Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 75 Ras Rubah merah.


__ADS_3

Dari restoran tersebut, Zang Yiang melesat meninggalkan kota Es. Sesampainya di hutan perbatasan, Zang Yiang berhenti, dan berbalik ke belakang.


Tanpa berkata, Zang Yiang menyerang salah satu pohon besar yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.


Duarrrrr


pohon itu hancur dan beberapa orang berhamburan keluar dari balik pohon.


"Indramu kuat juga bocah. " Ucap Salah satu pria dengan luka di wajahnya.


"Tidak usah basa-basi katakan apa yang kalian inginkan.? " Ucap Zang Yiang.


"Hahahahah.Ternyata kau tidak sabaran juga bocah. Cepat serahkan semua harta yang kau miliki atau kau akan mati." Ancam pria tersebut.


"Oh jadi, kalian mengancamku. Kalau aku tidak mau kenapa.? " Tanya Zang Yiang balik.


"Kalau kau tidak mau menyerahkan seluruh hartamu, maka kami akan mengambilnya dengan paksa. " Ucap perampok tersebut.


"Cuihh kalian yang memintanya. " Ucap Zang Yiang.


"Tapak Bumi. " Ucap Zang Yiang mengeluarkan jurus pertama tapak surgawi.


Duarrrr


Kawanan perampok tersebut porak poranda akibat serangan Zang Yiang.


" Kapak penghancur " Ketua perampok tersebut melayangkan kapalnya.


Dengan santainya, Zang Yiang menangkap kapak milik ketua perampok tersebut.


"Ini aku kembalikan padamu. " Ucap Zang Yiang sambil melempar kembali kapak tersebut.


" Ciiihh sialan, Kapak darah pembunuh. "


"Tapak langit."


Duarrrrr


Kembali terdengar ledakan akibat benturan kedua jurus tersebut.


"Kalian hanya membuang-buang waktuku saja. "


"Phoenix es membekukan Nirwana"


Kwakkkk


Tiba-tiba siulan Phoenix terdengar dan suhu di hutan tersebut menurun drastis.


Kwakkkk


Phoenix tersebut menyerang dan membekukan kawanan perampok.


"Tapak bumi."


Duarr

__ADS_1


Kawanan perampok tersebut hancur menjadi serpihan es kecil.


Setelah mengalahkan seluruh perampok tersebut, Zang Yiang melanjutkan perjalanannya.


Tak lama kemudian, Zang Yiang Sampai di hutan yang berjarak beberapa kilometer dari kota.


"Aku merasa Binatang disini lebih kuat dari yang pernah kutemui." Ucap Zang Yiang.


Zang Yiang terus memasuki hutan tersebut dan tak lama kemudian, dia di hadang oleh sekawanan hewan jenis Rubah merah.


"Hahahaha, nyalimu besar juga bocah. Apa kau tahu, setiap orang yang memasuki hutan kegelapan ini maka dia tidak akan bisa keluar hidup hidup. " Ucap salah satu rubah merah.


"Oh ya, Tapi mengapa aku berpikiran lain. " Ucap Zang Yiang Santai.


"" Bawa pemuda itu untuk menemui Ratu."Perintah Sang Jendral.


"Baik." Jawab pengawal Rubah merah.


"Lakukan saja jika kalian mampu melakukannya." Ucap Zang Yiang.


"Cuih, dasar sombong. Tangkap dia dan jadikan dia sebagai budak kita. " perintah sang jenderal.


Para pengawal Rubah merah mulai mengepung Zang Yiang dan mengarahkan mengarahkan senjata mereka kepada Zang Yiang.


Zang Yiang lalu melayang di udara dan melepaskan tapak cahaya, Seketika seluruh pasukan rubah merah jatuh tersungkur.


"Jika kalian berani menghalangiku lagi, maka aku akan membantai seluruh Ras Rubah merah di hutan ini. " Ucap Zang Yiang dengan nada dingin.


"Lakukanlah jika kau mampu. " Ucap Sang jenderal.


"Tombak cahaya."


Wuuuu


Ratusan tombak yang terbuat dari elemen cahaya melayang dan menghantam pasukan rubah merah.


"Arggggg"


Satu persatu pasukan rubah merah mati dan menyisakan mayat mereka.


"Jika kalian membiarkan ku lewat, maka aku tidak akan membunuh kalian. " Ucap Zang Yiang berkompromi.


" ciih dalam mimpimu. " Jawab Zang jendral.


"Baiklah jika itu yang kalian mau. "


" Teratai cahaya. "


"Hentikan"


Belum sempat Zang Yiang melemparkan teratai cahaya miliknya, Seorang pria menghentikannya.


"Hentikan tuan muda, ampuni para jenderal ku. " Ucap Raja Fai Gu.


"Baiklah aku akan melepaskan mereka untuk kali ini, tapi jika mereka menghalangiku lagi maka aku akan meratakan hutan ini. " Ucap Zang Yiang.

__ADS_1


"Baiklah Sebagai kompensasi nya maka tuan boleh mengambil ini. " Ucap Raja Fai Gu Sambil memberikan Sebuah Kristal berwarna merah marun.


"Ini adalah kristal milik leluhur kami, tuan muda boleh menggunakannya meningkatkan kekuatan tuan muda. " Ucap Raja Fai Gu.


"Baiklah tapi bagaimana dengan prajuritmu yang kubunuh." Tanya Zang Yiang.


"Tidak apa-apa. mereka semua adalah para pemberontak saat aku sedang bersemedi, tuan boleh mengambil Kristal inti mereka. " Ucap Raja Fai Gu.


"Baiklah." Jawab Zang Yiang.


Zang Yiang lalu mengibaskan tangannya seketika seluruh mayat Rubah merah yang berserakan menghilang.


"Baiklah Aku pergi sekarang. " Ucap Zang Yiang.


"Hem, aku merasa ada yang aneh dengan ucapan Raja Fai Gu. dan juga dengan sukarela dia memberikan kristal milik leluhurnya." Batin Zang Yiang.


Awalnya Zang Yiang ingin memberikan sumber daya pada mereka, tapi karena melihat sikap aneh Raja Fai Gu, Zang Yiang mengurungkan niatnya.


"Baiklah aku akan mengikuti permainan kalian. "Batin Zang Yiang.


" Yang mulia, mengapa kau memberikan kristal inti leluhur padanya. "Tanya jenderal Fai Ju.


" Jenderal. Saat dia menyerap kristal itu, Maka dia akan terkena ilusi dan menjadi budak kita. "Jawab Raja Fai Gu.


Jenderal Fai Ju hanya mengangguk mendengar penjelasan dari Raja Fai Gu.


Di tempat lain, Zang Yiang yang mendengar percakapan mereka tersenyum kecil.


" Baiklah aku akan mengikuti permainan kalian. " Ucapnya lalu masuk kedalam dunia jiwa.


Zang Yiang lalu membungkus semua kristal inti milik para rubah merah seperti yang ia lakukan sebelumnya. dan juga dia menambahkan darahnya dan elemen cahaya.


Sementara kristal inti leluhur rubah merah, dia tambahkan elemen es, api, petir, cahaya dan kegelapan. Lalu membungkusnya dengan air kehidupan dan air semesta.


Setelah itu Zang Yiang mempercepat waktu menjadi Satu juta tahun agar telur-telur tersebut menetas.


Tak lama kemudian, satu persatu telur mulai menetas dan memunculkan rubah merah dengan kekuatan dan tubuh baru. Sementara Leluhur rubah merah muncul dengan tubuh seperti sebelumnya tetapi dengan kekuatan dua kali lipat dari sebelumnya.


Total ada lima ratus rubah merah yang di ciptakan oleh Zang Yiang. Semuanya berlutut di hadapan Zang Yiang.


Zang Yiang lalu merubah dirinya menjadi leluhur rubah merah lalu keluar dari dunia jiwa.


"Permainan di mulai. " Ucap Zang Yiang.


Zang Yiang lalu melesat ke istana Rubah merah dan berdiri di atap istana.


"Sekarang aku harus apa. Tidak mungkin aku membantai mereka semua, nanti aku bisa terkena masalah mengingat mereka juga keturunan dewa suci. " Kata Zang Yiang dengan bingung.


Tak lama kemudian..


"Kau boleh membunuh mereka, tapi kau harus menciptakan mereka kembali seperti yang kau lakukan sebelumnya. " Ucap Suara yang tak lain adalah dewa suci.


"Baiklah dewa. Tapi Ciptaanku belum sempurna karena aku tidak memiliki kekuatan Suci milik anda. " Ucap Zang Yiang.


"" Ciptaanmu itu sudah sempurna karena kau menggunakan air semesta. Darah mereka tetap memiliki garis darahku tapi sudah di sempurnakan dengan air semata. "Ucap Dewa suci.

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu aku akan mulai merekonstruksi tubuh fisik dan kekuatan mereka"Ucap Zang Yiang.


__ADS_2