daging dari banteng tanduk kuning yang hanya ada di padang tornado. Dan ini adalah tanaman ini adalah herbal yang ada di padang tornado." Ucapnya.
" Kau membohongiku ya. Aku bahkan pernah melihat banteng angin di hutan-hutan di luar padang tornado dan herbal ini hanyalah jamur kuning biasa, aku bahkan memiliki banyak jamur seperti ini." Ucap Guang Yiang.
" Yang kau lihat hanyalah banteng tanduk perak saja tuan.dan i.." Belum selesai bicara Guang Yiang memotong pembicaraannya.
" sudahlah, berhentilah berbasa-basi. ambillah, ini bayarannya." Ucap Guang Yiang yang bosan mendengar basa-basi pelayan tersebut. Karena banteng angin banyak di temukan di hutan-hutan lembah surga dan hutan kabut ungu.
__ADS_1
" Cih. Dasar penipu." Ucapnya kesal.
Semua orang yang mendengar ucapan Guang Yiang menjadi terkejut. Pasalnya yang mereka tahu, banteng angin hanya ada di padang tornado, tapi perkataan Guang Yiang barusan membuat mereka menjadi ragu dengan restoran senja tersebut.
" Sepertinya ucapan pemuda itu masuk akal.mungkin karena kita jarang keluar dari jantung benua matahari. Dan mungkin saja pemuda itu adalah seorang pemuda dari keluarga bangsawan kelas satu. Sehingga dia dapat keluar masuk jantung benua matahari sesuka hatinya." Ucap salah satu pengunjung.
" Kau benar, dan lihat saja, pakaiannya sudah mencerminkan seorang bangsawan kelas satu." Ucap Yang lain.
Kembali ke Guang yiang.
" Ang gege. Ucapan Ang gege benar. Di lembah surga juga banyak banteng angin." Ucap Xin Hua.
" Sudahlah. Makan saja." Ucap Guang Yiang
" Ternyata benar. Ini memang siluman-siluman yang sama yang ada di hutan kabut ungu." Batin Guang Yiang.
" Aku ingin tahu, apakah pemilik restoran ini memiliki motif lain." Batin Guang Yiang.
Beberapa menit kemudian, makanan yang ada di hadapan Guang Yiang dan Xin Hua habis. Dan mereka keluar dari restoran dan berniat mencari informasi tentang keluarga kekaisaran.
" Gege,sepertinya ada yang mengikuti kita." Ucap Xin Hua.
" Kau benar. Tapi biarkan saja dulu." Ucap Guang yiang sambil tersenyum.
Setelah sampai di pinggiran kota. Mereka berdua berhenti.
Mendengar ucapan Guang Yiang, mereka hanya diam dan mengira Guang Yiang hanya menebak saja.
" Baiklah, kalau kalian tidak mau keluar."
Dhuar...
Guang Yiang melempar cakram miliknya kearah sebuah pohon dan beberapa orang yang bersembunyi tadi melompat keluar.
" Indera mu cukup kuat juga bocah." Ucap pria berbadan kekar.
" Tidak usah berbasa-basi, cepat katakan apa yang kalian inginkan. " Ucap Guang Yiang.
" Karena kau tidak sabaran, maka kami akan mengatakannya."
" Cepat, serahkan seluruh harta yang kau miliki dan hancurkan kultivasimu." Jawab seorang pria tinggi kurus.
" Ternyata, kalian menginginkannya. Ambillah jika kalian mampu." Ucap Guang Yiang.
" Nah kalau begini akan bagus, kami tidak perlu bersusah payah melawan mu." Ucap pria dengan luka gores di wajahnya.
__ADS_1
Tapi saat salah seorang dari mereka ingin mendekat kearah Guang Yiang, kepalanya langsung terjatuh.
" Ke*****t. Dasar licik. Teriak pemimpin kelompok tersebut.
"Memangnya aku pernah bilang jika aku ingin mengikuti kemauan kalian.?" Tanya Guang Yiang.
Karena merasa di permainkan oleh Guang Yiang, mereka berlima menyerangnya menggunakan tapak dan serangan pedang.
" Cihh, serangan sampah."
Lalu Guang Yiang menangkap salah satu dari mereka dan menyerap ingatannya.
" Baiklah kalian sudah tidak berguna lagi." Ucapnya lalu lima buah tombak cahaya menembus dan mengakhiri hidup mereka.
" Ang gege, apa yang dapat dari ingatan pria itu.?" Tanya Guang Yiang.
" Ternyata mereka adalah para pengawal yang di utus pemilik restoran tadi. Dan juga aku mengetahui bahwa seluruh pelayan dan pemilik restoran itu bukan dari jantung benua matahari, tapi mereka dari sekte badai. Salah satu sekte yang berada di sebelah barat padang tornado." Jawab Guang Yiang
" " Baiklah, kita cari penginapan dulu. Aku ingin segera mempelajari kitab kehampaan yang di berikan oleh patriak Tian Duan." Ucap Guang Yiang.
" Aku juga ingin segera mempelajari kitab itu." Ucap Xin Hua.
Lalu mereka kemudian memasuki sebuah penginapan tak jauh dari tempat mereka berada.Setelah memesan kamar dan membayarnya, mereka kemudian mengunci pintu kamar dan masuk kedalam dunia jiwa.
" Ang gege, mengapa kita tidak masuk ke dalam dunia jiwa secara langsung saja.?" Tanya Xin Hua.
"Itu karena aku ingin memancing orang dari restoran itu datang ke penginapan ini" Jawab Guang Yiang.
Xin Hua hanya menganggukkan kepala mendengar jawaban suaminya.
" Baiklah segeralah mempelajari kitab itu Hua'er."
" Baik Ang gege."
Mereka kemudian mencari tempat yang mereka rasa nyaman untuk di tempati latihan.Setelah menemukan tempat yang cocok, mereka mulai membuka dan mempelajari kitab kehampaan tersebut.
Kitab yang ada pada Guang Yiang dan Xin Hua memiliki jurus yang sama. Hanya saja yang membedakannya adalah jurus terakhir. Jurus kitab kehampaan yang ada pada Guang Yiang.
Formasi dunia hampa
Lubang pelahap dunia
lubang pelahap jiwa, dan
Kehampaan tanpa batas.
__ADS_1
Sementara jurus terakhir kitab kehampaan yang ada pada Xin Hua adalah
Dimensi kehampaan yang berguna untuk mengurung, menyiksa dan menyerap energi kehidupan lawan yang di kurung.