
" Ha..ha..ha..ha. Lihatlah Xin Gui. Pasukan ku akan menghancurkan klan kecil selama ini kau bangga-banggakan." Tawa jenderal Hui menggema di tengah-tengah pertempuran.
" Kita belum tahu siapa yang akan menang dan siapa yang akan hancur." Ucap Xin Gui.
" Menyerahlah Xin Gui, kau masih punya kesempatan, mengabdilah kepada Kaisar Sun maka kekuatan klan-mu akan meningkat." Ucap Jenderal Han memberi tawaran.
"Buka matamu lebar-lebar jenderal bodoh. Lihatlah apa yang terjadi kepada pasukanmu." Ucap Guang Yiang yang tiba-tiba muncul.
Jenderal Han lalu membalikkan tubuhnya dan melihat pasukannya dibantai.
" Bagaimana mungkin, klan kecil seperti kalian bisa membantai pasukan ku.?" tanya Jenderal Han.
" Bukan klan kami yang kecil dan lemah, tapi kalianlah yang yang terisolasi dari dunia luar sehingga tidak tahu kalau klan yang kalian anggap lemah selama inilah yang akan menghancurkan kekuasaan kaisar Sun Lang." Ucap Guang Yiang.
" Ha..ha..ha..ha. Bocah nyalimu besar juga. Apa kau tahu, leluhur Sun Giu masih hidup dan sekarang dia berada di ranah Mahaagung tahap tujuh tingkat emas." Ucap Jenderal Han.
" Sudah berumur ribuan tahun tapi kultivasi terhambat, apa yang perlu di takutkan, sekarang khawatirkan dirimu dan pasukanmu yang tidak akan pernah bisa kembali ke jantung benua matahari." Ucap Guang Yiang.
"Cakram penghancur."
Sreeekk
Srekkk
Boomm
Cakram itu terus berputar dan memotong tubuh pasukan jenderal Han.
" Ha..ha..ha..ha. Bocah, apa kau ingin membunuh anggota klanmu sendiri."
" kau tahu, cakram milikku tidak akan pernah membunuh tanpa perintahku."
Dan benar saja. Setelah debu menghilang, terlihat pasukan klan Xin masih berdiri tegak, sementara beberapa pasukan jenderal Han mati terpotong. Walaupun begitu ada beberapa anggota klan Xin yang gugur.
Guang Yiang lalu memberikan kode, dan seketika debu kembali menghalangi pandangan. Pasukan Xin kemudian digantikan oleh pasukan klan Gung.
" Bocah sialan, rupanya kau sudah merencanakannya dari awal." Ucap Jenderal Han.
"Tentu saja dan ini belumlah pasukan inti. Ini baru pasukan biasa saja." Ucap Guang Yiang yang membuat semua prajurit kekaisaran terkejut.
" Kalau begini terus kita akan mati." Ucap salah satu prajurit.
" Sekarang hancurkan pasukan kaisar bodoh ini." Ucap Guang Yang.
" Serang"
Triingg
Triiinngg
Triing
Sreekk
Suara benturan pedang terdengar, dan dalam hitungan menit, hampir sepertiga pasukan jenderal Han sudah mati.
" Bagaimana mungkin, mereka adalah pasukan terbaik dari kekaisaran.'' Ucap Jenderal Han.
" Oh mereka prajurit terbaik, tapi mengapa dengan mudah kepala mereka di penggal" ucap Guang Yiang memprovokasi.
" Sialan, kau akan mendapat akibatnya."
Amarah jenderal Han mulai memuncak, dan tiba-tiba kultivasi aslinya yang berada di Ranah mahadewa tahap sembilan tingkat emas dia keluarkan.
" Baiklah, sudah cukup basa-basinya, aku akan bertarung dengan serius sekarang." Ucap Jenderal Han.
__ADS_1
" Yiang'er, biar kakek yang melawannya" Ucap Xin Wu.
Mereka berdua mulai bertarung di udara dalam sekejap,mereka sudah bertukar puluhan jurus.
''Mati saja kau pak tua." Ucap Jenderal Han
" Kau lah yang akan mati.Karenaberani menyerang klanku." Ucap Xin WU
Triinngg
Triing
Tring
Triinng
Kini mereka mengganti jurus tangan kosong menjadi jurus pedang.
" Ha..ha..ha..ha. Jurus pedangku adalah teknik pedang yang diberikan oleh guruku, kau tidak akan bisa menahannya." Ucap Jenderal Han.
" Kau terlalu sombong. Bahkan jurus pedangmu tidak mengenai ku." Ucap Xin WU.
Kita beralih ke Guang Yiang.
Kini Guang yiang dan Xin Hua sedang membantai ratusan prajurit kekaisaran.
"Teratai nirwana"
Wuuss
Boom
boom
Ratusan teratai terbentuk di udara dan membunuh para pasukan kekaisaran.
" Sialan, bagaimana bisa bocah yang memiliki kultivasi yang rendah membantai ratusan prajuritku." Kesal Jenderal Han.
Bruukk
Jenderal Han terkena serangan telak akibat pandangannya teralihkan.
" Tombak naga surgawi, Amukan sang naga."
Roarrgg
Booomm
Jenderal Han terkena serangan telak dan meluncur kebawah.
" Sialan, bagaimana mungkin. Kau bisa mengalahkanku.?" Tanya Jenderal Han.
" Tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha. Dan aku bukan orang sepertimu yang memandang rendah usaha keras orang." Jawab Xin Wu.
" Sekarang matilah, tombak naga surgawi, tusukan naga kembar."
Roaragggg
sleepp
Boomm
Naga kembar tersebut berhasil menembus dada jenderal Han, seketika itu juga jenderal Han mati dengan mata melotot tak percaya.
" Jenderal kalian sudah di kalahkan, maka sekarang giliran kalian."
__ADS_1
" Pasukan Klan Guang mundurlah."perintah Guang Yiang.
Para pasukan klan Guang Mundur dari pertarungan. Setelah itu, Guang Yiang membentuk segel tangan dan seketika dua buah cakram besar terbentuk.
" Cakram dewa Guang"
Wusss
Booomm
Ledakan besar terjadi dan menghancurkan hutan dalam radius 20 km.
" Dasar kaisar bodoh. Aku akan mengirim sesuatu padamu."Ucap Guang Yiang.
Tiba-tiba saja, Guang Yiang merasakan giok komunikasinya bergetar.
" Pesan Zang Yuwan."
" Kakak, kau ada di mana? Aku ada di dekat lembah surga.?" Tanya Zang Yiang.
" Turun saja ke dalam lembah." Guang Yiang mengirim pesan balasan ke Zang Yiang.
Beberapa saat kemudian seorang pemuda tampan dan seorang wanita muncul di depan Guang Yiang dan Xin Hua.
" Kakak" Ucap Zang Yuwan lalu berlari memeluk Guang Yiang.
" Hei, kau itu sudah dewasa, jangan menangis seperti anak kecil." Ucap Guang Yiang sambil membalas Pelukan adiknya.
Beberapa saat kemudian, Zang Yuwan melepas pelukannya.
" Oh iya, siapa wanita yang bersama itu?" Tanya Guang Yiang.
" Dia adalah tunangan ku Xu Lia." Jawab Zang Yuwan.
" Salam kakak ipar." Ucap Xu Lia membungkuk.
" Kau adalah tunangan adikku, jangan pernah membungkuk padaku." Ucap Guang Yiang.
"Gege, siapa mereka.?" Tanya Xin Hua.
" Dia adalah adikku yang berasal dari daratan supra. Aku naik ke daratan langit bersamanya tapi kami terpisah saat keluar dari portal." Jelas Guang Yiang.
" Kak, apakah dia kakak ipar?" Tanya Zang Yuwan.
" Ya, dia adalah istriku." Jawab Guang Yiang.
" Yiang'er, siapa dia?" Tanya Guang Yang.
" Ayah, dia Zang Yuwan adikku." Jawab Guang Yiang.
" Salam paman" Ucap Zang Yuwan.
" Tunggu dulu, kau adalah adik dari putraku, jadi panggil aku ayah." Ucap Guang Yang.
"Baik A..ayah." Ucapnya kaku.
" Yuwan'er, Nama ayah Guang Yang, dan di sebelahnya adalah ibu, Xin Jiao." Bisik Guang Yang.
" Dan biar kutebak, kau pasti adalah tunangan Yuwan'er." Ucap Xin Jiao.
"" Benar bibi, rencananya kami akan menikah setelah bertemu dengan kakak ipar." Ucap Xu Lia.
" Baiklah, kalau begitu besok aku akan menikahkan kalian." Ucap Xin Wu.
" Dan aku adalah Xin Gu, kakak dari Xin Hua. Oh iya, kau jangan tanyakan dimana anak mereka berada karena kedua putra Mereka ada di daratan supra." Bisik Xin Gu.
__ADS_1
" Dua putra.??"
" Kau jangan heran, satu adalah anak angkatnya yang lahir dari telur emas,namanya Guang Xin sementara yang satunya adalah Guang Bing anak kandung mereka." Jelas Xin Gu.