
Wuus
Wuss
Wuss
Guang Yiang, Xin Hua, Zang Yuwan dan Guang Xin muncul di klan Xin.
" Kalian semua sudah datang, Yuwan'er, besok adalah hari pernikahanmu, pergilah istirahat." Perintah Xin Jiao.
" Baik ibu Xin." Jawab Zang Yuwan.
Mereka semua pun masuk kembali ke klan sementara Guang Xin ikut bersama dengan ayah dan ibunya.
" Ayah, ibu. Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan pada kalian." Ucap Guang Xin.
" Apa itu Xin'er.?" Tanya Guang Yiang.
Guang Xin lalu mengaktifkan mata surga miliknya. Guang Yiang dan Xin Hua melihat itu merasa senang.
" Selamat Xin'er. Ibu kira kau tidak akan bisa membangkitkan mata surga milikmu." Ucap Xin Hua.
" Tentu saja aku bisa bu, karena aku adalah ayah dan ibu." Ucap Guang Xin.
" Apa saja yang kau lakukan selama di alam supra.?" Tanya Xin Hua.
" Banyak ibu. Aku berkeliling sekte, kadang aku juga menjahili kakak senior di sana, mempelajari teknik beladiri diam-diam, dan masih banyak lagi." Jawab Guang Xin.
" Apakah kau sudah berkeliling di dunia kecil sekte?" Tanya Guang Yiang.
" Aku belum berkeliling ayah, aku hanya menyerap energi cahaya di sana. Itupun tidak ada yang tahu." Jawab Guang Xin.
Mereka berdua terus mengobrol hingga tengah malam, sementara Xin Hua yang bosan mendengarnya, memilih untuk tidur saja.
Pagi harinya, suasana klan Xin sangat ramai.
"Ayah, mengapa di sini sangat ramai?" Tanya Guang Xin.
" Karena gari ini adalah hari pernikahan pamanmu." Jawab Guang Yiang.
sekitar setengah jam kemudian, Zang Yuwan dan Xu Lia naik ke altar pernikahan menggunakan baju serba merah.
Mereka berdua berdiri di hadapan penghulu, dan mulai mengambil sumpah setia.
Selain itu, Ayah Xu Lia, juga datang dari benua bintang ke klan Xin untuk menyaksikan pernikahan putrinya.
__ADS_1
" Wah, mereka berdua memang pasangan yang serasi." Ucap Xu Gao.
" Tentu saja dan juga mereka berdua sangat cocok memakai baju berwarna merah." Timpal Guang Yang.
Satu jam kemudian, mereka berdua meminta restu kedua orang tua mereka, sementara Zang Yuwan hanya diam di tempat dan meneteskan air matanya.
" Yuwan'er, jangan sedih. Karena ini adalah hari bahagiamu." Ucap Xin Jiao.
" iya, Yuwan'er. Pria itu tidak boleh menangis" Ucap Lu Yue.
" Andai saja ayah ibuku masih hidup dan ada di sini, mungkin mereka senang." Ucap Zang Yuwan.
" Kau berkata apa. Aku juga ibumu. Biar aku yang menjadi walimu. Sudah jangan menangis lagi." Ucap Xin Jiao.
Zang Yuwan pun menghapus air matanya dan mulai meminta restu kepada Guang Yang dan Xin Jiao untuk sebagai pengganti ayah dan ibunya.
" Baiklah, para hadirin. Silahkan makan makanan yang sudah di siapkan." Ucap Guang Yiang.
Mendengar itu, para tamu mulai memakan makanan yang tersedia di meja, dan yang membuat mereka terkejut adalah buah-buahan yang ada di meja adalah buah abadi.
" Wah, klan Xin sangat kaya. Hidangannya saja buah-buah yang sangat langka." Ucap salah satu tamu.
Satu jam kemudian, para tamu mulai pulang ke rumah masing-masing termasuk tamu yang berasal dari benua bintang.
" Yuwan'er, masuklah ke kamarmu. Xu Lia sudah menunggumu." Ucap Xin Jiao.
" Yiang'er, kapan kau akan melanjutkan perjalananmu.?" Tanya Xin Wu.
" Kakek, mungkin satu bulan lagi.Dan aku berencana membawa klan Xin dan klan Guang, serta klan Feng dan klan Gun dan Ju mereka akan tetap di wilayah klan mereka. Selain itu setelah merebut kekaisaran matahari, aku berencana membagi benua matahari menjadi beberapa kekaisaran, dan untuk kaisarnya akan kuserahkan kepada Feng Hu, Feng Zu, Qi Yun, dan patriak klan Gui yang sekarang, sementara yang satunya lagi aku tidak tahu siapa yang akan dipilih." Jelas Guang Yiang.
" Bagaimana kalau kita memilih klan Gun saja. Selain kuat mereka juga pandai dalam hal pemerintahan." Saran Guang Yang.
" Bagaimana kalau klan Cang menyerang dan mengambil alih kekuasaan?" Tanya Xin Gui
" Oh iya kau hampir lupa dengan klan Cang. Mungkin saat kita ke jantung benua, aku akan mampir kesana." Ucap Guang Yiang tersenyum.
Satu bulan kemudian..
Para anggota klan Xin dan klan Guang sibuk membenahi barang mereka, tapi Guang Yiang menghentikannya.
" Kalian tidak perlu membenahi barang-barang kalian, aku akan membawa kalian dan beserta bangunan klan Xin." Ucap Guang Yiang.
Guang Yiang lalu membuka gerbang dunia jiwa dan memasukkan seluruh bangunan klan Xin kedalam dunia jiwa.
Setelah itu, Guang Yiang masuk dan membangun bangunan klan Guang.
__ADS_1
" Adik, aku ingin ikut menjelajah bersamamu." Ucap Xin Gu.
" Ya, aku juga." Ucap Guang Ruis( Guang Gui diganti menjadi Guang Ruis karena namanya sama dengan Xin Gui.)
"Baiklah kalau begitu ikutlah denganku" Ucap Guang Yiang.
" Baiklah kalau begitu ayo kita berangkat." Ucap Guang yiang lalu mengeluarkan Guang Ruis dari dunia jiwa.
Guang Yiang, Zang Yuwan, Xu Lia, Xin Hua, dan Guang Ruis melesat kearah barat atau arah klan Feng, yang searah dengan klan Feng api.
Beberapa saat kemudian, Guang Yiang sampai di klan Feng dan memasukkan semua anggota klan Feng.
" Kini saatnya membereskan klan Cang." Ucap Guang Yiang.
" Ya, ayo kita kesana. Aku sudah tidak sabar untuk bertarung dengan Cang Wui." Ucap Guang Ruis.
Mereka terus melesat dengan kecepatan tinggi, dan mereka hanya berhenti saat malam, dan melanjutkan perjalanan mereka saat menjelang pagi.
Satu minggu kemudian, mereka tiba di lembah leluhur atau Lembah Ilusi.
" Saatnya menundukkan si klan ilusi." Ucap Guang Yiang.
Booomm
Guang Yiang melepaskan serangan tapak dan menghancurkan salah satu bangunan utama klan Cang.
"Ba****n, siapa yang berani menyerang klan Cang." Ucap tetua agung Cang Fa.
" Bagi kalian yang tidak ingin mati, silahkan keluar dari klan Cang sekarang juga.aku hitung sampai lima, setelah itu aku akan menghancurkan klan Cang sekarang." Ucap Guang Yiang memberi peringatan.
" Satu"
" Dua"
"tiga"
Baru sampai hitungan ketiga, sudah banyak anggota klan Cang yang keluar dari wilayah klan. Kebanyakan dari mereka adalah anggota klan kasta rendah dan menengah yang selalu di siksa.
" Dasar pengkhianat klan, aku akan menghabisi kalian semua." Ucap Cang Wui.
Tapi saat melayangkan tinjunya kearah para rakyat jelata klan Cang, Guang Ruis menangkap tinjunya.
" Apakah kau masih mengingatku Cang Wui." Tanya Guang Ruis.
" Tentu saja, kau adalah aib klan Guang yang tidak pernah menang melawanku saat turnamen." Jawab Cang Wei sombong.
__ADS_1
" Tcih, kau adalah jenius klan, karena patriak mengunci mata ilusi kami sehingga yang bangkit hanya mata merah saja." Ucap Cang Hui menimpali.
" Diam kau sampah." Ucap Cang Wui lalu melepaskan tapak berwarna merah kepada Cang Hui.