Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 114 Hutan Tornado II


__ADS_3

" Jika kalian ingin mati, maka majulah." Ucap Zang Yuwan.


" Semuanya serbuuuu"


"Serbuuuuuu"


" Baiklah jika kalian ingin mati, maka akan kukabulkan." Ucapnya.


Traarrrrk


Traaarrrk


Traaarrk


Tiba-tiba saja, halilintar menyambar kemana-kemana dengan cuaca yang sangat cerah.Bahkan sekitar lima puluh pasukan singa sudah berubah menjadi abu.


Xu Lia, Xin Hua, dan Guang Ruis pun tak tinggal diam. Mereka mengeluarkan pedang mereka dan mulai bertarung.


Sreeekk


Sreeeekk


Booomm


Ledakan terdengar dimana-dimana, dan sudah puluhan kepala menggelinding di tanah.


" Cakram Yin Yang."


Boooommm


" Sialan, siapa yang menyerangku diam-diam." Umpat komandan singa.


" Itu aku, kau keberatan?" Tanya Guang Yiang.


" Dasar pengecut, beraninya menyerang dari belakang." Ucap komandan singa.


" Yang pengecut itu aku atau kau. Kau hanya tahu diam dan menyerang saat lawan lengah, dasar pengecut." Ucap Guang Yiang.


Wajah sang komandan memerah setelah dikatai pengecut oleh Guang Yiang. Dan dia melesat dengan cepat kearah Guang Yiang.


" Aku akan memusnahkan kalian sekaligus."


" Hua'er, Lia'er, Kak Ruis, Yuwan, menjauhlah dari tempat pertarungan." perintah Guang Yiang.


" Baik" Jawab mereka lalu menjauh dari tempat pertarungan.


Sementara Guang Yiang melesat keatas lalu membentuk ribuan cakram dan membentuk formasi cakram pembunuh.


" Formasi cakram pembunuh Guang." Ucapnya.


Lalu keempat arah dinding cakram saling menutup begitu juga dengan bagian atasnya, yang menindis kebawah.


Arggggg


Argggggg


Booooommm


Ledakan besar terjadi dan dari menyembur kemana-mana.


" Ciihh, meresahkan." Ucap Guang Yiang.


" Gege, sekarang kita apakan kristal inti mereka yang berserakan?" Tanya Xin Hua.

__ADS_1


" Kumpulkan dan kita gunakan untuk meningkatkan kekuatan kalian bertiga." Jawab Guang Yiang.


" Sementara aku sudah mengambil kristal inti milik raja singa itu." Ucap Guang Yiang.


Mereka semua pun lalu mengumpulkan kristal inti yang berserakan dimana-dimana dan membaginya, dan mulai menyerap energi dalam kristal tersebut.


Sementara Guang Yiang tengah menyerap energi yang ada di dalam kristal milik raja singa dan sebentar lagi menerobos.


Booomm


Guang Yiang akhirnya menerobos keranah mahaguru tahap dua tingkat emas.


" Sambil menunggu mereka selesai aku akan meningkatkan kultivasi spirit bodyku." Gumam Guang Yiang lalu spirit bodynya mengambang di depannya.


Guang Yiang mengambil satu buah Inti kristal dan menaruh di depan spirit bodynya.


Dan spirit bodynya menyerap kristal tersebut dengan bantuan Guang Yiang.


Beberapa saat kemudian, kristal inti rana maha guru itu habis terserap dan spirit body Guang Yiang naik keranah langit tahap akhir.


Menjelang subuh, mereka baru selesai menyerap kristal inti tersebut. Xin Hua dab XU Lia menerobos ke ranah mahaguru tahap satu tingkat perunggu dan baru saja menyelesaikan petir kesengsaraan nya, sementara Guang Ruis menerobos keranah mahaguru tahap satu tingkat emas.


" Peningkatan kalian cukup bagus. Sekarang kalian harus memperkuat pondasi kultivasi kalian." Ucap Guang Yiang lalu memberikan ribuan kristal roh dan kristal jiwa kepada mereka bertiga.


" Kak, mengapa kita tidak mengajak Xin'er bersama kita untuk menjelajah?" Tanya Zang Yuwan.


" Itu karena, kultivasinya masih sangat rendah belum lagi, aku menyegel kekuatannya karena kultivasi dan usianya tidak seimbang." Jawab Guang Yiang.


" Memangnya dia berada di ranah apa?" Tanya Zang Yuwan.


" Terakhir kali saat aku menyegel kultivasinya, dia sudah berada di ranah langit tahap menengah, mungkin sekarang sudah berada di ranah awan tahap puncak." Jawab Guang Yiang santai.


" Kau serius kak?" Tanya Zang Yuwan terkejut.


" Ya aku serius. Dan gelang penyegelnya akan terlepas berangsur-angsur saat dia berumur delapan tahun sampai umur sepuluh tahun sesuai dengan kultivasi anak-anak di daratan dewa." Jelas Guang Yiang.


Menjelang pagi, mereka bertiga menyelesaikan kultivasi mereka, sementara Guang Yiang dan Zang Yuwan terus mengobrol hingga pagi.


" Bagaimana apakah kita akan melanjutkan perjalanan kita?" Tanya Guang Yiang.


" Ya, kita lanjutkan saja perjalanan kita." Jawab Xin Hua dan Xu Lia bersamaan.


" Tapi setelah sarapan pagi" Ucap Guang Ruis.


" Ha, kakak di pikiranmu apa hanya ada makanan?" Tanya Guang Yiang.


" Tidak juga, tapi karena sudah kebiasaan dari kecil, maka tidak enak jika tidak sarapan dulu." Jawab Guang Ruis.


Guang Ruis lalu menangkap seekor rusa dan mulai memanggangnya dan Guang Yiang membubuhi rempah-rempah khusus agar daging panggang itu terasa sangat lezat.


Selesai makan, mereka memadamkan api yang mereka gunakan memanggang daging dan melanjutkan perjalanan mereka.


Tidak seperti kemarin, kali ini mereka terbang walaupun tidak secepat biasanya.


" Berhenti. Kalian memasuki wilayah larangan klan Yi." Cegat prajurit elang.


" Maaf tuan kami tidak tahu kalau wilayah ini merupakan wilayah terlarang klan Yi." Ucap Guang Yiang.


" Kalian harus ikut kami menghadap ke depan patriak." Perintah prajurit.


" Kalau kami tidak mau bagaimana?" Tanya Zang Yuwan.


" Kalau kalian tidak mau maka hukumannya adalah kematian." Jawab Prajurit itu lagi.

__ADS_1


" Yuwan, sudahlah. Kita ikuti saja kemauan mereka. Jika mereka berani macam-macam kita hancurkan saja klan Yi rata dengan tanah." Ucap Guang Yiang kepada Zang Yuwan.


" Baiklah, kami ikut." Ucap Zang Yuwan.


Keempat prajurit klan Yi tersebut membawa mereka berlima ke hadapan patriak klan Yi, Yi Zuan.


" Ada apa Yi Wun. Mengapa kau menangkap mereka?" Tanya patriak Yi Zuan.


" Ini patriak. Mereka memasuki kawasan


terlarang klan Yi." Jawab Yi Wun.


" Kalau begitu, bawa dia kedalam penjara."


" Kami hanya lewat saja, dan kami tidak melakukan apapun." Ucap Zang Yuwan.


" Orang Yang memasuki wilayah klan Yi hukumannya hanya satu, mati." Ucap Patriak Yi Zuan.


" Pengawal, tangkap dan bawa mereka ke penjara bawah tanah." perintah patriak Yi Zuan.


Duarrrrrr


Booomm


Tiba-tiba saja, Zang Yuwan melakukan serangan kejut hingga mengejutkan patriak Yi dan para tetua lainnya.


" Dasar pemberontak, pasukan tangkap mereka." Perintah Patriak Yi Zuan.


" Pemberontak dari mana. kami bahkan tidak mengerti mengapa kami di tangkap." Ucap Guang Yiang.


" Kalau sudah di tangkap kalian tidak usah memberontak dan kalian hanya perlu menurut." Ucap Yi Zuan.


" Ciihh, kalau kami tidak mau menurut bagaimana.?" Tanya Guang Ruis.


" Ini adalah wilayah kekuasaanku, kalian tidak berhak untuk membantah." Ucap Yi Zuan.


" Dasar egois." Kalau begitu maka kalian mati saja." Ucap Guang Yiang


Boooomm


Guang Yiang menciptakan sebuah tapak raksasa dan menghancurkan setengah bangunan klan Yi.


" Sialan, semuanya tangkap dan bunuh mereka." Ucap Yi Zuan.


Duarrrrr


Booomm


Akhhhhhh


Puluhan prajurit klan Yi terlempar dan menembus dinding klan Yi.


" Dasar sialan, matilah." Ucapnya lalu membentuk tapak berwarna merah.


Tapi hanya dengan satu tapak saja.


" Dasar lemah. Ini yang dinamakan tapak."


Ucap Guang Yiang lalu membentuk puluhan tapak cahaya.


Boooomm


Boomm

__ADS_1


Ukhhhh


Patriak Yi Zuan memuntahkan dua teguk darah, tanda bahwa patriak Yi Zuan terkena luka dalam.


__ADS_2