Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 110 Kota Bukit biru


__ADS_3

" Cih, kau pikir hanya kau yang memiliki kekuatan tuan muda Cang Wui.?" Tanya Cang Hui.


" Apa, bagaimana mungkin, kau hanyalah sampah klan. Tidak mungkin kau bisa menangkap seranganku." Ucap Cang Wui.


" Kau pasti mempelajari teknik khusus. Sekarang berikan teknik itu padaku." perintah Cang Wui.


" Tidak ada teknik khusus yang mereka gunakan. Perhatikanlah, mata ilusi mereka." Ucap Guang Yiang.


Cang Wui kemudian memperhatikan mata ilusi milik Cang Hui. Dan benar saja, mata Cang Hui berubah menjadi merah kehitaman.


" Tidak mungkin. Pamanku sudah menyegel mata ilusi kalian, tidak mungkin kalian bisa melepas segel itu." Ucap Cang Wui tak percaya.


"Sudah cukup basa-basinya Cang Wui, sekarang aku akan membuatmu merasakan bagaimana rasanya jadi sampah klan." Ucap Guang Ruis lalu melesatkan sebuah cakram dan mengecil dan masuk ke dalam dantian Cang Wui.


Boomm


Akhhhhh


Cang Wui berguling-guling di tanah karena merasa kesakitan. Dan juga kultivasinya yang sudah hampir menerobos ke ranah mahaguru hancur begitu saja.


" Bajingan. Aku akan membalas perbuatan kalian saat dantianku kembali." Ucapnya lalu pergi.


" Adik, mengapa kau tidak membunuh mereka?" Tanya Guang Ruis.


" Biarkan saja dia lari. Aku ingin lihat bagaimana dia menyembuhkan dantiannya dan menggunakan cara apa dia memperbaiki dantiannya." Jawab Guang Yiang.


" Bagaimana kalau dia menggunakan elemen kegelapanm" Tanya Xin Hua.


" Kalaupun dia menggunakan metode iblis, aku yang akan melawannya." Ucap Guang Xin.


" Kau serius?" Tanya Zang Yuwan.


" Ya, tentu saja. Dan yang aku tahu, dantian yang di sembuhkan dengan menggunakan metode iblis mengandung elemen kegelapan, dan juga kultivasinya tidak akan kembali dengan cepat kecuali dia menjual jiwanya kepada kaisar iblis." Jelas Guang Xin.


" Baiklah, sekarang kita akan membersihkan klan ini." Ucap Guang Yiang.


" Baik". Jawab mereka.


Boomm


Akhh


Akhhhhh


Terdengar teriakan yang menyayat hati. Itu adalah teriakan tetua agung, dan para tetua lainnya yang selalu menindas para anggota klan Cang.


" Sekarang seluruh sampah klan Cang sudah di musnahkan dan juga aku sudah melepaskan segel mata yang membuat kalian tidak dapat membangkitkan mata ilusi kalian dengan maksimal." Jelas Guang Yiang.


" Terima kasih tuan muda. Kami akan selalu setia kepada tuan muda." Ucap Cang Hui.


" Baiklah, kalian tentukan sendiri siapa yang menjadi patriak dan tetua klan kalian. Dan untuk biaya pengembangan klan Cang ambillah uang ini." Ucap Guang Yiang memberikan satu buah cincin ruang yang berisi kristal bumi, kristal awan kristal langit dan kristal bintang.

__ADS_1


" Dan satu lagi, gunakan pil ini untuk menyembuhkan luka-luka kalian." Ucap Guang Yiang.


" Baik tuan muda." Ucap mereka lalu menelan pil yang di berikan oleh Guang Yiang.


" Kalau begitu aku akan melanjutkan perjalananku." Ucap Guang Yiang.


Guang Yiang, Xin Hua, Zang Yuwan, Xu Lia, dan Guang Ruis melesat meninggalkan klan Cang, sedangkan Guang Xin sudah masuk ke dunia jiwa.


" Adik, beberapa km di depan, adalah perbatasan antara wilayah timur dan wilayah tengah, dan kudengar di perbatasan jantung benua dijaga ketat oleh para prajurit, jadi tidak mudah bagi kita untuk memasuki jantung benua." Jelas Guang Ruis.


" Kakak, mereka tidak akan menjaga perbatasan padang tornado, karena mereka tahu tidak ada yang melewati jalur itu. Mereka hanya menjaga gerbang kota saja. Lagi pula siapa juga yang berani melewati padang tornado." Jelas Guang Yiang.


" Maksudmu, kita akan lewat di padang tornado?" Tanya Guang Ruis.


" Tentu saja. Dan juga pasti kalian semua penasaran dengan bagian dalam padang tornado." Jawab Guang Yiang.


Mereka semua mengangguk dan mengikuti saja kemana Guang Yiang pergi.


Menjelang malam, mereka semua tiba di kota bukit biru. karena lelah, mereka memutuskan untuk beristirahat di kota tersebut.


" Berhenti tunjukkan identitas kalian." Cegat penjaga.


" Maaf tuan. Kami hanya pengembara, jadi kami tidak memiliki lencana pengenal." Ucap Guang Yiang.


" Kalau begitu, kalian boleh masuk dengan gratis, asalkan kalian memberikan dua wanita cantik itu padaku." Ucap seorang pemuda yang tak lain adalah anak rajakota/walikota.


" Aku akan memecahkan kepala dulu baru kau boleh mengambilnya." Ucap Guang Yiang lalu melesat dan hampir saja memecahkan kepala pemuda tersebut.


" Biar kuberitahu ya. Aku paling tidak suka ada orang yang mengancam ku dengan menggunakan latar belakangnya." Ucap Guang Yiang lalu melesat dan menghancurkan kultivasi pemuda tersebut.


" Akhhhhh"


" Dasar bajingan. Ayahku akan membunuh kalian semua." Ucapnya.


" Pengawal bawa mereka berempat ke istana, dan ingat jangan menyakiti dua wanita itu." Ucapnya.


" Baik tuan muda." Jawab mereka mulai meringkus Guang Yiang dan yang lainnya.


" Jika kalian berani menyakiti istriku sedikit saja, akan ku hancurkan kau dan keluargamu." Ucap Guang Yiang dengan nada dingin.


" Kakak, mengapa kita tidak melawan mereka saja.?" Tanya Zang Yuwan.


" Ya, gege, bahkan aku dapat membunuh mereka hanya dengan satu gerakan." Ucap Xin Hua.


" Kau tenang saja. Aku ingin lihat dulu, jika raja kota berani bertindak seenaknya, maka akan kuhancurkan dia bersama keluarganya." Jawab Guang Yiang.


Beberapa saat kemudian, mereka di bawa masuk ke hadapan raja kota.


" Ayah, mereka menghancurkan kultivasiku." Ucap Yu Ji.


" Hai anak muda mengapa kau menghancurkan kultivasi anakku?" Tanya Yu Re.

__ADS_1


" Ya, karena dia berani berbicara sembarangan kepada istriku." Jawab Guang Yiang.


" Oh, jadi hanya karena wanita ini. Serahkan saja pada putraku apa susahnya." Tanya Yu Re.


" Kau pikir aku mau menyerahkan istriku begitu saja?" Tanya Guang Yiang.


" Ayah, aku ingin dua wanita itu." Ucap Yu Ji.


" Baiklah akan ayah berikan padamu." Ucap Yu re.


" Hei anak muda, katakan keinginanmu. Aku akan mengabulkannya, asal kau memberikan dua wanita itu pada putraku." Ucap Yu Re.


" Bagaimana kalau aku ingin nyawamu." Ucap Guang Yiang lalu menghilang dan tiba-tiba muncul dan menebas kepala Yu Ji.


" Tidaaaaaakkkk. Bajingan kecil aku akan membunuhmu." Ucap Yu Re lalu melesat ke arah Guang Yiang.


Bruuukk


Guang Yiang meninju perut Yu Re dan melemparnya kearah dinding.


" Prajurit tangkap dan penggal kepala mereka." Ucap Yu Re.


Jedarr


Jedarrr


Belum sempat prajurit kota bergerak mereka sudah menjadi abu lebih dulu.


" Apa kau pikir semudah itu memenggal kepalaku. Lewati dulu badai halilintar milikku " Ucap Zang Yuwan lalu membuat badai halilintar.


Jedarr


Jedarrr


Halilintar menyambar dimana-mana dan menghancurkan seluruh bangunan tersebut.


" Baiklah. Sekarang giliranku. Ledakan bunga cahaya." Ucap Xin Hua mengeluarkan jurus miliknya.


Boomm


Booom


Booomm


Seluruh istana kota tersebut hancur menjadi debu.


Sreekkk


Argghh


Yang terdengar di bekas puing-puing istana tersebut hanya suara ledakan dan darah menyembur dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2