
Setelah beberapa saat, kini giliran Guang Yiang dan Xin Hua yang diperiksa.
" Identitasnya" Ucap prajurit tersebut.
Lalu tanpa menunggu lagi, Guang Yiang lalu menunjukkan lencana klan Guang. Seketika wajah prajurit tersebut berkeringat.
" Silahkan masuk, tuan muda, nona muda.Maaf karena mengganggu perjalanan kalian." Ucap prajurit tersebut.
Guang Yiang dan Xin Hua lalu masuk kedalam kota. Pertama-tama, yang mereka cari adalah restoran untuk makan sekaligus mencari informasi.
Tak lama kemudian, mereka menemukan sebuah restoran. Guang Yiang lalu mengeluarkan Guang Xin dari dunia jiwa. Lalu mereka bertiga memasuki restoran tersebut.
Seperti biasanya saat memasuki restoran, Guang Yiang selalu duduk di meja yang berada di pojok restoran dan kebetulan meja di restoran tersebut hanya tersisa satu.
" Tuan, nona. Kalian ingin memesan apa?" Tanya pelayan restoran.
" Aku ingin memesan Daging Beruang panggang " Jawab Guang Yiang.
" Minumannya?" Tanya pelayan lagi.
" Cukup air putih saja." Jawab Guang Yiang.
" Baiklah, tunggu sebentar, pesanan tuan akan segera datang." Ucap pelayan tersebut lalu pergi ke dapur.
Tak beberapa lama kemudian, pesanan Guang Yiang pun datang.
" Baiklah, mari kita makan"
Mereka pun lalu memakan makanan mereka. Tapi baru beberapa suap, seorang pengacau datang.
'' Hei kau, pergilah dari meja itu, dan tinggalkan wanita itu bersama ku." ucap pemuda yang berumur sekitar dua puluh lima tahun.
Tapi Guang Yiang tidak menggubris ucapan pemuda itu dan terus makan.
Hai cantik, jika kau bersamaku hidupmu akan penuh dengan harta, tinggalkanlah pemuda miskin ini." Goda pemuda tersebut. Dia ingin menyentuh wajah Xin Hua tapi, Guang Yiang menangkap dan mematahkan tangannya.
" Bajingan, apa kau tahu siapa aku.?" Tanya Pemuda itu.
" Memangnya aku peduli. Walaupun kau anak kaisar matahari sekalipun aku tetap akan membunuhmu. Karena berani menyentuh istriku." Ucap Guang Yiang.
Dalam sekejap, Guang Yiang melesat dan menghancurkan kultivasi pemuda tersebut.
Booomm
Arggggghhh
Pemuda yang tak lain adalah Guo Lim berguling-guling di tanah.
" pengawal, Tangkap dan bunuh pemuda itu." Perintah Guo Lim.
Pengawal yang berjumlah sepuluh orang yang masing-masing berada diranah Dewa Sovereign mengepung Guang Yiang.
" Kalian menyusahkan saja, Elemen kegelapan, Penghisap jiwa"
__ADS_1
" Argggghhh"
Kesepuluh orang tersebut berteriak kesakitan, dan mati seketika.
" Ku beri kau kesempatan sekali lagi, jika kau mengusikku maka kau akan bernasib sama seperti pengawal bodohmu itu."
" Pergilah, sebelum aku berubah pikiran."
Guo Liam lalu berlari meninggalkan restoran tersebut dengan langkah yang berat.
Sesaat kemudian suasana kembali normal, para pengunjung tidak tahu apa yang terjadi karena Guang Yiang menghentikan waktu.
" Apa yang terjadi, dan dimana tuan muda Guo Liam?" Para pengunjung bertanya-tanya.
" Tidak tahu."
" Gege, Sejak kapan kau memiliki elemen kegelapan?" Tanya Xin Hua.
" Iya, ayah. Yang ku tahu ayah hanya memiliki elemen cahaya, petir, api air dan es. Sejak kapan ayah memiliki elemen kegelapan"? Tanya Guang Xin.
" Aku sudah memilikinya sejak lama, hanya saja aku jarang menggunakannya" Jawab Guang Yiang.
Beberapa menit kemudian, makanan mereka habis. Guang Yiang memanggil kembali pelayan dan menanyakan harga pesanannya.
" Semuanya Satu juta Kristal awan." Jawab Pelayan tersebut.
" Baiklah, ini bayarannya." Ucap Guang Yiang.
Mereka bertiga lalu keluar dari restoran dan menuju ketempat lain.
" Kita pergi ke tokoh pakaian, untuk membeli pakaian untukmu." Jawab Guang Yiang.
Tak lama kemudian, mereka sampai di tokoh pakaian.
" Baiklah Xin'er, pilihlah pakaian yang kau sukai." pintah Guang Yiang.
" Baik ayah." Jawab Guang Xin.
Guang Xin lalu pergi memilih pakaian yang dia sukai. Setelah satu jam, Guang Xin menunjukkan sepuluh pakaian yang memiliki warna biru.
" Baiklah, mari kita bayar."
" Berapa harga sepuluh pakaian ini.?" Tanya Guang Yiang.
Kasir tersebut lalu menghitung harga pakaian tersebut selama lima menit.
" Semuanya lima ratus kristal langit tuan muda" Jawab kasir tersebut.
Guang Yiang lalu memberikan satu kantong kristal langit, kepada kasir tersebut.
" Ini kebanyakan tuan muda." Ucap kasir tersebut.
" Ambil saja untukmu" Ucap Guang Yiang.
__ADS_1
" Terima kasih banyak tuan muda." ucap kasir tersebut.
" Baiklah, kalau begitu kami pamit dulu."
Mereka lalu melanjutkan perjalanan, karena hari sudah sore, mereka singgah dan menginap di penginapan mawar perak.
" Maaf tuan muda, kamar di penginapan kami hanya tinggal kamar VVIP saja." Ucap pelayan tersebut.
" Berapa harga permalamnya?" Tanya Guang Yiang.
" Harganya Lima koin bintang permalam." Jawabnya.
" Baiklah kami akan menginap di kamar itu" Ucap Guang Yiang lalu menyerahkan lima koin bintang.
" Hah, leganya. Setelah seharian berjalan tanpa istirahat." Ucap Xin Hua.
" Ayah, ibu aku lapar" Ucap Guang Xin.
" Hampir saja ayah lupa"
Guang Yiang lalu membawa mereka masuk ke dunia jiwa.
Guang Yiang lalu masuk ke istana emas dan memakan makanan yang sudah tersedia.
" Nyam, enaknya " Ucap Guang Xin.
" Xin'er kau harus makan tepat waktu agar kau sehat."
" Ayah, aku Ingin berlatih sekarang." Ucap Guang Xin.
" Belum saatnya, nanti jika umurmu sudah cukup baru kau boleh berlatih.''
" Tapi, ayah, kultivasiku sudah berada di ranah Bumi tahap awal." Ucap Guang Xin lalu menunjukkan kultivasinya.
" Kapan kau berlatih.?" Tanya Guang Yiang.
" Aku tidak tahu ayah, tiba-tiba saja kultivasiku berada di ranah bumi." Jawab Guang Xin polos.
Guang Yiang lalu memeriksa dantian putranya tersebut dan terkejut.
" Ada apa gege?" Tanya Xin Hua.
" Xin'er, memiliki dantian yang unik. Apa pun yang dia makan asalkan memiliki energi Dewa atau pun energi spiritual maka energi tersebut akan di serap ke dantiannya. Tapi kultivasinya berjalan normal, jadi tidak ada yang menyadarinya.Mungkin saat dia berumur delapan tahun kultivasinya sudah berada di ranah surgawi tahap akhir." Ucap Guang Yiang.
" Tapi, mengapa kultivasinya sangat cepat padahal baru kemarin yang lalu dia menetas dari telur.?"Tanya Xin Hua.
'' Itu karena kita memberinya makan daging hewan tingkat tinggi." Jawab Guang Yiang.
" Baiklah, mari kita istirahat." Ucap Guang Yiang. Lalu menggendong Xin Hua ke kamar.
( Taulah, apa yang mereka kerjakan)
Mereka terus berada di dunia jiwa dan bersantai tiga bulan atau setara dengan enam jam di dunia luar.
__ADS_1
Karena sudah puas berada di dunia jiwa, Guang Yiang dan Xin Hua keluar dari dunia jiwa sementara Guang Xin tetap berada di dunia jiwa, dan dia memanen kristal di danau kaca. Alasan dia melakukannya, karena dia suka berenang, dan melatih fisiknya di danau kaca tersebut. Sebelum keluar Guang Yiang memberikan cincin ruang kepada Guang Xin untuk menyimpan semua kristal bumi, langit, awan dan kristal bintang karena dia sudah memiliki energi dewa di tubuhnya.
Karena hari masih malam, mereka berkultivasi hingga pagi.