Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 74: Alam langit.


__ADS_3

Tak lama kemudian, sebuah cahaya muncul di ujung lorong. Dan tak lama kemudian, mereka berdua terlempar keluar.


"Hem, dimana ini. Apakah aku sudah sampai." Zang Yiang bertanya-tanya dalam hati.


Zang Yiang lalu mengingat-ingat tentang gambaran alam langit yang pernah di berikan oleh ratu rubah putih.


"Ternyata benar, aku sudah sampai di alam langit. Tapi apa aku harus mengganti marga ku dengan Marga Guang atau tidak" Zang Yiang mulai kebingungan sendiri.


Lalu dia mengeluarkan Bing Zan dari dunia jiwa untuk menanyakan sesuatu.


"Kakek, apa kau tahu dimana kita sekarang? " Tanya Zang Yiang.


"Aku tidak tahu pasti, tapi sepertinya kita berada di bagian barat benua Matahari. " Jawab Bing Zan.


Mendengar itu, Zang Yiang merasa senang karena dia tidak perlu lagi mencari tahu dimana dia berada, dia hanya perlu mencari tahu dimana klan Guang berada.


"Mengapa kau sangat senang Yiang'er. " Tanya Bing Zan.


"Apa kau tahu kek. Kita berada di wilayah barat benua matahari, itu artinya aku hanya perlu mencari tahu dimana klan Guang berada. " Jawab Zang Yiang.


Sementara itu Zang Yuwan terlempar di wilayah yang sangat jauh, yaitu benua Bintang. Saat ini dia berada di bintang timur., lebih tepatnya berada di Kerajaan Luoyang.


"Dimana aku. "? Tanya Zang Yuwan tersadar.


" Kau berada di rumahku anak muda. lebih tepatnya kau berada di klan Hu benua bintang timur lebih tepatnya di Kerajaan Louyang." jawab Pria paru baya tersebut.


Zang Yuwan melihat cincinnya bergetar dan mendapat pesan dari Zang Yiang jika dia berada di benua matahari dan menanyakan dimana dia berada. Zang Yuwan lalu membalsnya dan mengatakan dia berada di benua bintang, di Kerajaan Louyang.


"Anak muda aku menemukanmu pingsan di depan gerbang klan Hu. Kalau boleh tahu kau berasal dari mana? " Tanya tetua Hu Ki.


"Aku berasal dari benua bulan tetua. " Jawab Zang Yuwan.


"Apa kau membohongiku anak muda. " Tanya tetua Hu Ki.


"Aku tidak berbohong tetua, aku memang berasal dari benua bulan." Jawab Zang Yuwan.


"Ingatlah, jangan pernah mengatakan darimana kau berasal atau kau dalam masalah. Cukup kita berdua saja yang tahu." Ucap tetua Hu Ki.


"Aku lupa menanyakan siapa namamu. " Ucap Tetua Hu Ki.


"Maaf tetua aku juga lupa memperkenalkan diriku. namaku Zang Yuwan. " Ucap Zang Yuwan.


"Baiklah kau boleh memanggilku tetua Ki. " Ucap Zang Yuwan.


"Maaf tetua Ki, jika aku boleh bertanya berapa lama waktu yang di butuhkan untuk sampai di benua matahari.? " Tanya Zang Yuwan.

__ADS_1


"Jika ingin mencapai benua matahari kita membutuhkan waktu dua tahun untuk sampai di benua matahari jika kita terbang, tapi jika kita menggunakan portal makan hanya butuh waktu lima jam. " Jawab Tetua Ki.


"Memangnya kenapa kau menanyakan itu padaku.? " Tanya tetua Hu Ki


"Tidak ada. aku terpisah dari saudaraku. dan kini dia berada di benua matahari. " Jawab Zang Yuwan.


Tetua Hu Ki, hanya menggeleng geleng kepala. Yang dia tahu selama hampir satu juta tahun, baru beberapa orang yang berhasil naik ke alam langit, salah satunya adalah leluhur klan dewa awan. Tapi kali ini dia cukup terkejut karena ada dua orang lagi yang berhasil naik ke alam langit.


"Jika kau ingin pergi kebanyakan matahari dengan cepat makan kau cukup memecahkan batu ini. " Ucap tetua Ki lalu memberikan batu berwarna kuning keemasan.


Zang Yiang lalu menyimpan batu tersebut ke dalam cincin dimensinya.


"Aku akan ke benua matahari setelah aku menjelajahi benua bintang. " Ucap Zang Yuwan. Tetua Hu Ki lalu keluar meninggalkan Zang Yuwan sendirian di kamar.


Setelah tetua Ki keluar, Zang Yuwan lalu menyerap energi dewa untuk menembus ranah dewa awan.


Tiga jam kemudian,


Boooomm


Zang Yuwan berhasil menembus ranah dewa awan tahap satu.


Kembali ke Zang Yiang...


Zang Yiang sebenarnya sedikit terkejut, melihat kekuatan pemuda seumurannya yang rata-rata berada di ranah bintang tahap sembilan.


"Ternyata benar. jika aku bertarung dengan mereka mustahil aku bisa menang. kecuali menggunakan mata surgawi, tapi aku tidak ingin menggunakan mata surgawi secara sembarangan." Batin Zang Yiang.


Zang Yiang lalu memasuki kota tersebut. Kota itu adalah kota Padang hijau.


"Hei kau berikan seluruh hartamu padaku jika tidak kau akan mati. " Ancam seseorang.


"Memangnya kau siapa, berani sekali mengancamku. " Ucap Zang Yiang, dia melihat jika pemuda di hadapannya berada di ranah dewa awan tahap lima, dengan tiga orang pengawal berada di ranah dewa bintang tahap sembilan.


Mendengar ucapan Zang Yiang, pemuda tersebut, menjadi marah. baru kali ini ada orang yang berani menolak perintahnya.


"Pengawal tangkap dia dan kuliti dia hidup-hidup." Perintah Tuan Muda Cun.


Ketiga pengawalnya maju menyerang Zang Yiang, tapi dengan cepat Zang Yiang menghindar dan memukul tengkuk pengawal tuan muda Cun hingga tak sadarkan diri.


"Dasar bajingan. cepat dia. " Perintah tuan muda Cun dengan amarah yang sangat memuncak.


Dua orang pengawal tuan muda cun menyerang Zang Yiang.


Melihat itu, Zang Yiang bergerak dengan cepat, dalam satu kedipan mata seluruh pelayan pengawal Tuan muda Cun jatuh tersungkur tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Aku masih berbaik hati sekarang, maka jangan menggangguku lagi. " Ucap Zang Yiang lalu menghilang dari hadapan tuan muda Cun, dan muncul di tengah kota.


"Sungguh meresahkan. " Ucap Zang Yiang.


Zang Yiang lalu masuk kedalam restoran.


Zang Yiang lalu masuk kedalam restoran.


"Pelayan aku ingin memesan makanan terbaik di restoran ini. " Ucap Zang Yiang.


"Baik." Jawab pelayan tersebut.


Mendengar itu, para pengunjung mengejek Zang Yiang.


"Lihat dia, hanya orang miskin berani memesan makanan terbaik. sungguh tidak tahu diri. " Ucap salah satu pengunjung.


"Kau benar, kita lihat apakah dia sanggup membayarnya." Ucap yang lain.


Zang Yiang tidak menghiraukan ucapan pengunjung yang terus menggunjing nya. dia hanya duduk dan terus menunggu pesanannya.


Sepuluh menit kemudian, pesanan Zang Yiang datang.


Zang Yiang lalu menyantap makanannya dengan lahap. Tak lama kemudian, terjadi lonjakan energi, didalam dantiannya.


Zang Yiang lalu memasang formasi agar agar tidak ada yang bisa mengganggunya.


Tak lama kemudian,


Booooommm


Zang Yiang naik ke ranah dewa bintang tahap tahap enam.


"Hebat juga, aku yakin daging tadi adalah daging hewan yang berada di atas ranah Dewa bintang" Ucap Zang Yiang.


Zang Yiang lalu menghilangkan formasi tersebut dan memanggil pelayan lagi.


"Pelayan berapa harga pesanan pesanan ku tadi. " Tanya Zang Yiang.


"Semuanya sepuluh kristal awan." Ucap pelayan tersebut.


"Baiklah, ini bayarannya" Ucap Zang Yiang lalu pergi.


Sementara pengunjung yang tadinya membicarakan Zang Yiang, mulut mereka terbuka membentuk huruf O.


Mereka terkejut karena orang yang dikira miskin ternyata memiliki banyak kristal.

__ADS_1


__ADS_2