Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 126 Pulau badai 3


__ADS_3

Mereka berempat dengan santai menatap para pendeta yang sedang membaca mantra untuk melakukan persembahan.


Saat hampir selesai, dengan cepat Guang Yiang mengeluarkan teratai kehancuran dan memperkecil ukuran teratai itu, lalu memasukkannya kepusat altar.


Saat mereka sudah selesai, tiba-tiba saja terdengar ledakan dari luar.


Duarrrrrr


Duarrrr


Guang Yiang lalu menggerakkan tangannya, seketika itu cahaya berwarna emas melesat kearah pusat altar.


" Cepat hentikan cahaya itu." Perintah Patriak Ban Xiong.


" Sudah terlambat. Sekarang persembahan kalian sudah gagal. Dan pangeran iblis akan bangkit dengan kondisi yang cacat." Ucap Guang Yiang.


" Bagaimana kau bisa tahu kalau kami ingin membangkitkan pangeran iblis?" Kini giliran patriak Ban Xiong yang heran.


" Tentu saja dengan menguping pembicaraan kalian." jawab Zang Yuwan santai.


" Kalian akan mendapat akibatnya karena mengacaukan ritual kami." Ucap patriak Ban Xiong lalu mencabut pedangnya dan melesat kearah Guang Yiang.


Triiiiinng


Suara logam membentur membuat suara benturannya mengacaukan pendengaran.


Triingg


Triiiinng


Kini mereka saling bertukar jurus pedang.


Trarrrkk


Jedarrr


Boomm


Tiba-tiba saja dari langit, halilintar menyambar dan membuat altar yang tadinya hancur kini membentuk kawah kecil.


" Sialan, habisi mereka sekarang, dan jadikan mereka tumbal." Perintah tetua agung.


" Baik" Jawab beberapa murid sekte yang ada di altar tersebut.


Jedarrr


Jedarrr


Booomm


Kembali lagi petir, halilintar, dan elemen cahaya membuat mereka terpental dan hangus, ada juga yang mati di tempat.


" Sialan, ternyata salah satu dari mereka adalah kultivator cahaya." Ucap Tetua agung.


" Sial, ranah mereka sangat rendah, tapi serangan mereka mematikan." Ucap salah satu murid sekte tersebut.


" Lapor tetua agung. sekte lava hitam, batu hitam, dan sekte api menyerang dan sekarang tetua yang ada sudah ada yang mati." Ucap seorang murid yang muncul tiba-tiba.


" Sialaan. Aku akan menghabisi ketiga patriak itu." Ucap tetua agung hendak pergi tapi di tiba-tiba saja dinding hitam menghalangi keluar.


Guang Yiang yang melihat dinding itu, dengan sengaja terkena serangan patriak Ban Xiong dan terbang kearah Zang Yuwan, dan Xu Lia dan Xin Hua.


" Hua'er, kurasa pangeran iblis sudah bangkit bantu aku membuat perisai." Ucap Guang Yiang.


" Baik Gege." Jawab Xin Hua.

__ADS_1


Mereka berdua lalu berhadapan dan membentuk sebuah segel tangan dengan cepat.


" Formasi Kristal cahaya."


Wusss


Kristal raksasa yang berwarna emas muncul dari dalam tanah dan melindungi mereka berempat.


" Kenapa tiba-tiba ada dinding di sini?" Tanya Tetua agung.


" Ha..ha..ha..ha..ha. Tidak ada yang boleh keluar dari sini. Karena kesalahan kalian, maka kalian yang akan menjadi nutrisi bagiku." Ucap sebuah suara lalu sebuah energi berbentuk rantai menyebar dan mengikat semua yang ada di dalam altar tersebut.


" Ha..ha..ha..ha..ha. Sekarang aku akan menguasai seluruh alam langit." Ucapnya lalu menghisap seluruh jiwa dan darah semua orang yang ada di altar.


" Ha..ha..ha..ha. Akhirnya setelah sekian lama aku bangkit kembali." Ucapnya yang tidak menyadari dia bangkit tidak sempurna.


Booommm


Ukhhhh


Karena tidak waspada, sebuah serangan mengenai pangeran iblis Mo Fei dan membuatnya menabrak dinding.


" Kau jangan senang dulu iblis jelek. Kau bangkit dengan kondisi cacat, jadi kau hanya berada di ranah maha dewa tahap satu." Ucap Guang Yiang.


" Sialan. Ternyata kau yang mengagalkan rencanaku." Ucapnya lalu menyerang Guang Yiang.


Wuuss


Serangan dari Mo Fei lenyap seperti di telan oleh sesuatu.


" Bagaimana bisa kau memiliki kekuatan itu. Kekuatan itu sudah lenyap dari alam semesta." Ucapnya.


" Kau tidak perlu tahu. Yang jelas aku mendapatkannya dari seseorang." Ucap Guang Yiang.


Wuuss


Guang Yiang menghilang dan menendang Mo Fei dari belakang.


" Sialan. Aku akan membalasmu lain kali." Ucapnya.


" Kau ingin lari, jangan harap pergi tanpa luka." Ucap Guang Yiang lalu menembakkan kristal cahaya sebesar dua kali kepalan tangan orang dewasa.


Ukhhhh


" Dasar bocah sialan. Aku akan membalasmu lain kali." Ucapnya lalu menghilang.


" Kak, bagaimana sekarang?" Tanya Zang Yuwan.


" Tentu saja kita bereskan dulu murid sekte ini baru kita akan pergi." Jawab Guang Yiang.


Wuusss


Mereka berempat menghilang dan muncul di tempat yang penuh dengan mayat.


" Sial, kapan patriak dan yang lainnya datang." tanya salah seorang murid sekte lima elemeb yang sudah kewalahan.


" Aku tidak tahu." Jawab Yang lainnya


" Kak, aku merasa pertarungan ini sudah hampir selesai, tapi ada beberapa orang yang mendekat ke sini" Ucap Zang Yuwan.


" Kau benar, dan jika kita menghadapi mereka di sini sudah pasti kita akan kalah." Ucap Guang Yiang.


Guang Yiang lalu mengeluarkan teratai surga dan melemparkannya kearah murid sekte lima elemen.


Booooommm

__ADS_1


Ledakan besar terdengar dan membuat semua orang kaget.


" Hei lihat, sepertinya mereka yang ingin di tumbalkan." Ucap Salah satu murid senior sekte lima elemen.


" Kau benar jika mereka di sini, berarti tetua agung dan patriak sudah di kalahkan." Ucapnya.


Crasssss


Tiba-tiba kepala mereka terlepas dan menggelinding di tanah.


" Patriak, merekalah yang kulihat di pinggir pantai." Ucap salah satu murid.


" Benarkah, berarti mereka selamat."


" Sudah tidak usah banyak bicara, bersiaplah lawan yang lebih kuat akan segera datang." Ucap Guang Yiang.


Tak lama kemudian, sepuluh orang yang memiliki kekuatan yang tinggi datang.


" Sialan, siapa yang melakukan ini semua." Ucap salah satu dari mereka dengan murka.


Bagaimana tidak, sekte yang susah payah mereka pindahkan dari benua bintang kini hancur tidak tersisa dan penuh dengan tumpukan mayat.


" Kak, cepat kesini. Sepertinya guru sudah bangkit tapi mereka yang menjadi tumbalnya." Ucap si pedang iblis.


Mereka lalu bergegas pergi ke altar tersebut dan benar saja altar itu sudah hancur dan menyisakan puing-puing bangunan.


" Apakah kalian suka dengan penyambutanku?"


" Siapa kau. Keluarlah jangan berani bermain-main denganku." Ucap Iblis es.


Lalu dari kehampaan empat orang muncul dan mendarat di hadapan ke sepuluh pendekar iblis.


" Dengan amarah yang memuncak, pedang iblis, dan iblis es menyerang Guang Yiang. Begitu juga dengan yang lainnya.


Kini pertarungan kembali terjadi, dan memporak-poranda kawasan sekte lima elemen.


" Tebasan iblis langit"


Roarrrrt


siluet iblis muncul dan melesat kearah Guang Yiang.


" Tebasan naga cahaya"


Roargggg


Tak mau kalah, Guang Yiang juga menggunakan tebasan naganya untuk melawan si pedang iblis.


Roarrrrggg


Booomm


Naga dan iblis itu bertarung diatas langit, tapi beberapa saat kemudian, naga dan iblis itu menghilang.


Wusss


Mereka berdua menghilang dan muncul diatas langit dan kembali beradu pedang


Triinng


Triiinng


" Matilah kau bocah sialan" Ucap pedang iblis.


"Oh ya, apakah kau yakin?" Tanya Guang Yiang.

__ADS_1


Lalu di depan Guang Yiang muncul sebuah lubang hitam raksasa dan menelan jurus dari pedang iblis.


__ADS_2