
Guang Yiang dan Xin Hua menuju ke kamar mereka. Sesampainya di kamar, Guang Yiang mengunci kamar mereka.
" Ayo ikut denganku ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan padamu." ucap Guang Yiang lalu membawa Xin Hua ke dalam dunia jiwa.
" Gege, tempat apa ini?" Tanya Xin Hua.
"Ini adalah dunia jiwa milikku, Kita akan berlatih di sini." Jawab Guang Yiang.
" Ikutlah denganku." Ucap Guang Yiang lalu menuju ke sebuah ruangan dan di ikuti oleh Xin Hua.
" Baiklah kita berlatih di sini, kau carilah tempat yang cocok dan kau suka." Ucap Guang Yiang.
" Baik gege." Jawab Xin Hua.
Setelah menemukan tempat yang cocok, mereka berdua kemudian berkultivasi. Xin Hua meningkatkan kekuatannya menggunakan buah-buah abadi, sementara Guang Yiang menyerap Kristal inti Raja elang biru.
Perlahan-lahan, Guang Yiang menyerap energi di dalam kristal inti tersebut.
Dua hari kemudian.....
Boooomm
Booommm
Booommm
Kultivasi Guang Yiang meningkat ke ranah Dewa emperor tahap enam, tapi dia baru menyerap setengah energi dari kristal inti tersebut.
Boomm
Boomm
Booomm
Boomm
Kultivasi Guang Yiang meningkat keranah Dewa immortal tahap satu. Sementara, Kultivasi Xin Hua meningkat ke ranah dewa emperor tahap satu.
" Hua'er, sekarang pelajarilah teknik pedang bulan ini. " Ucap Guang Yiang lalu memberikan Kitab pedang bulan.
" mengapa gege memberikan kitab pedang ini padaku.?" Tanya Xin Hua.
" Itu karena kitab pedang bulan lebih cocok jika di gunakan oleh seorang wanita. Dan aku juga sudah menguasai kitab pedang bintang yang merupakan pasangan dari teknik pedang bulan." Jawab Guang Yiang.
" Oh iya, apakah kau sudah pernah mempelajari teknik elemen cahaya?" Tanya Guang Yiang.
"Aku sudah pernah mempelajari teknik dewi cahaya, tapi karena kultivasiku yang terhambat jadi aku tidak pernah menggunakannya." Jawab Xin Hua.
"Baiklah kalau begitu kau latihlah teknik yang kuberikan kepadamu terlebih dahulu." Ucap Guang Yiang.
Xin Hua mulai berlatih teknik pedang bulan yang di berikan oleh Guang Yiang.
Xin Hua mengikuti langkah-langkah yang ada di kitab tersebut satu persatu.
Tiga bulan kemudian..
" Tebasan bulan purnama."
Booooommmm
Terdengar ledakan besar yang mengagetkan seluruh penghuni dunia jiwa.
__ADS_1
Mereka semua bergegas ke arah ledakan tersebut dan mendapati seorang wanita yang sedang berlatih teknik pedang.
" Kak, siapa dia.?" Tanya Bai Luan.
" Dia adalah istriku Xin Hua." Jawab Guang Yiang.
Semua orang terkejut mendengar jawaban Guang Yiang. Pasalnya mereka tidak ada yang tahu kapan Guang Yiang menikah.
" Kapan kau menikah kak.?" Tanya Bai Luan.
" Ya kemarin" Jawab Guang Yiang.
" Mengapa kakak tidak mengundangku.?" Tanya Bai Luan.
" Tidak ada alasan khusus, hanya saja ibuku tidak suka kucing. Apa kau mau di kurung." Ucap Guang Yiang.
" Tentu saja tidak." Jawab Bain Luan.
" Kalau begitu, kau diam dan awasi Hua'er latihan." Ucap Guang Yiang.
" Baik kak." Jawab Bai Luan.
" Baiklah, kalau begitu aku juga mau berlatih." Ucap Guang Yiang.
" Oh iya tuan. Tuan gunakanlah ini untuk meningkatkan kekuatanmu." Ucap Feng Jiu lalu memberikan sebuah mustika berwarna keemasan.
" Bukankah ini mustika cahaya, Dimana kau menemukannya.?" Tanya Guang Yiang.
" Aku menemukannya 10.000 tahun yang lalu dan ku simpan sampai sekarang." Jawab Feng Jiu.
" Baiklah terima kasih Feng Jiu." Ucap Guang Yiang lalu pergi berlatih.
" Tidak masalah tuan.Oh iya tuan harus menyerapnya berdua dengan nyonya muda." Ucap Feng Jiu.
"Tidak masalah tuan." Jawab Feng Jiu.
Guang Yiang lalu menuju ketempat Xin Hua berlatih pedang bulan dan memberi arahan kepadanya.
Singkat cerita, dua tahun kemudian Xin Hua sudah menguasai teknik pedang bulan dengan sempurna.
" Selamat Hua'er." Ucap Guang Yiang.
" Terima kasih Gege. Ini semua juga berkat gege." ucap Xin Hua.
" Baiklah sekarang kita serap batu mustika ini bersama." Ucap Guang Yiang.
Tanpa bertanya lagi Xin Hua lalu menuruti Guang Yiang. Mereka berdua lalu duduk bersila dengan posisi berhadapan dan batu mustika tersebut diletakkan ditengah.
Perlahan energi cahaya dari batu tersebut masuk ke tubuh Guang Yiang dan Xin Hua.
Elemen cahaya mereka perlahan-lahan menjadi lebih kuat dan berubah menjadi keemasan.
Lima bulan kemudian...
Booomm
Boomm
Booomm
Boomm
__ADS_1
Boomm
kultivasi mereka berdua naik lima tahap.Dimana Guang Yiang naik ke ranah dewa immortal tahap enam sementara Xin Hua naik ke tahap enam dewa bintang.
Setelah menyelesaikan latihan mereka tidak langsung keluar mereka menghabiskan waktu terlebih dahulu di dalam dunia jiwa.
Terhitung mereka berada di dunia jiwa sudah sepuluh tahun atau sekitar dua bulan di dunia luar.
" Hua'er, sudah saatnya kita keluar.Ayah dan ibu pasti mengkhawatirkan kita karena sudah dua bulan kita tidak keluar." Ucap Guang yiang.
" Baik gege." jawab Xin Hua.
Wuuusss
Mereka berdua muncul dikamar mereka. Mereka berdua lalu turun ke ruang makan karena memang hari sudah pagi.
" Selamat pagi ayah, ibu, kakek, Ying'er." Ucap Guang Yiang.
" Selamat pagi juga kakak" Jawab Guang Ying bersemangat.
" Selamat pagi juga Ying'er."
Guang Yiang lalu makan bersama ayah ibu kakek dan adiknya.
" Oh Iya Yiang'er. Kemarin Seorang tetua sekte lembah salju datang dan ingin membawa Ying'er ke sekte lembah salju.Bagaimana pendapatmu?" Ucap Xin Jiao.
"Aku setuju saja,tapi jika ada yang melukai adikku sedikit saja maka akan ku ratakan sekte lembah salju" Jawab Guang Yiang.
" Tapi Ying'er tidak mau pergi ke sana. Ying'er hanya ingin bersama kakak." Ucap Guang Ying.
" Tidak apa-apa, pakailah kalung ini. Jika ada yang mengganggumu maka dia akan tahu akibatnya." Ucap Guang Yiang lalu memberikan kalung giok berwarna biru muda.
" Oh Iya, pelajarilah teknik ini, karena kau memiliki elemen Es, tapi jangan sampai di ketahui oleh siapa pun." Ucap Guang Yiang memberikan dua buah kitab berelemen es kepada Guang Ying.
" Bagaimana aku menyimpannya kak?" Tanya Guang Ying
" Oh iya. Kakak hampir lupa. Pakailah cincin ini tapi sebelumnya teteskan dulu darahmu." Jawab Guang Yiang.
Guang Ying segera melakukan apa yang dikatakan oleh kakaknya. Dia menggigit ujung jarinya lalu meneteskan darahnya di permata cincin tersebut. Seketika cincin itu menghilang dan sudah terpasang di jari kecil Guang Ying.
"Aku rasa kau tahu cara menggunakan cincin itu." Ucap Guang Ying.
" iya, aku tahu kak." Ucapnya.
" Kalau begitu kakak akan mengantarmu sendiri." Ucap Guang Yiang.
" Baik kak." Jawab Guang Ying.
Guang Ying lalu menghabiskan makanannya lalu pergi mengemasi pakaiannya.
Beberapa saat kemudian...
Aku sudah siap kakak." Ucap Guang Ying.
" Baiklah, kalau begitu ayo kita berangkat."
" Ayah, ibu kami berangkat dulu.Sengaja aku sendiri yang mengantar Ying'er karena aku merasakan firasat buruk jika Ying'er berangkat sendiri." Ucap Guang Yiang.
" Baiklah, kau berhati-hatilah."
Wuusss
__ADS_1
Mereka bertiga lalu melesat ke arah sekte lembah salju dengan kecepatan sedang karena Guang Ying tidak bisa terbang terlalu cepat.