
Guang Yiang, Xin Hua, dan Zang Yuwan serta Xu Lia terus terbawa ombak yang arahnya tak menentu. Selama setengah hari hanyut terbawa ombak, akhirnya mereka sampai di sebuah pulau, yaitu pulau badai.
" kalian berdua berpura-puralah pingsan. Agar kita tidak ketahuan. Sementara kami berdua pura-pura tersadar." Ucap Guang Yiang melalui telepati.
" Baik" Jawab mereka berdua.
Beberapa saat kemudian, beberapa orang datang, dan saat itu juga Guang Yiang dan Zang Yuwan pura-pura seakan-akan baru tersadar.
Ukhuuk..
Ukhuuuk..
Uhuuukk
Mereka berdua terbatuk dan memuntahkan sekitar dua sampai tiga teguk air laut.
Sementara beberapa orang pemuda yang berpatroli menemukan mereka berempat.
" Saudara Liu, lihat ada orang. Sepertinya mereka mereka terbawa ombak." Ucap pemuda yang bernama Ashur.
" Kau benar saudara Ashur. Dan mereka berdua juga sepertinya baru tersadar." Ucap pemuda yang bernama Anliu.
" Bagaimana kalau kita hampiri mereka.dan membawa mereka ke sekte." Ucap Jiukan.
" Itu ide yang bagus." Balas Anliu.
Angu juga mengangguk tanda dia setuju untuk membawa mereka berempat kedalam sekte.
Mereka berempat beserta dua orang wanita berjalan mendekati mereka.
" Selamat siang saudara. Kalau boleh tahu, ini dimana ya?" Tanya Guang Yiang dengan wajah bingung.
" Iya ini dimana?" Tanya Zang Yuwan.
" Tenanglah. kalian berada di pulau badai utara. Dan kalau boleh tahu, siapakah tuan-tuan ini?"
Namaku Danhuo, dan ini saudaraku DanFu beserta istriku Huxi dan Zuli adik iparku." Ucap Jawab Guang Yiang memalsukan nama mereka.
" Kalau begitu, saudara Dan, bisa ikut kami ke sekte?" Tanya Anliu.
" Baiklah kami akan ikut." Ucap Guang Yiang sambil membopong Xin Hua dan Zang Yuang membopong Xu Lia.
__ADS_1
Tak lama kemudian, mereka berdua sampai didepan sekte Lima elemen. Para murid nampak heran karena ada dua orang pemuda dan dua orang wanita yang ikut bersama rombongan Ashur.
" Ashur. Siapa yang kau bawa itu?" Tanya tetua Pertama
" Aku tidak tahu pasti tetua, tapi sepertinya mereka hanyut dari daratan utama." Jawab Ashur.
" Baiklah, bawa mereka ke balai pengobatan dan berikan kepada mereka pil pemulih, dan rawat dua orang wanita itu." Ucap tetua pertama.
" Baik tetua." Jawab Ashur.
Ashur dan Liukan mengantar mereka ke balai pengobatan, sementara Angu pergi melapor kepada patriak Ban Xiong.
Sesampainya di balai pengobatan, Guang Yiang Zang Yuwan lalu membaringkan Xin Hua dan Xu Lia di atas kasur.
" Beristirahatlah, kami akan pamit dulu." Ucap Ashur.
" Baik terima kasih saudara." Ucap Guang Yiang.
Mereka berdua lalu pergi meninggalkan Guang Yiang dan Zang Yuwan, beserta Xin Hua dan Xu Lia di dalam balai pengobatan.
Tak beberapa lama kemudian, Xin Hua dan Xu Lia bangun dan memuntahkan air laut.
" Gege, bagaimana sekarang?" Tanya Xin Hua melalui telepati karena takut didengar oleh orang lain.
Satu jam kemudian, Guang Yiang membuka matanya dan menyudahi penyelidikannya.
" Bagaimana hasilnya, kak?" Tanya Zang Yuwan.
" Sangat mengejutkan. Sekte ini memiliki hampir satu juta murid dan semuanya rata-rata memiliki kultivasi ranah mahaguru hingga ranah maharaja tahap lima. Sementara tetuanya aku tidak tahu, karena ada sebuah kekuatan yang mencegah kekuatan rohku masuk. Aku bisa saja menerobos masuk, tapi patriak dan master formasi yang memasang formasi itu akan mengetahui keberadaan ku." Jawab Guang Yiang melalui telepati.
Tak beberapa lama kemudian, seorang alkemis datang dan memeriksa mereka berempat.
" Bagaimana hasilnya master Yun?" Tanya Patriak Ban Xiong.
" Mereka berdua sudah pulih patriak." Jawab master Yun.
Beberapa saat kemudian, Guang Yiang, Zang Yuwan, Xin Hua dan Xu Lia membuka matanya.
" Oh baguslah kalau kalian sudah sadar. Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan pada kalian." Ucap Patriak Ban Xiong.
" Apa itu patriak?" Tanya Guang Yiang.
__ADS_1
" Bagaimana kau bisa sampai di pulau ini?" Tanya Patriak Ban Xiong.
" Itu terjadi saat aku sedang berpetualang di wilayah pinggiran jantung benu matahari, dan tiba-tiba saja ada gelombang tsunami yang menerjang kami dan akhirnya membawa kami di pulau ini." Jawab Guang Yiang.
" Kau beruntung karena kau terdampar di sekte ini. Andai saja kalian terdampar di sekte Batu hitam atau sekte lava hitam, maka kalian akan di bunuh saat itu juga." Jelas Patriak Ban Xiong.
" Memangnya ada berapa sekte di pulau ini?" Tanya Guang Yiang.
" Di pulau ini ada sekitar sepuluh kota. Yang terdiri dari enam kota besar dan empat kota kecil. Serta ada empat sekte di pulau ini yaitu sekte api, sekte batu hitam, sekte lava hitam, dan sekte lima elemen tempat kalian berada." Jawab Patriak Ban Xiong.
" Maaf patriak, sebelumnya perkenalkan namaku Danhuo" Ucap Guang Yiang.
" Namaku Danfu,"
" Namaku Huxi,"
" Dan aku Zuli"
Mereka berempat memperkenalkan diri mereka masing-masing.
" Tidak masalah, namaku Ban Xiong." Ucap Patriak Ban Xiong memperkenalkan diri.
" Maaf patriak, mengapa sekte Lava dan sekte batu hitam membunuh orang yang terdampar di wilayah mereka?" Tanya Guang Yiang.
" Aku tidak tahu pasti, tapi yang kutahu mereka membawa orang yang terdampar di area sekte mereka dan membunuhnya di sekte." Jawab Patriak Ban Xiong.
" Tapi bagaimana caramu kembali kedaratan utama, sedangkan badai yang ada di laut badai membawa orang kemana saja?" Tanya Patriak Ban Xiong.
" Aku tidak tahu pasti. Yang jelas aku akan berpetualang di pulau ini terlebih dahulu baru mencari jalan kembali ke benua matahari." Jawab Guang Yiang.
" Baiklah, kalau begitu istirahatlah." Ucap patriak Ban Xiong.
" Gege, gerak-gerik patriak Ban Xiong mencurigakan. Ditambah lagi caranya bercerita tadi sangat aneh." Ucap Xin Hua.
" Iya kak. Dan juga aku sempat menyelidiki sekte ini dengan bayangan rohku dan para tetua sepertinya berkumpul dan mendiskusikan sesuatu." Ucap Zang Yuwan.
" Kau benar. Dan juga tempat yang dipasangi oleh formasi sepertinya itu sebuah altar." Ucap Guang Yiang mencoba menyelidiki tempat tersebut sekali lagi. Kali ini dia menggunakan spirit bodynya.
Dia menyelimuti spirit body dengan sebuah pelindung tak kasat mata yang membuat spirit body tidak dapat di lihat apalagi di rasakan karena tidak memiliki jiwa dan aura.
Sesampainya di tempat itu, Guang Yiang lalu mentransfer kesadarannya kedalam spirit bodynya dan mulai menyelidiki tempat itu menggunakan mata surgawinya dan dipadukan dengan teknik kehampaan yang membuatnya melihat apa yang ada di dalam altar tersebut.
__ADS_1
Setelah menyelidiki altar tersebut, spirit body Guang Yiang kembali ke dalam dantian Guang Yiang.
" Ada apa kak. Sepertinya kau sangat terkejut?" Tanya Zang Yuwan.