
Wuuss
Boomm
Sekali lagi sebuah serangan mengenai tubuh kaisar Kun Lei dan membuatnya terhempas puluhan meter lagi.
" Asal kau tahu, dia adalah istriku dan kakak iparku jadi kau jangan berpikir yang macam-macam pada mereka." Ucap Zang Yuwan.
" Kalau begitu berapa uang yang kalian inginkan agar kalian memberikan kedua wanita itu padaku?" Tanya Kaisar Kun Lei.
Booomm
Sebuah teratai berwarna putih mengenai tubuh kaisar Kun Lei dan membuatnya memuntahkan darah.
" Sialan. Kau pikir istriku adalah barang yang bisa di beli?" Tanya Guang Yiang.
" Ciih, selama ini aku selalu mendapatkan apa yang inginkan. Jadi aku juga akan merebut wanita itu." Ucapnya.
" Tapak Pemusnah"
Wusss
Booomm
Sebuah tapak melesat dengan cepat kearah Guang Yiang dan Zang Yuwan tapi berhasil di tepis oleh keduanya.
" Cih, ini yang dinamakan tapak." Ucap Guang Yiang dan Zang Yuwan bersamaan. Lalu mereka menciptakan dua tapak besar lalu menyatukannya.
Booommm
Ukhhhukk
Kun Lei batuk darah akibat terkena tapak kombo Guang Yiang dan Zang Yuwan sementara Jenderal Niu hanya diam di tempat.
" Dasar jenderal sialan. Apakah kau ingin melihatku mati di sini hah?" Tanya Kaisar Kun Lei.
" Maaf kaisar.aku akan menyerang mereka." Ucapnya.
" Tombak tujuh ombak"
Wusssss
Tujuh buah tombak melayang di udara lalu ketujuh tombak itu menciptakan sebuah gelombang yang besar.
" Ha..ha..ha..ha. Sekarang kalian akan mati karena tidak bernafas." Ucap Kun Lei.
" Hoaaamm. Apakah kau sudah menyelesaikan jurusmu?" Tanya Zang Yuwan sambil menguap, membuat Jenderal Niu marah karena merasa di remehkan.
" Dasar sialan, lumpur penghisap"
Wusss
Tanah yang di pijak oleh mereka berempat berubah menjadi lumpur yang menghisap apa saja.
" Hm maaf. Tapi seranganmu tidak mengenai kami." Ucap Xin Hua
" Dasar perempuan sialan. tangan lumpur."
Wusss
Wuss
Boomm
" Maaf seranganmu meleset." Ucap Xin Hua.
" Dasar sialan, kubah lumpur."
Wusss
__ADS_1
Wuss
Lumpur yang berada di tanah naik ke udara
" Kubah cahaya"
Wusss
kubah berwarna putih menutupi mereka dan membuat lumpur itu seperti es yang meleleh.
" Maaf kaisar, aku tidak bisa mengalahkan mereka." Ucap Jenderal Niu.
" Dasar jenderal lemah. Mati saja kau."
Wuuss
Kepala Jenderal Niu menggelinding di tanah seperti bola karena di tebas oleh kaisar Kun Lei.
" Dasar kaisar tidak punya hati. Apakah kau rela menghabisi jenderalmu sendiri karena kalah bertarung?" Tanya Xu Lia.
" Tentu saja, orang lemah tidak pantas menjadi jenderalku." Jawab Kaisar Kun Lei.
" Berarti kau tidak pantas memiliki seorang wanita di sisimu karena kau tidak punya hati." Ucap Xu Lia lalu meng hilang dari tempatnya.
Booomm
Terdengar ledakan kecil dari tubuh Kun Lei dalam sekejap kultivasinya turun dari ranah mahadewa tahap lima turun hingga ranah bumi tahap awal.
" Sekarang kau adalah seorang sampah kekaisaran. Kau akan merasakan bagaimana rasanya menjadi orang lemah dan di tindas oleh orang yang kuat." Ucap Xu Lia.
" Gadis sialan. Ayahku akan menghancurkan seluruh klan Xu." Ucap Kun Lei.
" Itu akan terjadi kalau bisa keluar hidup-hidup dari tempat ini, dan berhasil menembus formasi yang ada di klan Xu." Ucap Guang Yiang.
" Sekarang nikmatilah hidupmu sebagai kaisar sampah." Ucap Xin Hua.
Wusss
Tap
Tap
Mereka berdua muncul di depan gerbang klan Xu, dan mengagetkan penjaga karena mereka muncul tiba-tiba.
"Berhenti siapa kalian?" Cegat penjaga.
" Aku Xu Lia, ini suamiku Zang Yuwan, beserta kakak ipar ku dan istrinya." Jawab Xu Lia.
" Maafkan ketidak tahuan kami" Ucap Penjaga tersebut.
" Tidak masalah kalian hanya menjalankan tugas." Ucap Zang Yuwan lalu memberikan sepuluh kristal bintang kepada ke dua penjaga tersebut.
" Ini kebanyakan tuan muda." Ucap penjaga.
" Ambillah, ini adalah hadiah karena kalian bekerja dengan baik." Ucap Zang Yuwan
Mereka berdua sangat senang karena mendapatkan sepuluh kristal bintang yang notabennya hanya di miliki oleh keluarga kekaisaran dan bangsawan.
" Terima kasih tuan muda." Ucap kedua penjaga tersebut.
Wuss
Seorang anak kecil tiba-tiba muncul dari kehampaan yang membuat kedua pengawal itu kaget.
" Dari mana bocah itu muncul" Tanya penjaga1
" Aku juga tidak tahu" Jawab Penjaga 2
Sementara Mereka berempat beserta Guang Xin berjalan menuju ke taman dimana kedua orang tua Xu Lia duduk santai.
__ADS_1
" Kira-kira, bagaimana kabar Lia'er di sana?" Tanya Ru Jia.
" Aku juga tidak tahu." Jawab Xu Gao.
" Ayah, ibu, aku kembali." Ucap Xu Lia.
" Kau kah itu nak?" Tanya Ru Jia.
" Ya ini aku bu." Jawab Xu Lia.
" Oh iya apakah kalian adalah Guang Yiang Yiang dan Xin Hua?" Tanya Ru Jia.
" Ya, bibi, ini kami. Dan ini adalah putraku Guang Xin." Jawab Xin Hua.
" Ku dengar kalian memiliki dua orang anak, kemana yang satunya lagi?" Tanya Ru Jia.
" Dia berada di benua bulan. Kami membawanya kesana karena perintah dari dewa suci." Jawab Xin Hua dengan sedih.
" Maafkan bibi karena membuatmu sedih." Ucap Ru Jia.
" Tidak apa-apa bi"
" Ayah, ibu aku lapar." Ucap Guang Xin yang membuat semua orang tertawa.
" Ha..ha..ha..ha. Apakah keponakan kecilku ingin makan?" Tanya Xu Lia.
" Iya bibi." Jawab Guang Xin.
" Kalau begitu bibi akan mengajakmu jalan-jalan ke restoran." Ucap Xu Lia.
" Apakah kalian mau ikut?" Tanya Xu Lia.
" Ya, kebetulan kami juga lapar." Jawab Xin Hua.
" Kalau begitu, ayah ibu aku pergi ke restoran sebentar." Ijin Xu Lia.
" Ya baiklah. Hati-hati ya." Balas Ru Jia dan Xu Gao.
" Bibi, kenapa kita tidak terbang saja biar kita sampai dengan cepat?" Tanya Guang Xin.
" Kalau Xin'er bisa kenapa tidak." Jawab Xu Lia.
" Hei Yuwan, sepertinya istrimu itu pengen punya anak. Lihat saja dia sangat menyukai Guang Xin." Ucap Guang Yiang.
" Kau benar kak." Jawab Zang Yuwan.
" Jadi kapan kalian punya seorang anak?" Tanya Xin Hua.
" Ya, aku juga tidak tahu." Jawab Zang Yuwan.
Setengah jam kemudian, mereka sampai di restoran yang mewah tak jauh dari klan Xu.
Mereka berempat masuk dan duduk di meja yang paling pojok.
" Tuan muda, nona muda, kalian mau pesan apa?" Tanya pelayan restoran.
" Berikan kami masakan terbaik di restoran ini, dan juga aku minta segelas teh." Ucap Guang Yiang.
" Kalau aku makanannya sama, tapi berikan aku air putih saja." Ucap Zang Yuwan.
" Kami juga sama" Ucap Xin Hua dan Xu Lia bersamaan.
" Kalau aku ingin air putih juga." Ucap Guang Xin
" Apakah tuan tidak mau mencoba arak di sini?" Tanya Pelayan tersebut.
" Maaf kami tidak tertarik." Ucap Zang Yuwan.
" Baik, kalau begitu pesanan anda akan kami siapkan." Ucap pelayan tersebut lalu berjalan menuju dapur.
__ADS_1